Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
malam yang panjang 2


__ADS_3

Ketika nenek sudah keluar dari kamar, mas Rifan pun baru berani keluar


“Nenek sudah keluar?” tanya mas Rifan lirih


“Udah mas.” Sahutku


“Oh ya ini tadi nenek bawakan kita susu. Mau minum ga?” ucapku


“Mana?” tanya mas Rifan


“Itu ditaruh di atas meja.” Ucapku sambil menunjuk ke arah susu yang diatas meja dan mas Rifanpun langsung meminumnya


“Kamu ga minum susunya?” tanya mas Rifan


“Iya, ini mau aku minum susunya.” Ucapku


Setelah kami minum susu yang diberikan oleh nenek, ntah mengapa tiba-tiba saja kami merasa tubuh kami menjadi sangat bergairah..


“Cilla ini bagaimana? Sepertinya nenek memberikan obat perangsang kepada kita.” Ucap mas Rifan sambil berusaha menahan hasratnya.


“Aku sendiri ga tahu mas. Aku juga di luar kendali. Sekarang apa yang bisa kita lakukan?” ucapku yang sama-sama menahan hasrat


“Klo begitu aku mau mandi saja. Mau mendinginkan badan.” Ucap mas Rifan


“Tapi mas, aku udah ga tahan ini mas. Gimana ini? Aku duluan ya yang ke kamar mandinya.” Ucapku


“Ga.. Aku duluan. Aku juga udah ga kuat.” Sahut mas Rifan


“Mas, plis.. Aku kesiksa banget nih.” Ucapku

__ADS_1


“Memangnya aku juga ga kesiksa apa?!” ucapnya


Setelah tahu klo kami sama-sama tidak ada yang mau mengalah, akhirnya aku dan juga mas Rifan mengambil arah-arah hendak berebut masuk kamar mandi.


Namun ketika kami hendak masuk, tiba-tiba kami bertabrakan karena sama-sama tidak ada yang mau mengalah.


Setelah bertabrakan, akhirnya kamipun terjatuh dengan posisi badanku berada di atas badan mas Rifan


“Cill, klo begini caranya, rasanya kita perlu melanggar perjanjian kita deh.” Ucap mas Rifan


“Tapi klo kita melanggarnya berarti aku yang rugi donk mas. Karena semua ini kan hanya sandiwara.” Ucapku


“Lalu klo udah begini kita harus apa?” tanya mas Rifan


“Mengalah lah mas. Biar aku duluan yang masuk kedalam kamar mandi. Ya.. Ya..!” ucapku memohon


“Ya udah sana. Jangan lama-lama. Klo ga, nanti aku bakalan nerkam kamu lho klo aku udah ga kuat. Udah cepetan.” Ucap mas Rifan yang memang terlihat jelas klo dia memang benar-benar tersiksa.


Beberapa menit kemudian akupun keluar dari kamar mandi, mas Rifan pun dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur seluruh badannya


“Aneh, kenapa hasrat ini ga juga turun?” gumamnya dalam hati saat itu


“Jangan-jangan aku memang dari awal sudah menyukainya?” gumamnya lagi


“Ah ga mungkin. Aku kan memang dari awal berkenalan dengannya, hanya ingin berteman baik saja sama dia.” Ucap mas Rifan yang masih bergumam dalam hati


Setelah dirasa reda, akhirnya mas Rifanpun keluar dari kamar mandi. Sementara aku, ternyata sudah terlebih dulu tidur.


“Haiz ini perempuan satu, memang benar-benar lain dari pada yang lain.” Ucap mas Rifan saat melihatku tidur pulas

__ADS_1


Setelah bergumam seperti itu, mas Rifan pun ikut tertidur.


Keesokan harinya, akupun terbangun. Aku melihat kesekelilingku yang terasa sangat asing


“Oh iya aku lupa. Ini kan rumah nenek.” Gumamku dalam hati


Namun, ketika aku menengok kesamping, aku sangat terkejut...


“Argh...” teriakku


“Apaan sih pagi-pagi udah berisik.” Ucap mas Rifan yang belum sepenuhnya sadar


“Mas, ngapain kamu tidur di sini?” tanyaku


“Apa?” ucap mas Angga, tapi ketika dia sudah sadar sepenuhnya dari tidur, dia langsung loncat ke bawah tempat tidur


“Kenapa aku bisa sampai bisa tidur di tempat tidur?!” ucapnya


“Ya mana aku tau.” Sahutku singkat


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan comenntnya...🙏


__ADS_2