Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
perjanjian


__ADS_3

“Bagaimana sayang, kamu sudah merasa lebih lega sekarang?” tanya nenek setelah aku merasa jauh lebih tenang dan tidak menangis lagi


“Terimakasih nek.” Sahutku singkat


“Berhubung kamu sekarang adalah calon istri Rifan, berarti kamu itu sudah masuk kedalam anggota keluarga kami.” Jelas Nenek


“Fan, nenek berpesan sama kamu, kali ini kamu jangan bermain-main dengan banyak wanita lagi. Kamu harus setia dan sayangi Cilla dengan sungguh-sungguh.” Ucap nenek


“Baiklah nek. Rifan akan berusaha agar tidak seperti itu lagi.” Sahut mas Rifan


“Jangan Cuma usaha, tapi kamu harus benar-benar berubah.” Ucap nenek


“Baiklah nek.” Sahut mas rifan singkat


“Dan kamu Cilla. Jika si Rifan menyakiti hatimu, maka kamu harus bilang sama nenek ya.” Ucap nenek


“Baiklah nek.” Sahutku singkat


Setelah mendapatkan nasihat dari nenek, akupun berpamitan untuk pulang


“Nek, aku pulang dulu ya.” Ucapku


“Iya. Sering-sering main kesini ya. Temani nenek. Nenek kesepian.” Ucap nenek


“Ya baiklah nek, akan aku usahakan.” Ucapku


Setelah berpamitan, akupun keluar dari kamar nenek. Saat aku keluar, aku berbicara pada mas Rifan.


“Mas, jadi intinya mas bawa aku kesini itu apa?” tanyaku bingung

__ADS_1


“Jadi intinya adalah kamu bersandiwara menjadi istriku karena aku memiliki kebiasaan senang bermain wanita. Dan nenek gak menyukai hal seperti itu. Dan aku diancam akan dikirim ke luar negeri untuk sekolah lagi.” Jelas mas Rifan


“Oh rupanya mas ini playboy ya?!” ucapku


“Iya. Tapi aku punya alasan kenapa aku jadi seperti itu.” Ucapnya


“Apapun yang menjadi alasan kenapa mas seperti itu, perbuatan mas itu tetap tidak baik.” Ucapku


“Oh begitu. Jadi gimana? Masih mau bantuin aku atau ga nih?!” tanyanya


“klo aku mau bantu, apa ada surat perjanjian hitam diatas putih?” tanyaku


“Apa kamu mau ada perjanjian seperti itu? Klo mau juga ga apa-apa. Asalkan bisa buat kamu mau membantuku. Mari kita buat poin-poin yang kita inginkan lalu kita masing-masing menandatanganinya. Gimana?” ucap mas Rifan


“Baiklah. Kita akan membuatnya.” Sahutku


Setelah membicarakan masalah itu, kamipun pulang. Dalam perjalanan, kami berduapun tidak banyak bicara. Dan sesampainya dirumah, akupun langsung turun.


“Iya mas.” Sahutku singkat setelah itu, mas Rifan pun pergi


“Kenapa seperti ini sekali ya takdir dan juga nasib hidupku.” Gumamku lirih sambil membuka pintu rumah


“Haizz...” gumamku lagi sambil duduk di bangku


“Sudahlah.. Lebih baik aku jalani semua ini dengan sabat. Dan sekarang lebih baik aku beres-beres dan mandi. Lalu buat surat perjanjian yang aku mau.” Gumamku sambil mulai membersihkan rumah


Setelah beberapa saat, akupun selesai mengerjakan semuanya dan juga sudah mandi.


Kini aku duduk didepan TV sambil membawa peralatan menulis.

__ADS_1


Aku terdiam sejenak dan berfikir, jangan sampai isi perjanjian ini merugikan aku srlaku perempuan.


Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya aku mulai mencoba menulis. Isi perjanjian yang aku buat adalah


• Selama pernikahan, tidak ada kontak fisik


• Tidak boleh ada rasa cemburu dan memberikan kebebasan untuk masing-masing bersosialisasi


• Tidak boleh ada kekerasan


“ya mungkin untuk sementara ini dulu.” Gumamku


Kesokan harinya, seperti biasa, sepulang kuliah, mas Rifan selalu menungguku


“Kamu udah makan?” tanya mas Rifan


“Belum mas.” Sahutku


“Ya udah, kita makan dulu.” Ucap mas Rifan dan akupun mengangguk


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏


__ADS_2