
Hari ini, seperti biasa, aku akhirnya memulai aktifitas seperti biasanya tapi dengan status yang berbeda.
“Sayang, hari ini kamu sudah mulai bekerja ya?” tanya nenek saat sarapan
“Iya nek. setelah sarapan, aku langsung berangkat.” Sahutku
“Rifan, kamu anterin Cilla ya.” Pinta nenek
“Ya pastilah nek, aku anterin Cilla.” Ucap mas Rifan
“Tapi mas, memang sekarang mas ada jam ngajar?” tanyaku
“Ada. Tapi masih nanti siang.” Jawabnya
“Oh begitu. Ya udah ga apa-apa klo memang ga ngerepotin.” Ucapku
“Ya ampun Cilla. Siapa juga yang direpotin?! Ga kok. Aku sama sekali ga merasa direpotin.” Ucap mas Rifan
“Oh begitu. Klo begitu terimakasih.” Ucapku dan mas Rifanpun tersenyum
Setelah selasai sarapan, akupun berpamitan pada nenek untuk berangkat kerja.
“Nek, aku berangkat kerja dulu ya.” Pamitku ke Nenek
“Iya sayang, hati-hati di jalan ya.” Ucap nenek
“Iya nek.” Sahutku
Tak selang berapa lama, mas Rifan membunyikan klakson mobil dan akupun langsung datang menghampirinya
“Sudah siap berangkat?” tanya mas Rifan
“Sudah mas.” Sahutku singkat dan mas Rifanpun langsung menyalakan mesin mobil.
“Mas, nanti aku ada jam. Jadi mungkin aku pulang agak telat.” Ucapku
“Oh.. Di jemput ga?” tanyanya
__ADS_1
“Ga usah mas. Kita klo lagi ga ada didepan nenek, seperti biasanya aja. Ga usah pura-pura.” Ucapku lagi
“Ok. Tapi klo emang seperti biasa, berarti aku boleh donk sewaktu-waktu mengantar jemput kamu.” Ucap mas Rifan
“Iya ga apa-apa. Asal itu ga merepotkan mas aja.” Ucapku
“Ya gak lah. Masa’ aku direpotkan oleh istriku ini.” Goda mas Rifan
“Hadeuh...” ucapku sambil tepok jidat
“Lha kenapa emangnya?! Kan benar klo kamu itu istriku.” Sahut mas Rifan yang mengeluarkan jurus gombalnya
“Iya.. Iya.. Ya udah pak dosen.” Sahutku yang mengalah karena percuma debat ma dosen satu ini
Beberapa saat kemudian, akupun sampai didepan kantor.
“Terimakasih ya mas.” Ucapku
“Sama-sama. Ongkosnya mana?” ucap mas Rifan
“Ongkos? Maksudnya?” ucapku bingung
“Dasar... Udah ah. Aku turun dulu ya. Nanti hati-hati nyetirnya.” Ucapku
“Iya.. Mmuuuach..” goda mas Rifan sambil tersenyum dan akupun merinding melihatnya
“Ih.. Udah ah mas. Aku kok jadi takut sendiri klo mas kaya begitu.” Ucapku sambil cepat-cepat turun dari mobil
Mas Rifan yang melihat tingkakupun tertawa cekikikan.
“Cilla, kamu benar-benar berbeda.” Gumam mas Rifan
Didepan kantor, ternyata aku sudah ditunggu oleh seseorang.
“Hai Cilla, lo tadi diantar sama siapa?” tanya Reno
“Oh, tadi itu aku dianter sama temanku. Kebetulan tadi ketemu dan kita searah, jadi dia nawarin tumpangan.” Jelasku mencari alasan
__ADS_1
“Oh begitu.” Sahutnya dan akupun mengangguk
“Ya udah, klo begitu kita masuk yuk.” Ajak Reno
“Ayo.” Sahutku
Sementara ditempat lain, ternyata mas Rifan memperhatikan dari tadi
“Siapa cowo’ itu? Apa itu cowo yang dia suka?” gumam mas Rifan
“Ah biarin ajalah.” Lanjutnya lagi dan kemudian menyalakan mesin mobilnya.
Beberapa waktu kemudian, waktu menunjukkan jam kantor sudah selesai, dan kini waktunya pulang
“Kamu mau pulang Cill?” Tanya Reno
“Iya. Tapi sebelum pulang, aku ada jam kuliah. Jadi aku mungkin ke kampus dulu.” Jelasku
“Oh.. Kalo begitu, gimana klo aku antar kamu ke kampus?” tanya Reno
“Oh ga usah. Aku bisa berangkat sendiri kok.” Tolakku secara halus
“Oh begitu. Tapi aku beneran mau nganterin kamu lho. Masa’ kamu mau nolak niat baikku ini?” Ucapnya
“Ya baiklah klo kamu emang memaksa.” Ucapku pasrah
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like dan comen nya ya...🙏