
Setelah beberapa saat dijelaskan oleh pak Rian, akhirnya mas Rifan pun mulai paham dengan alur pekerjaannya.
“Eh fan, yang bisa buat kamu berubah pikiran seperti ini tuh apa?” tanya pak Rian penasaran
“Bukan apa tapi siapa?” sahut mas Rifan membenarkan pembicaraan pak Rian
“Maksud kamu siapa, itu apa fan?” tanya pak Rian yang masih penasaran
“Ya maksud aku itu, noh.. Yang itu tuh.” Sahut mas Rifan yang membuka kelambu jendela ruangannya dan menunjuk ke arahku.
“What? Maksud kamu Cilla?” tanya pak Rian penasaran dan mas Rifanpun mengangguk
“Bwahahaha.... Rifan... Rifan... Kamu mending ga usah bercanda deh.” Ucap pak Rian
“Bercanda gimana maksud kamu?! Aku serius tahu!” ucap mas Rifan
“Eh.. Jadi kamu serius?” ucap pak Rian menghentikan ketawanya dan mas Rifanpun mengangguk
“Hadeuh fan.. Rifan.. Nih ya gue kasih tahu ke kamu, kamu mending cari cewe lain deh buat kamu mainin. Jangan dia. Lagipula dia sepertinya sudah punya pacar.” Ucap pak Rian
“Pacar? Maksud kamu pacar apa an?” tanya mas Rifan penasaran
“Iya. Satu kantor juga udah tahu kali klo si Cilla itu pacarnya Reno.” Ucap pak Rian
“Benarkah?!” ucap mas Rifan dan pak Rianpun mengangguk
“Ah itu mungkin Cuma gosip aja. Aku ga percaya. Aku lebih percaya Cilla daripada gosip.” Sahut mas Rifan
“Oh ya udahlah. Di kasih tahu kok ga percaya. Ya udah, jangan nyesal klo kamu sampai kecewa nantinya.” Ucap pak Rian
“Ga akan. Aku tetep percaya dia kok.” Ucap mas Rifan
“Terserahlah.” Sahut pak Rian sambil mengangkat kedua bahunya
“Eh iya an, akhir pekan ini, kamu ke rumah nenek ya. Aku punya kejutan buat kamu.” Ucap mas Rifan yang mencoba menghentikan langkah pak Rian
__ADS_1
“Ya, aku besok ke sana.” Sahut pak Rian dan melanjutkan langkahnya
Waktu makan siangpun akhirnya tiba. Dan seperti biasa Reno selalu mengajakku makan bersama.
“Cill, makan yuk. Laper nih.” Ucap Reno
Ketika aku hendak menjawab ajakan Reno, tiba-tiba telpon di atas meja kerjaku berbunyi
“Ya hallo pak.” Ucapku
“Pak?” sahut mas Rifan
“Tapi..” ucapku ragu
“Ga ada tapi-tapian.” Sahutnya lagi dan akupun menghela nafas panjang
“Ada apa mas?” ucapku mengulangi pertanyaan
“Nah gitu donk. Kan enak didengernya. Bisa ke sini sebentar?” pintanya
“Ren, sori banget, aku ga bisa makan bareng sama kamu. Kamu ga apa-apa kan makan sendiri?” tanyaku
“Iya.. Ya udah sana. Sebelum pak bos marah lagi sama kamu.” Ucapnya yang menyuruhku untuk cepat keruangan mas Rifan
“Aneh ya? Kenapa tadi si Cilla tau-tau manggil si bos itu dengan sebutan mas?!” gumamnya
“Ah ntar aja lah aku tanyain ke dia.” Gumamnya lagi sambil pergi meninggalkan tempat kerjaku
Setelah beberapa saat, aku sudah ada di depan ruangan kerja mas Rifan.
‘tok.. tok.. tok..’ akupun mengetuk pintu ruangannya
“Ya masuk..!” sahutnya dari dalam
Mendengar jawabannya, Akupun akhirnya masuk
__ADS_1
“Ada apa mas?” tanyaku
“Kita makan yuk.” Ajaknya
“Mau makan dimana?” tanyaku
“hmm... Makan di dekat-dekat sini aja. Gimana?” tanyanya
“Tapi klo ada orang kantor yang lihat bagaimana?” tanyaku khawatir
“Ya emang kenapa klo mereka lihat. Kan kamu itu istriku. Masa’ ada larangan buat aku ngajak istriku sendiri makan?” ucapnya
“Ya ga gitu juga sih mas. Tapi mereka kan ga tahu status kita yang sebenarnya. Ntar klo jadi gosip bagaimana?” ucapku
“Kamu khawatir dengan gosip atau kamu lebih khawatir dengan yang dipikirkan Reno?” tanyanya curiga
“Mas cemburu?” tanyaku
“Iya. Aku cemburu. Kamu puas?!” ucapnya dan akupun hanya tersenyum lalu pergi keluar
“Hei... Kamu kok ketawa sih?! Hei..” panggilnya sambil mengejarku
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏
__ADS_1