
Esok harinya...
"Tuan Muda, Anda ingin ke mana?"
Pagi-pagi Hyung bangun lalu ingin keluar dari apartemen. Saki pun memergokinya saat bertemu di ruang tamu. Tapi Hyung seperti enggan menjawabnya.
"Aku ingin membeli sarapan." Hyung pun beralasan.
"Tuan Muda bisa meminta saya," kata Saki lagi.
"Tidak perlu. Biar aku saja." Hyung pun bergegas pergi.
Saki ingin melarang Hyung pergi. Tapi melihat raut wajah Hyung yang muram, ia tidak berani. Pada akhirnya pagi-pagi Hyung keluar dari apartemen. Ia pun segera mengambil uang tunai di ATM-nya. Dan setelah itu ia memesan taksi. Hyung akan datang ke rumah kontrakan Saras hari ini.
__ADS_1
Saras, aku akan mengembalikan uang yang telah kau setorkan itu. Setelah ini jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi. Aku tidak bisa menerima sikapmu.
Dan akhirnya Hyung pun melaju ke rumah Saras dengan taksi yang telah dipesannya. Sang supir pun segera mengantarkan Hyung ke tempat tujuan tanpa banyak bertanya. Hingga akhirnya Hyung mencoba menikmati perjalanan ini. Tentunya dengan duka dan luka yang masih tertoreh di hati.
Sesampainya di rumah Saras...
Hyung tiba di depan rumah kontrakan Saras lalu segera mengetuk pintunya. Tak lama pintu pun dibukakan oleh Saras sendiri. Hyung pun memasang wajah datar di hadapan mantan penyewa jasanya itu.
"Vi?" Saras menegur Hyung.
Hyung meraih tangan Saras lalu memberikan amplop berwarna cokelat tebal. Saras pun menerima amplop itu. Hyung kemudian segera pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Saat itu juga Saras jadi mengetahui apa yang sedang terjadi. Hyung pun seolah tidak memedulikan Saras lagi. Ia segera pergi begitu mengembalikan uang itu. Walaupun sejujurnya ia ingin berbicara lebih banyak lagi.
Aku akan melupakanmu. Dan semua ucapanmu, Saras. Aku akan menjadi diriku sendiri. Tentunya dengan kegilaan yang kumiliki.
__ADS_1
Pada akhirnya Hyung kembali melaju ke apartemennya dengan menaiki taksi. Ia mencoba mengakhiri pertemuannya dengan Saras hari ini. Hyung tidak ingin dihantui Saras lagi.
Satu minggu kemudian...
"CCTV ini diarahkan ke sini saja. Dan jangan ada CCTV di ruanganku. Cukup di bagian depan pintunya. Karena hal itu amat menganggu privasiku."
Hyung kini tampak berwibawa kembali. Ia sudah mempersiapkan diri menjadi pemimpin cabang lama perusahaan ayahnya. Ia pun sedang meminta Saki untuk mengatur ulang CCTV di kantor ayahnya. Yang mana Saki pun memenuhinya. Hyung akan segera ke kantor cabang esok hari.
Selama satu mingguan ini ia menyibukkan diri dengan mempelajari semua program perusahaan. Selama satu minggu ini juga Hyung serius dalam belajar. Ia ingin menunjukkan jika dapat mempergunakan kemampuannya dengan sebaik mungkin. Gelar S3 itu sudah diraihnya.
Hyung ingin membuat kedua orang tuanya bangga. Ia akan mereposisi semua kegiatan di perusahaan ayahnya. Yang mana perlahan-lahan akan dilakukannya. Hyung pun menantikan bagaimana tanggapan Saras jika melihatnya di kantor. Hyung ingin membalas semua perlakuan Saras padanya. Tentunya dengan cara yang disukainya.
Saras, kau telah membuatku berubah. Kau harus memenuhi semua ucapanmu. Kau tidak bisa lari lagi dariku.
__ADS_1
Hyung pun tersenyum menyeringai saat mengingat wanita itu. Tak lama lagi akan tiba bagi dirinya untuk membalikkan keadaan. Dan Hyung yakin Saras tidak akan mampu melawan. Karena ia adalah pimpinan perusahaan.