DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO

DIBALIK PENYAMARAN SANG CEO
Ingin Bicara


__ADS_3

Mungkin aku memang harus mengalah pada wanita.


Hyung pun berpikir bagaimana memulai pembicaraan setelah apa yang terjadi semalam. Terlihat tangan kanannya yang mengusap wajah sambil menunggu Saras bicara. Sedang tangan kirinya menyetir mobil ini. Tapi ternyata Saras tidak bicara juga.


Dia menyetir dengan tangan kiri. Apakah tidak khawatir menabrak mobil di depan?


Sementara Saras terlihat khawatir dengan mobil yang dikemudikan Hyung. Hyung menyetir hanya dengan menggunakan tangan kiri saja. Sedang tangan kanannya bersandar pada jendela mobil. Saras pun takut sendiri.


"Em, Saras." Hyung akhirnya bicara. "Sepertinya kita harus bicara. Aku tidak ingin kita berdiaman terus seperti ini." Hyung memutar arah tujuannya.

__ADS_1


"Kita mau ke mana?" Saras pun bertanya.


"Sudah ikut saja. Lagipula kita tidak berbuat apa-apa," cetus Hyung agar Saras tidak berbuat ulah.


Saras terdiam. Ia kembali teringat dengan kejadian semalam. Perasaan bersalah itu tiba-tiba saja melanda hatinya. Tapi ia juga tidak mungkin mengakuinya. Ada sesuatu hal yang harus Saras jaga sebelum waktunya tiba.


Saras tidak bisa memberikannya kepada Hyung, apapun alasannya. Sekalipun hanya memakai lingeri saja. Karena sejatinya Saras adalah gadis desa yang lugu dan tidak tahu apa-apa. Bukan gadis kota besar seperti yang Hyung pikirkan.


Keduanya pun melaju menuju sebuah tempat yang ada di barat kota. Hyung akan mengajak Saras ke suatu tempat yang ada di sana. Hyung ingin masalahnya cepat selesai. Ia tidak ingin berdiaman lama dengan Saras. Apalagi Saras sekarang sudah berada di hatinya. Hyung ingin tenang tanpa pertengkaran.

__ADS_1


Pantai Barat, pukul 11.11 siang...


Hyung mengajak Saras ke sebuah pantai yang baru pertama kali ia kunjungi. Begitu juga dengan Saras yang baru pertama kali ke sini. Hyung melihat lokasi pantai itu dari tayangan reel di instagramnya. Ia pun mengajak Saras hari ini. Yang mana ia memarkirkan mobilnya di bawah pohon rindang yang ada di sana. Hyung pun menyewa sebuah gubuk terbuka.


Hyung duduk di gubuk itu sambil melihat ombak yang berkejaran di pantai. Saras pun keluar dari mobil lalu mendekati Hyung. Tapi Saras masih berdiri, tidak mau duduk dekat Hyung. Hingga akhirnya Hyung pun menarik Saras agar duduk dekat dengannya. Saat itu juga Saras tertarik dan hampir jatuh ke tubuh Hyung. Tapi Hyung segera menahannya.


"Jika kau menurut, tentunya tidak akan terluka," kata Hyung saat keduanya bertatapan tepat di mata.


Saras mengalihkan pandangannya. Ia kemudian duduk di samping Hyung. Ombak yang berkejaran menjadi saksi keduanya. Saras pun tidak tahu harus berkata apa. Ia masih bingung untuk memulainya. Walaupun di hatinya senang karena Hyung menjemputnya. Tapi ia masih menjaga gengsinya di hadapan mantan pacar sewaannya itu. Saras tidak ingin menunjukkan perasaan yang sesungguhnya kepada Hyung.

__ADS_1


"Aku ingin kau jujur tentang alasanmu mengembalikanku ke situs itu. Itu saja."


Hyung membuka pembicaraan. Membiarkan Saras yang duduk berjauhan dengannya. Hyung ingin keterbukaan dari Saras. Namun, Saras masih tampak diam. Hyung pun menoleh ke arah Saras.


__ADS_2