Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
terbongkar


__ADS_3

“Perhatian semuanya!!” ucap pak Rian setelah berada di luar


“Aku di sini mau memberitahu kalian sesuatu.” Tambah pak Rian


“Memberitahu kami sesuatu?! Memberitahu masalah apa ya, pak?” tanya salah satu staff


“Ehm.. Begini. Pak Direktur baru saja memberi perintah kalau laporan harus di serahkan paling lambat jam 2 siang.” Ucap pak Rian


“Apa pak? Jam 2 siang? Kenapa tiba-tiba sekali?” tanya staff tersebut


“Waduh.. Untuk alasan itu, lebih baik kalian tanyakan sendiri langsung dengan pak Ditekturnya.” Sahut pak Rian


Seketika, ruanganpun menjadi riuh.


“Ehm.. Sebenarnya, apa sih yang membuat kalian menjadi berisik seperti ini?! Daripada kalian menggerutu, lebih baik kalian kerjakan laporan kalian. Kalau laporan kalian tidak juga beres, maka kalian akan dikenakan SP (Surat Peringatan). Kalian mengerti?” gertak pak Rian


Mendengar kata-kata SP, sontak membuat seisi kantorpun menjadi diam dan masing-masing kembali kepada meja kerjanya masing-masing


Setelah menyampaikan hal itu, pak Rianpun kembali ke ruangan mas Rifan


“Gimana, pak Rian? Sudah bapak sampaikan?” tanyaku


“Sudah, Cill.” Sahut pak Rian


“Terimakasih, pak. Maaf kalau aku sudah merepotkan.” Ucapku


“Tidak apa-apa, Cill.” Sahut pak Rian


“Ya sudah.. Ya sudah.. Ayo kita makan. Aku sudah lapar nih.” Ucap mas Rifan sambil meminta bekal makanan yang sudah aku buat


“Aku boleh minta tidak?” tanya pak Rian


“Cill, kamu bawa banyak tidak?” tanya mas Rifan


“Pak Rian mau?” tanyaku


“Iya, Cill. Aku ingin sekali menyicipi masakanmu.” Ucap pak Rian


“Baiklah, pak. Ayo kita makan bersama-sama.” Ucapku


Akhirnya, kamipun makan bersama-sama.


***


Waktupun sudah menunjukkan pukul 2 siang. Sesuai dengan yang di perintahkan pak Drirektur, mereka satu persatu menyerahkan laporan hasil kerja mereka dan sesuai dengan permintaan dariku, akhirnya mas Rifan pun menolak semua laporan yang masuk.


“Pak, boleh kami bertanya sesuatu pada bapak?” tanya salah satu staf


“Boleh. Silahkan tanya saja.” Ucap mas Rifan


“Hmm.. Begini, kenapa semua laporan kami ini bapak tolak. Padahal kalau menurut saya, laporan yang kami buat ini tidak salah.” Ucap staff itu


“Jadi, kalau laporan kalian tidak salah, berarti aku yang salah. Begitu maksud kamu?” tanya mas Rifan dengan suara tinggi


“Bukan itu maksud saya, pak.” Ucap staff itu


“Kalau bukan itu, lantas apa maksud kamu?” tanya mas Rifan


“Hmm.. Itu.. Itu...” staff itu kesulitan melanjutkan ucapannya


“Sudah.. Begini saja... Pokoknya saya tidak mau tahu. Saya ingin kalian semua memperbaiki semua laporan itu sampai benar. Aku tunggu sampai sebelum pulang kerja.” Ucap mas Rifan

__ADS_1


Sebenarnya saat itu, aku sudah pulang saat mereka semua sedang makan siang. Tapi kemudian, aku datang lagi saat hampir jam pulang kantor. Ya .. Tentunya ini mengundang tanya banyak orang di sana.


“Hai... Lihat tuh si Cilla. Kenapa dia bolak balik sih ke ruangan Direktur? Bukannya dia sudah tidak bekerja lagi kan di sini?” ucap beberapa orang di sana yang melihatku datang


Sementara Reno terlihat sangat tidak suka sekali melihatku masuk ke dalam ruangan mas Rifan


“Mas, bagaimana?” tanyaku saat masuk


“Haizz.. Nyonya besar sudah datang. Sini.. Duduk di sini dekat aku.” Ucap mas Rifan


“Ish.. Mas kok ngomong begitu sih?! Siapa juga yang nyonya besar?” rajukku sambil duduk di atas Sofa


“Emangnya tidak mau di panggil seperti itu?” goda mas Rifan


“Ga.. aku ga mau mas.” Sahutku


“Ya sudah.. Ya sudah.” Sahut mas Rifan mengalah


Tak selang berapa lama, ada yang mengetuk pintu ruangan mas Rifan


“Masuk!!” ucap mas Rifan


Orang itupun masuk dan tentunya dia juga melihatku


“Ada apa?” tanya mas Rifan


“Hmm... Ini pak, laporan yang tadi bapak minta saya perbaiki.” Ucap staf tersebut


“Oh..” sahut mas Rifan dan melihat isi laporan tadi


“Maaf.. Kamu harus lembur hari ini dan kerjakan sampai benar. Kalau tidak, gajimu akan di potong.” Ucap mas Rifan


“Aduh, pak. Jangan sekarang ya. Aku sudah di tunggu pacar saya ni untuk menyelesaikan masalah kami. Kalau saya lembur nanti bisa-bisa saya putus sama pacar saya.” Ucap staf itu


“Apa itu?” tanya staf itu


“Kamu harus minta maaf sama istri saya. Gimana? Kamu mau tidak?” ucap mas Rifan


“Minta maaf? Soal apa? Lalu istri bapak siapa? Kenapa saya harus minta maaf sama istri bapak?” tanya staf itu bingung


“Oh.. Kamu kenal kok sama istri saya.” Ucap mas Rifan


“Siapa?” tanya staff itu


“Sebelum saya jawab, tolong kumpulkan semua teman-temanmu di ruang rapat. Ok.” Perintah mas Rifan


“Baiklah pak.” Sahut staf itu


Tak menunggu sampai lama, mareka sudah berkumpul di ruang rapat


“Kita ngapain di suruh kumpul di sini?” tanya Reno


“Ehm.. Ehm..” ucap mas Rifan saat memasuki ruang rapat


“Pak, kita di suruh kumpul di sini itu untuk apa ya pak?” tanya Putri


“Baiklah. Sekarang saya akan menjelaskan kepada kalian semua, kenapa kalian, saya suruh kumpul di sini.” Ucap mas Rifan


“Pertama-tama, apa kalian ingin sekali pulang ke rumah kalian?” tanya mas Rifan


“Iya.” Sahut mereka bersamaan

__ADS_1


“Ok.. Kalian tahu dimana kesalahan kalian?” tanya mas Rifan dan merekapun menggeleng tidak tahu


“Maksud bapak apa?” tanya salah satu staff


“Jadi kalian tidak tahu apa kesalahan kalian?” tanya mas Rifan


“Tidak, pak.” Sahut mereka


“Hari ini, saya perhatikan kalau kalian ini punya banyak waktu bebas ya?” ucap mas Rifan


“Waktu bebas? Kami?” ucap staf yang lainnya


“Iya. Di banding mengerjakan pekerjaan kalian, kalian malah lebih fokus untuk membicarakan orang. Bukan begitu?” ucap mas Rifan


“Tidak pak. Kami tidak sedang membicarakan siapapun. Kami hanya berdiskusi masalah pekerjaan saja, pak.” Sanggah mereka


“Benarkah? Kalau begitu, pak Rian sudah salah dengar ya?!” ucap mas Rifan


“Hmm... Pak Rian, bisa bapak jelaskan, sebenarnya tadi mereka itu barbicara apa?” ucap mas Rifan


“Tadi saya dengar mereka sedang membicarakan Cilla.” Sahut pak Rian


“Oh..” ucap mas Rifan


“Sekarang aku mau tanya kepada kalian semua. Ada masalah apa kalian dengan Cilla?” tanya mas Rifan dan mereka diam


“Saya tanya pada kalian sekali lagi. Sebenarnya, ada masalah apa kalian dengan Cilla?” tanya mas Rifan dengan nada emosi


“Kalau kalian masih tidak juga menjawab, maka jangan harap kalian bisa pulang cepat.” Ucap mas Rifan tegas


“Hmm begini, pak. Sebenarnya kami tidak ada masalah apa-apa, pak, dengan Cilla. Kami hanya bingung kenapa Cilla masih saja keluar masuk ruangan bapak. Padahal diakan sudah tidak bekerja lagi di sini. Lagipula kami berfikir, apa dia tidak memikirkan perasaan pacarnya, Reno?!” jelas staf itu


“Oh begitu. Sebelum saya jawab kebingungan kalian, saya mau tanya satu hal dulu pada kalian.” Ucap mas Rifan


“Bapak mau tanya masalah apa?” tanya staf itu


“Hmm... Saya mau tanya, siapa yang bilang ke kalian kalau Reno pacar Cilla?” ucap mas Rifan


“Reno sendiri yang bilang, pak.” Sahut staf itu


“Kapan?” Tanya mas Rifan lagi


“Sudah hampir satu setengah bulan yang lalu, pak.” Ucap staff itu


“Oh. Apa benar begitu, Ren?” tanya mas Rifan


“Iya.” Sahut Reno singkat


“Kamu membuat pernyataan seperti itu, apa kamu sudah tahu apa yang sedang di pikirkan Cilla? Apa dia juga menganggap hubungan kalian itu hubungan pacar?” ucap mas Rifan


“Maksud bapak apa?” tanya Putri


“Begini, kalian pernah ingin tahu kan aku udah punya pacar apa belum?” ucap mas Rifan dan merekapun mengangguk


“Sekarang saya akan jujur pada kalian. Awal saya masuk di sini itu saya tidak punya pacar. Tapi saya punya istri. Dialah yang membuat saya jadi mau bekerja di sini.” Jelas mas Rifan


“Oh.. Lalu apa hubungannya dengan Cilla, pak?” tanya Putri


“Karena akulah istri yang dia maksud.” Sahutku yang tiba-tiba masuk


“Apa?” Ucap mereka hampir bersamaan karena tidak percaya

__ADS_1


Bersambung..😊


__ADS_2