Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
bikin emosi


__ADS_3

Setelah beberapa saat, datang Divisi HRD ke bagian aku kerja bersama dengan pak Rian dan juga mas Rifan


“Permisi sebentar, hari ini pak Direktur sedang mengadakan pemilihan asisten pribadi. Pak direktur sendiri yang akan memilihnya. Namun sebelum itu, kalian tulis nama kalian di sesobek kertas lalu lipat jadi dua dan masukkan kedalam kotak ini. Setelah selesai, pak Direktur akan mengambil sendiri satu kertas yang ada di dalamnya. Bagi siapa yang namanya terambil oleh pak Direktur, maka dia akan jadi asisten pribadi untuk masa waktu terserah pada pak Direktur.” Jelas HRD


“Apa kalian paham?” tanya HRD itu dan semuanya pun mengangguk


Mendengar hal itu, semua karyawan yang ada diruangan itupun sangat antusias, sementara aku biasa aja


Setelah beberapa saat kemudian, semua sudah selesai mengumpulkan kertas itu. Kini saatnya mas Rifan mengambil salah satu kertas secara acak


“Sebelum saya mengatakan siapa yang terpilih, saya harap, apapun dan siapapun yang terpilih, harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan yang tidak terpilih, jangan iri sama temannya yang terpilih. Gimana? Apa kalian mau berjanji? Jika saya sampai tahu ada orang di sini yang tidak suka dengan hasil yang saya pegang ini, maka saya akan memecat orang itu. Kalian paham?!” ucap mas Rifan tegas dengan suara yang tiba-tiba meninggi membuat sontak semuanya menganggukan kepala


“Baiklah jika semuanya sudah mengerti. Sekarang saya akan umumkan siapa yang akan menjadi Asisten saya. Dia adalah Cilla. Mulai hari ini dan seterusnya, dia akan menjadi asisten saya dan dia akan bekerja di satu ruangan dengan saya.” Ucap mas Rifan


“Apa ada yang keberatan dengan keputusan ini?” tanya mas Rifan


“Pak, lalu bagaimana dengan pekerjaan Cilla yang sebelumnya?” tanya Reno yang terlihat tidak suka dengan hasil ini.


“Besok akan ada yang menggantikan posisi Cilla duduk di sana. Kamu ga usah khawatir.” Sahut mas Rifan


“Pak, tolong atur semuanya.” Ucap mas Rifan pada HRD


“Baik pak.” Sahut HRD itu


“Dan kamu, kemasi barang kamu lalu pindah ke ruangan saya sekarang. Saya tunggu.” Ucap mas Rifan tegas sebelum pergi

__ADS_1


Saat mas Rifan sudah tidak terlihat, tiba-tiba semuanya menghampiriku


“Cill, enaknya jadi lo. Kok bisa sih kamu yang kepilih?” ucap salah satu temanku


“Entahlah..” sahutku


“Cill, ingat pesanku tadi pagi.” Ucap Reno


“Suka-suka aku. Bukan urusanmu...!!” ucapku ketus lalu langsung pergi ke ruangan mas Rifan


Aku dengan wajah jutek, langsung nyelonong aja masuk ke ruangan mas Rifan dan kemudian duduk di sofa ruangan itu. Namun ternyata di situ juga ada pak Rian yang memperhatikan tingkahku


“Cill, kamu kenapa lagi?” tanya mas Rifan


“Reno.. Ih.. Bikin aku emosi aja.” Gerutuku


“Dia suamiku.” Celetukku mendahului jawaban mas Rifan


Tiba-tiba..


‘Bruk..’ kaki pak Rian lemas dan akhirnya terduduk di lantai


“Woi, kamu kenapa?” tanya mas Rifan


“Mungkin syok kali mas.” Sahutku ngasal plus jutek

__ADS_1


“Sini aku bantu kamu berdiri.” Ucap mas Rifan sambil menarik tangan pak Rian


“Fan, ini maksudnya apa?” tanya pak Rian


“Itu...” ucapan mas Rifan terpotong karena melihat tingkahku


“Cill, kamu ngapain?” tanya mas Rifan


“Kerjaan.. Kerjaan.. Kasih aku kerjaan yang banyak. Klo ga aku bakalan ngamuk.” Ucapku sambil membolak balik kertas yang ada di meja mas Rifan


“Haizz... Kenapa kamu klo di kantor itu seperti ini sih Cill?!” Ucap mas Rifan sambil memegang dahinya


“Lha emang seperti itu. Dia itu penggila kerjaan, asal kamu tahu itu.” Ucap pak Rian dan akhirnya merekapun hanya melihat tingkahku, lalu geleng-geleng...


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya...🙏


__ADS_2