
Setelah penghulu mengatakan sudah siap, maka ijab qabulpun dilakukan
Proses ijab qabul berjalan khidmat. Serasa mimpi untukku. Sekarang statusku berubah menjadi seorang istri.
“Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi anggota keluarga kami.” Ucap nenek dan akupun hanya bisa tersenyum
“Baiklah, sekarang kita harus ke suatu tempat.” Ucap nenek
“Mas, sekarang kita mau kemana lagi?” tanyaku yang dari tadi dibuat terkejut
“Aku sendiri ga tahu. Kita ikutin aja maunya nenek.” Ucap mas Rifan
Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, akhirnya kita sampai disebuah butik.
“Mba, tolong dandani cucuku ini secantik mungkin.” Ucap nenek ketika kita sudah memasuki butik
“Baik bu.” Sahut pelayan toko itu dan kemudian mengajakku agar mengikutinya
“Mas?” ucapku lirih dan mas Rifanpun mengangguk.
Lalu akupun mengikuti pelayan tersebut. Sementara mas Rifan, ntahlah apa yang sedang dilakukannya
Setelah beberapa saat, akupun sudah di make over. Dan ketika aku melihat ke cermin...
“Wuih, apa ini beneran aku?” gumamku
“Gimana mba? Mba tuh udah cantik, sekarang dipoles sedikit aja jadi tambah cantik.” Ucap pelayan itu
“Ah mba ini bisa aja.” Sahutku
“Beneran mba. Suami mba pasti ga tahan klo lihat mba seperti ini.” Ucap pelayan itu lagi
“Ga tahan gimana maksud mba?” tanyaku
__ADS_1
“Ya ga tahan pingin cepet malam hari, biar bisa ehm.. ehm..” goda pelayan itu yang membuatku malu.
“Apa sih mba ini?!” ucapku malu tapi juga sadar klo itu semua tidak akan pernah terjadi
Setelah itu, akupun keluar. Disana sudah ada nenek dan juga mas Rifan.
“Waduh cantiknya cucu mantu nenek.” Ucap nenek
“Fan, Cilla cantik ya?!” goda nenek tapi ditanggapi serius oleh mas Rifan
“Iya nek. Dia sangat cantik sekali.” Sahut mas Rifan
“Sini sayang..” ucap nenek kepadaku dan akupun menghampirinya
“Nah, sekarang kita pergi ketempat terakhir.” Ajak nenek
“Kemana nek?” tanyaku yang kali ini langsung ke nenek
“Kamu ikut aja ya sayang.” Ucap nenek
Lalu akupun di gandeng oleh nenek. Sementara mas Rifan berjalan dibelakang kami
Kamipun melakukan perjalanan kembali. Setelah beberapa jam kemudian, kamipun sampai disebuah gedung yang megah. Yang mana aku ga tahu gedung apa itu.
Ketika kami memasukinya, lagi-lagi aku dibuatnya terkejut. Ternyata itu adalah pesta resepsi pernikahan kami. Tak heran jika aku berpakaian seperti ini.
“Mas, ini... Bukannya kita sandiwara aja kan?! Kenapa harus pakai ada acara pesta seperti ini?” tanyaku berbisik
“Namanya juga sandiwara, ya udah ikutin aja maunya nenek biar ga curiga.” Sahut mas Rifan santai
“Benar juga ya?!” gumamku dalam hati
“Tapi sumpah, ini tuh mewah banget. Disini banyak orang penting yang datang. Tapi ga ada satupun yang aku kenal.” Gumamku lagi
__ADS_1
Akupun akhirnya mengikuti alur cerita yang nenek sedang buat.
“Apakah ini calon mempelai perempuannya?!” tanya salah satu tamu yang hadir saat itu
“Iya. Cantik kan?” ucap nenek
“Iya, cantik. Pintar sekali si Rifan cari istrinya.” Sahut tamu itu
“Ah, anda bisa aja.” Ucap mas Rifan yang tiba-tiba datang
Sementara aku, ga usah ditanya. Aku hanya bisa tersenyum karena takut akan membuat orang curiga jika aku salah bicara
“Istrimu ini orangnya pendiam ya?” tanya tamu yang lainnya
“Iya. Dia memang seperti itu jika berada di lingkungan yang baru.” Jelas mas Rifan
“Oh.. Benar juga. Kita juga akan melakukan hal yang sama jika diposisi seperti istrimu.” Ucap tamu itu yang memang memahami situasiku atau hanya basa basi saja
Setelah melaksanakan pesta yang sangat lama, akhirnya pestapun usai. Sekarang waktunya untuk pulang
“I’m comming my bad... Oh..” gumamku sambil senyum-senyum membayangkan kasurku, bantal dan juga guling yang sudah memanggil-manggil
“Hai Cilla, kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?” tanya mas Rifan yang ternyata memperhatikan aku dari tadi
“Hehehe... Ga apa-apa.” Sahutku salah tingkah.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan comentnya ya..🙏