Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
malam yang panjang 1


__ADS_3

Saat hendak meninggalkan gedung pesta, nenek tiba-tiba menggandeng tanganku.


“Ada apa nek?” tanyaku


“Hari ini, kalian harus menginap dirumah nenek. Dan baru boleh pulang klo nenek sudah mengijinkan kalian.” Ucap nenek


“Apa nek?” ucapku dan mas Rifan bersamaan


“Apa kalian tidak mau menuruti permintaan nenek tua ini?” ucap nenek memelas


“Bukan begitu nek. Hanya saja kami...” Ucapanku terpotong oleh mas Rifan


“Iya baiklah nek. Kita akan tinggal dirumah nenek sementara waktu ini.” Ucap mas Rifan


“Tapi mas, rumahku bagaimana? Trus pakaianku?” ucapku


“Untuk rumah, kan bisa kamu kontrakan. Dan masalah pakaian, kamu ga usah khawatir, nenek sudah menyiapkannya. Masalah pakaianmu dan perabotanmu yang ada dirumah, nanti akan ada orang untuk memindahkannya.” Jelas nenek


“Oh begitu.” Ucapku


“Ya ampun.. Si nenek ini, main putusin aja dari tadi.” Gumamku dalam hati


“Ayo cill, kenapa kamu masih diam aja di situ? Ayo sekarang kita pulang.” Panggil nenek


“Eh iya nek.” Sahutku sambil menghampirinya


Diperjalanan, aku masih tidak habis fikir dengan apa yang aku alami hari ini.


“Kamu kenapa sayang?” tanya nenek yang dari tadi memagang tanganku


“Aku ga apa-apa nek. Aku baik-baik saja.” Ucapku

__ADS_1


“Tapi kamu seperti sedang kepikiran sesuatu. Apa kamu sedang kepikiran masalah malam ini?” goda nenek lirih


“Mak.. Maksud nenek apa ya?” tanyaku bingung


“Ya maksud nenek itu, malam ini kan malam pengantin kalian, tentunya kamu tegang kan?!” goda nenek lgi


“Apa sih nek ini?! Jangan ngomong begitu ah. Aku kan jadi malu.” Ucapku


“Halah masa’ begitu saja malu? Nenek juga udah pernah muda, jadi tau, gimana rasanya deg-degan saat malam pengantin.” Ucap nenek dan aku hanya bisa tersenyum


Sementara mas Rifan hanya duduk diam di bangku depan bersama supir.


Sesampainya di rumah nenek, nenekpun langsung menunjukan dimana tempat tidur kami


Setelah menunjukkannya, nenek pun pergi. Sementara kami, tidak usah ditanya, kami hanya duduk di pinggir tempat tidur


“Mas, ini gimana? Aku tidur dilantai saja ya?” ucapku pada mas Rifan


“Beneran ga apa-apa nih seperti itu?” tanyaku yang secara klo aku ini hanya tamu di sini.


“Ya ga apa-apa sih. Kan sesuai dengan perjanjian kita.” Ucap mas Rifan


“Atau kamu mau kita tidur satu tempat tidur?” goda mas Rifan


“Ya ga lah. Aku ga mau. Ya udah sana, tidur di lantai.” Ucapku


“Iya.. Iya.. Aku hanya becanda kali. Ya udah aku tidur di lantai.” Ucap mas Angga


Namun disaat kami sudah di posisi akan tidur, tiba-tiba pintu kamar diketuk


“Rifan.. Cilla.. Kalian sudah tidur belum? Ini nenek buatkan susu untuk kalian.” Ucap nenek dari luar kamar

__ADS_1


“Mas.. Itu nenek. Cepetan lipat selimut dan bantalnya. Jangan sampai nenek tahu.” Ucapku lirih dan mas Rifanpun dengan sedikit panik membereskan selimut yang sudah susah payah dia tata di lantai


“Iya nek. Sebentar.” Ucapku


Setelah beberapa saat, pintu kamar aku buka.


“Nenek mengganggu kalian ya?” ucap nenek


“Oh ga kok nek. Nenek ga mengganggu kami.” Sahutku singkat sementara mas Rifan pura-pura masih ada di dalam kamar mandi


“Rifan mana sayang?” tanya nenek


“Oh mas Rifan lagi ada di kamar mandi.” Ucapku


“Oh begitu. Ya udah.. Ini ada dua gelas susu. Tadi nenek sengaja buatkan untuk kalian.” Ucap nenek sambil memberikan dua gelas susu


“Iya nek. Makasih banyak. Maaf sudah merepotkan.” Ucapku


“Ga kok. Ga repot. Klo begitu nenek keluar dulu ya.” Ucap nenek


“Iya nek. Sekali lagi makasih.” Ucapku dan nenekpun tersenyum


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen nya..🙏


__ADS_2