
Melihat aku sedih dan menangis, mas Rifan pun memelukku hangat.
“Cill, kita akan mencobanya pelan-pelan. Kamu ga usah takut dan juga ga usah khawatir. Karena sampai kapanpun aku tidak akan mengkhianatimu.” Ucapnya yang membuat aku seperti terhipnotis dan akhirnya kamipun melakukannya malam itu.
Ke esokan paginya, saat aku terbangun...
“Pagi istriku sayang..” ucap mas Rifan
“Hmm...” sahutku lalu akupun buru-buru menutup seluruh badanku dengan selimut karena malu dengan kejadian semalam
“Kamu kenapa Cilla?” tanya mas Rifan
“Aku malu mas.” Ucapku
“Hai, ngapain malu. Bukannya kita udah menyatu sekarang. Kita udah jadi suami istri yang sebenarnya lho sekarang.” Ucap mas Rifan sambil membuka selimutku sehingga wajahku terlihat jelas
“Sayang, ayo sekarang kita segera mandi. Setelah itu sarapan dan berangkat ke kantor.” Ucap mas Rifan dan akupun mengangguk
Lalu kamipun bergantian mandi. Dan setelah mandi, kami langsung ke ruang makan. Ternyata di sana sudah ada nenek yang sudah menunggu
“Nek, maaf aku lama.” Ucapku
“Ga kok sayang. Nenek juga barusan duduk di sini.” Sahut nenek
“Oh syukurlah.” Ucapku tersenyum
“Rifan mana Cill?” tanya Nenek
“Mas Rifan masih di kamar nek. Tadi aku disuruh untuk ke sini duluan.” Ucapku
__ADS_1
“Oh.. Ya udah, klo begitu, ayo kita makan.” Ucap nenek dan aku pun mengangguk
Tak selang berapa lama, mas Rifan datang dan diapun ikut sarapan juga
Setelah sarapan, kamipun berangkat kerja. Sesampainya di depan kantor, Reno langsung menghampiriku
“Cill, temenmu baik banget mau nganterin kamu tiap hari kaya begini.” Ucap Reno
“Hmm... Mungkin dia cinta kali sama aku.” Sahutku ngasal sambil berjalan masuk ke dalam kantor
“Apa kamu bilang?!” ucap Reno yang tiba-tiba menarik tanganku
“Kamu kenapa Ren?” tanyaku yang agak sedikit tidak suka dengan sikapnya
“Kamu tadi bilang, mungkin dia cinta sama kamu?!” tanya Reno yang tiba-tiba marah
“Iya. Emangnya kenapa Ren. Lagipula kan aku berhak sama siapa aja yang aku suka.” Ucapku
“Kok begitu?! Emang siapa kamu berhak larang-larang aku?” ucapku yang ga kalah emosi
“Aku... Aku..” ucapnya ragu-ragu
“Aku apa?” ucapku ketus
Dan disaat yang bersamaan...
“Hai kalian berdua sedang apa?” tanya pak Rian yang tiba-tiba datang bersama mas Rifan
“Eh pak Rian, pak Bos.. Ga kok. Kami ga sedang apa-apa. Kami hanya sedikit berdiskusi tadi. Iya kan Cill?!” ucap Reno mencari alasan
__ADS_1
“Sebodo amat. Yuk pak bos.” Ajakku yang langsung menggandeng mas Rifan dan segera masuk ke dalam Lift sementara pak Rian dan Reno hanya melongo
“Kamu kenapa?” tanya mas Rifan di dalam lift
“Aku sebal mas. Masa’ tadi si Reno sok larang-larang aku buat dekat dengan cowok lain. Emang dia itu siapanya aku?!” gerutuku
“Oh.. Ya udah, supaya kamu ga di ganggu, kamu kerjanya di dalam ruanganku aja gimana?!” ucap mas Rifan
“Tapi.. Nanti banyak yang benci sama aku. Khususnya cewe’-cewe’ yang suka sama mas.” Ucapku
“Udah kamu ga usah khawatir masalah itu. Biar masalah itu, pak Rian yang selesaikan.” Ucap mas Rifan
“Gimana? Setuju ga?” tanya mas Rifan
“Ya udah deh.” Sahutku dan diapun tersenyum sambil mengelus kepalaku
Setelah sampai di lantai tempat kerjaku, mas Rifan berpesan klo aku tunggu di mejaku dulu sampai ada yang nyuruh aku untuk pindah ruangan.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment nya ya....🙏