Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
permintaan nenek


__ADS_3

Kelas akhirnya pun selesai. Aku langsung keluar dari kelas. Namun tiba-tiba...


“Cill, tunggu sebentar.” Panggil Sari dan akupun menoleh


“Ada apa Sar?” tanyaku


“Hmm... Begini, aku pernah lihat beberapa kali kamu sedang ngobrol dengan pak Rifan. Apa jangan-jangan kamu orang yang dia maksud?” tanya Sari


“Aduh... Gimana nih?! Belum-belum udah jadi masalah begini.” Gumamku dalam hati


“Cill, kamu denger aku ga?” tanya Sari


“Oh iya, aku denger kamu kok.” Sahutku


“Trus klo denger, jawabannya apa?” tanya Sari


“Hai kalian berdua, kenapa masih di sini dan belum pulang?” tanya mas Rifan yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


“Untung.. Untung...” gumamku dalam hati


“Eh bapak?! Bapak sendiri belum pulang?” tanya Sari


“Belum. Lagi tunggu istri. Lama banget.” Ucap mas Rifan nyindir aku


“Istri? Jadi yang tadi bapak maksud orang yang bapak cintai itu ternyata istri bapak sendiri?!” tanya Sari yang ga percaya


“Iya. Memangnya kamu kira siapa?” tanya mas Rifan ganti


“Waduh.. Waduh mulai panas nih. Kabur ah.” Gumamku dalam hati yang langsung cepat-cepat pergi tempat itu

__ADS_1


“Hai, kamu mau kemana?” panggil mas Rifan saat melihatku pergi


“Aku mau pulang pak.” Sahutku dengan berteriak dan mas Rifanpun geleng-geleng


“Pak, emang istri bapak ada di kampus ini juga?” tanya Sari


“Iya. Tadi dia ikut ke sini. Ya udah, kamu cepat pulang. Aku mau cari istriku lagi.” Ucap mas Rifan yang langsung pergi


“Aduh kamu ini kemana sih sayang?” ucap mas Rifan yang sengaja suaranya dikencangkan agar Sari bisa mendengarnya


Sesampainya di mobil, mas Rifan langsung menyalakan mobil.


“Cill, kamu tega tinggalin aku tadi.” Protesnya saat dalam perjalanan


“Kan aku udah bilang, aku malas berebut. Kaya anak kecil aja.” Sahutku


“Lagian siapa juga yang suruh kamu berebut. Suka atau belum suka, cinta atau belum cinta, aku ini udah pilih kamu. Kamu harus ingat itu.” Ucapnya tegas


Saat sampai di rumah, ternyata nenek menunggu kami


“Nenek belum tidur?” Tanyaku saat masuk ke dalam rumah dan bertemu nenek


“Belum sayang. Nenek sengaja menunggu kalian pulang. Ada hal yang ingin nenek sampaikan pada kalian.” Ucap nenek


“Ada apa nek?” tanya mas Rifan


“Fan, Cill, nenek sudah tua. Nenek ingin sekali bisa melihat anak kalian sebelum nenek meninggal.” Ucap nenek lirih


“Nenek ini ngomong apa? Jangan begitu. Nenek akan hidup lebih lama lagi. Nenek harus janji.” Ucapku sambil memeluk nenek

__ADS_1


“Nenek juga inginnya seperti itu, tapi semakin lama kondisi kesehatan nenek semakin menurun. Jadi nenek minta pada kalian, segeralah punya momongan. Nenek pingin melihat dan menggendongnya.” Ucap nenek


“Iya nek. Kami akan berusaha sebisa kami. Nenek berdoa saja ya.” Ucap mas Rifan dan nenek pun mengangguk sambil tersenyum


Saat di dalam kamar, aku hanya terdiam di pinggir kasur. Merenungi setiap kejadian hari ini


“Kamu kenapa Cill?” tanya mas Rifan yang menghampiriku dan kemudian duduk di sampingku


“Mas, hari ini terlalu banyak hal yang membuatku tidak tahu harus bagaimana?!” ucapku


“Maksudnya?” tanya mas Rifan


“Mas, mungkin saja buat mas, mas bisa sabar nunggu aku. Tapi bagaimana dengan nenek?” ucapku lirih dan mas Rifanpun juga diam karena tidak tahu harus bagaimana


“Jujur mas, aku takut. Jika saat aku berusaha mencintaimu, mas tiba-tiba mengkhianatiku, gimana? Bukan aku ga percaya sama mas, tapi aku masih trauma. Rasanya sakit mas.” Ucapku yang tanpa aku sadari, aku menangis


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Rifan ya?!

__ADS_1


Tunggu di next...


Jangan lupa coment dan juga like nya ya...🙏


__ADS_2