
“Kamu kenapa Cill? Kok mukul-mukul kepalamu sendiri? Kamu pusing?” tanya Reno
“Oh ga apa-apa Ren. Aku baik-baik saja.” Sahutku
“Oh syukurlah klo begitu. Aku kira kamu lagi pusing.” Ucap Reno
“Iya aku ga apa-apa kok.” Ucapku lebih memastikan lagi
Saat beberapa menit kemudian, bel jam masuk kantorpun berbunyi. Seluruh karyawanpun melakukan pekerjaannya seperti biasanya.
Disaat kami sedang serius dengan pekerjaan kami, tiba-tiba seseorang bersama dengan wakil Direkturpun datang.
“Permisi.. Perhatian semuanya.” Ucap pak Rian si wakil Direktur
“Kalian tentu belum banyak tahu dan kenal tentang Direktur kalian bukan?! Sekarang akan saya perkenalkan pada kalian semua, ini ada adalah Rifan, Direktur kalian.” Jelas pak Rian
“Dia memang selama ini ga pernah masuk dikarenakan sekarang dia sedang mengajar disalah satu kampus yang bekerjasama dengan kita.” Jelasnya lagi
“Nah sekarang dia sudah bisa mengatur jadwal mengajarnya di kampus, jadi dia pun sudah bisa menjalankan tugasnya sebagai Direktur di kantor ini. Bukan begitu pak Direktur?” ucap pak Rian
“Ya benar sekali. Lagi pula, aku disini pun karena ada alasan lain.” Ucap mas Rifan
“Alasan lain apa ya pak?” celetuk salah satu karyawan
“Alasannya karena demi menyambung hidup.” Sahut mas Rifan sambil melirik ke meja kerjaku yang berada agak jauh.
Sementara waktu itu, aku tidak mau ikutan heboh lihat siapa itu Direktur baru. Ga tertarik.
“Ah Bapak bisa aja.” Ucap karyawan itu lagi
__ADS_1
“Oh ya pak, boleh kami bertanya tentang sesuatu ke bapak?” tanya karayawan lainnya
“Boleh. Mau tanya apa?” ucap mas Rifan
“Bapak udah punya pacar? Atau istri gitu?” tanya karyawan itu
“Punya atau tidak, itu tergantung dari usahaku saat ini.” Ucap Mas Rifan
“Maksud Bapak, bapak sekarang lagi mengejar seseorang?” tanya karyawan itu lagi.
“Iya begitulah.” Sahutnya
“Berarti kita yang disini ga punya kesempatan donk?!” ucap karyawan itu
“Oh.. Kalian juga ma daftar ya?” tanya mas Rifan tebar pesona
“Huh dasar narsis. Playboy kaya buaya darat.” Celetukku sambil masih menghadap ke Komputer tanpa tahu siapa yang udah disinggung. Secara aku refleks seperti itu karena udah fasih dengan mas Rifan
“Hai cill, kamu tadi tau ga yang kamu singgung itu siapa?” ucap Reno mencoba menyadarkanku
“Ga tahu, ga mau tahu dan ga perlu tahu.” Sahutku yang masih menghadap ke komputer
“Hadeuh..” ucap reno singkat sambil tepok jidat
“Ehm.. Ehm.. Kamu..!!” panggil mas Rifan dan akupun ga juga menengok
“Maksud Bapak saya?” tanya Reno
“Bukan, itu yang lagi duduk dan menghadap komputer.” Sahut mas Rifan
__ADS_1
“Oh maksud bapak, Cilla?” tanya Reno
“Iya, cilla.” Ucap mas Rifan
“Cill, kamu dipanggil sama bos tuh.” Ucap Reno
“Bentar ah. Nanggung.” Sahutku dan mas Rifanpun geleng-geleng
“Cilla... Kamu berani ya. Sekarang kamu datang ke kantor saya. Saya tunggu..!!” ucap mas Rifan yang meninggikan suaranya lalu masuk ke dalam ruangannya dengan membanting pintu
Sontak membuat semua karyawan yang ada disitu menjadi takut.
“Cill, lo berani benar buat bos marah.” Ucap salah satu karyawan saat aku selesai dengan pekerjaanku
“Iya, lo ga takut apa bakalan dipecat?” sahut karyawan yang satunya lagi.
“Ngapain juga takut? Pecat ya pecat.. Tinggal cari kerjaan yang baru. Bereskan.” Sahutku santai tanpa tahu klo orang yang aku singgung itu mas Rifan
“Udah ah. Aku mau ke bos dulu. Sekalian pingin tahu wajah tu Direktur baru.” Ucapku santai sambil berjalan ke arah kantor Direktur
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa likevdan comen nya...🙏