
“Cill, kamu kok diam aja?” tanya mas Rifan
“Hmm ga ada apa-apa kok.” Sahutku
“Klo ga ada apa-apa, kenapa kamu diam aja?” tanya mas Rifan
“Hmm... Itu, aku sedang kepikiran tentang ucapan teman-teman di kantor tadi.” Ucapku
“Ucapan yang mana Cill?” tanya mas Rifan ingin tahu
“Mereka bilang klo Reno ngaku-ngaku jadi pacar aku.” Sahutku
“Ciiit...” mobil mendadak direm
“Aduh... Mas ini kenapa sih?” tanyaku kesal karena kepalaku terbentur
“Tadi apa kamu bilang?” tanya mas Rifan.
“Bilang yang mana?” tanyaku
“Yang barusan kamu ucap.” Ucap mas Rifan
“Yang mana?” tanyaku yang ga ingat
“Yang tadi.. Yang tadi kamu bilang klo Reno ngaku-ngaku jadi pacar kamu.” Jelas mas Rifan
“Oh yang itu. Iya mas. Aku juga terus kepikiran masalah itu.” Ucapku
__ADS_1
“Benarkan apa yang aku bilang. Kamunya sih ga percaya. Terus sekarang kamu suka ga sama dia?” tanya mas Rifan yang sebenarnya khawatir aku beneran suka
“Kan aku pernah bilang ke mas, klo aku nganggap dia itu hanya sebatas sahabat saja. Ga lebih.” Ucapku
“Tapi apa buktinya sekarang?!” ucap mas Rifan kesal
“Aku juga ga tahu kenapa bisa jadi begini. Ga mungkin juga kan aku bilang klo aku udah punya suami. Secara kita sendiri Cuma sandiwara.” Ucapku lirih
“Dan ga mungkin juga kan aku bilang aku udah punya pacar. Trus klo dia tanya pacarku siapa, bagaimana?! Apa yang harus aku jawab? Ga mungkin juga kan aku bilang klo aku pacarnya bos? Secara tadi dikantor ada yang bilang klo ada yang mau daftar jadi pacarmu, mas. Aku paling males kalo rebutan begitu. Kaya anak kecil aja.” Ucapku
“Oh begitu ya?!” ucap mas Rifan dan akupun mengangguk
“Ni perempuan bodoh apa bodoh sih?! Apa dia ga bisa ngerasain perasaanku? Lagian kan aku udah bilang klo sandiwara ini sudah ga berlaku. Apa dia pikir klo yang aku bilang itu Cuma bercanda?!” guman mas Rifan dalam hati
Lalu sepanjang perjalananpun kami hanya diam dan tenggelam dalam pikiran kami masing-masing
“Mas, lebih baik tadi turunkan aku di gerbang kampus aja.” Protes ku masih di dalam mobil
“Memangnya kenapa Cill?” ucap mas Rifan
“Bukan apa-apa mas, tapi aku takut klo sampai ketahuan sama fansmu.” Jelasku
“Takut? Takut kenapa? Kita kan ga berbuat dosa. Lagipula, kamu itu kan istriku.” Ucap mas Rifan
“Aku tahu mas. Tapi mereka kan ga tahu masalah itu. Lagipula kita kan Cuma sandiwara.” Ucapku yang lagi-lagi bicara masalah itu
“Cill, kamu ini perempuan. Tapi sebagai perempuan kamu itu ga peka.” Ucap mas Rifan
__ADS_1
“Ga peka gimana maksud mas?” tanyaku yang sebenarnya tahu arah pembicaraannya
“Cill, kamu itu ga tahu atau pura-pura ga tahu sih?” ucap mas Rifan yang semakin kesal denganku
“Mas, udahlah. Ga usah bertele-tele. Langsung aja ngomong. Mas itu maunya apa?” ucapku yang Cuma ingin memastikan lagi
“Hadeuh Cilla.. Cilla.. Kamu lupa ya dengan omonganku yang tadi pagi?” tanya mas Rifan
“Omongan mas yang mana ya?” tanyaku
“Cill, dengar ini baik-baik dan ingat. Mulai dari saat ini sampai seterusnya, status kita itu bukanlah sandiwara lagi. Karena aku udah benar-banar jatuh cinta sama kamu dan berniat untuk mengejar kamu dari awal lagi.” Jelas mas Rifan serius sambil memegang kedua pundakku dan menatapku.
Akupun saat itu hanya terdiam membatu. Tidak tahu harus bilang apa.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏
__ADS_1