Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
kenyataan


__ADS_3

Setelah Reno mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Renopun langsung kembali ke ruangan mas Rifan yang mana saat itu aku sedang tertidur pulas di sofa


“Kalian bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” ucap Reno yang langsung masuk begitu aja tanpa permisi.


Mas Rifan yang tadinya serius dengan pekerjaannya pun akhirnya menghentikan pekerjaannya


“Kamu kenapa Ren?” tanya mas Rifan


“Tadi ada salah satu staff HRD yang bilang klo Cilla ini istrinya bos. Apa benar begitu bos?” tanya Reno sambil menunjuk ke arahku yang sedang tertidur pulas


“Oh masalah itu ya?! Memang benar klo Cilla ini istriku. Memang kenapa, Ren?” tanya mas Rifan


“Ga.. Ga itu semua ga benar kan bos?! Semua itu bohong.” Ucap Reno tidak percaya dengan kenyataan yang dia terima


“Maaf, Ren. Tapi sayangnya semua itu benar.” Sahut nas Rifan


“Ga.. Ga mungkin. Klo memang semua ini benar, lalu kapan kalian menikah?” tanya Reno


“Kami menikah, beberapa saat setelah kematian ibunya Cilla.” Sahut mas Rifan santai


“Ga.. Ga mungkin. Bukankah saat itu Cilla sedang berniat tidak ingin pacaran dulu karena dia sudah dikhianati pacarnya.” Ucap Reno bingung sekaligus masih ga terima dengan ucapan mas Rifan


“Ada apa sih ini kok berisik sekali?!” ucapku yang terbangun karena obrolan merema berdua

__ADS_1


“Cill, kamu ada hubungan apa dengan bos?” tanya Reno yang masih juga belum puas dengan jawaban mas Rifan


“Aku istrinya.” Sahutku to the poin


“Jadi.. Jadi ini semua benar?! Kenapa kamu ga pernah cerita masalah ini ke aku, Cill? Kenapa kamu membiarkan aku jadi banyak berharap padamu?!” protes Reno


“Aku sama sekali ga ada niat buat sembunyiin ini semua dari kamu dan aku juga ga pernah merasa klo aku memberikanmu harapan.” Ucapku


“Kamu tega, Cill. Tega.” Ucap Reno lirih.


“Pokoknya aku ga terima.” Ucap Reno


“Lalu klo kamu ga terima, kamu mau apa, Ren?” tanyaku


Aku dan mas Rifan yang melihat tingkah Renopun hanya bisa saling lihat satu sama lain


“Hadeuh Cill, Cill. Klo saja waktu itu kamu dengarkan ucapanku. Mungkin hal ini tidak akan terjadi.” Ucap mas Rifan yang sepertinya menyalahkanku


“Jadi mas nyalahin aku sekarang?” tanyaku dengan nada emosi


“Haiz ni orang ya, udah marah duluan.” Ucap mas Rifan sambil berjalan mendekatiku


“Sayang, jangan begitu donk. Aku tuh bukan nyalihin kamu. Tapi..” ucapan terputus

__ADS_1


“Tapi apa mas?” tanyaku


“Sayang, andaikan kamu mau mengakui aku dari dulu, mungkin tidak akan jadi seperti ini. Kitapun ga perlu sembunyi-sembunyi seperti ini. Membuat orang-orang yang menyukai kita menjadi salah paham dengan kita.” Ucap mas Rifan sambil memelukku dari belakang


“Kenapa mas bahas ini?! Kan mas tau sendiri klo waktu itu bagaimana keadaannya.” Gerutuku


“Jadi maksud kamu sekarang ini keadaannya udah berbeda ya?” goda mas Rifan


“Ya... Ya.. Ga gitu juga mas.” Ucapku yang menjadi salah tingkah.


“Terus klo ga gitu, lalu bagaimana?” godanya lagi


“Mas..!!” teriakku dan mas Rifanpun hanya tertawa


“Jujur, aku tuh senang banget klo kamu kaya gini, Cill.” Ucap mas Rifan


“Udah ah, mas. Jangan begitu. Ini di kantor. Apa jadinya jika salah satu diantara mereka ada yang lihat.” Ucapku


“Ya biarkan saja. Sekalian aja nanti kita buat pesta buat ngumumin pernikahan kita ke mereka. Gimana?” tanya mas Rio


“Tapi mas...” ucapanku langsung dipotong olehnya dengan ciuman yang hangat.


Lanjut..👇

__ADS_1


__ADS_2