Dibalik Sandiwara Ada Cinta

Dibalik Sandiwara Ada Cinta
Gombal 2


__ADS_3

Sesuai dengan omongannya, Renopun mengantarkanku ke kampus.


Sesampainya di kampus, aku pun langsung mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarku.


“Cill, ntar pulang dari kampus jam berapa?” tanya Reno


“Klo boleh tahu emang ada apa ya?” tanyaku


“Aku mau ngajak kamu dinner.” Jawabnya


“Dinner?” ucapku


“Iya. dinner. Apa kamu mau dinner sama aku?” tanyanya


“Aduh maaf banget nih Ren, aku kaya’nya ga bisa. Aku harus pulang cepat hari ini. Mungkin lain waktu aja kali ya.” Ucapku


“Oh begitu ya? Ya udah. Tapi lain waktu, kamu janji ga akan ada penolakan lagi.” Ucap Reno


“Ya lihat gimana nanti aja deh.” Sahutku


“Udah ya. Aku mau masuk nih. Udah terlambat.” Ucapku yang memang terburu-buru


“Ya udah klo begitu. Ntar klo begitu, pulangnya hati-hati.” Ucap Reno


“Iya makasih.” Ucapku


Setelah itu, Renopun pergi dan aku sendiri langsung masuk ke kelas


“Syukurlah tidak terlambat.” Ucapku sambil mengelus dada


“Buru-buru lagi tadi ya?” ucap seseorang tiba-tiba di telinga


“Aduh.. Duh...” ucapku kaget


“Bapak..!!” spontan aku memanggilnya seperti itu


“Eit.. Bapak??” ucapnya...


“Awas kamu ya nanti pulang kuliah.” Ucap orang itu yang ternyata mas Rifan


“Baiklah.. Sekarang kita mulai kelas kita.” Ucapnya pada semua mahasiswa yang ada di ruangan itu

__ADS_1


Seketika satu ruangan itupun terkejut karena ternyata yang menjadi dosen adalah mas Rifan, si dosen yang terkenal dengan para gadis yang mengincarnya


“Haiz.. Kok dosen hari ini tuh dia sih. Lha dosen yang biasanya kemana?” gumamku dalam hati sambil menunduk


“Hai kamu, kamu yang duduk di sana.” Ucap mas Rifan menunjuk ke arahku


“Saya pak?!” tanyaku


“Iya kamu. Kesini sebentar.” Ucap mas Rifan dan akupun langsung menghampirinya


“Ada apa ya pak?” tanyaku bingung


“Kamu bisa ga ambilkan saya kopi yang ada di atas meja saya?” ucap mas Rifan


“Kenapa harus saya pak yang bapak suruh?” ucapku protes


“Kamu ga mau?” tanya mas Rifan


“Bukan ga mau pak. Tapi kan saya jadi kehilangan beberapa materi yang bapak ajarkan.” Ucapku beralasan


“Benarkah seperti itu? Atau... kamu ga mau melewatkan wajah tampan saya ini?” goda mas Rifan


“Gimana? Mau ga nih ambilkan kopinya?” ucap mas Rifan


“Iya.. Iya.. Aku ambilkan.” Sahutku kesal


“Dasar..!!” ucapku sewot tapi lirih sambil pergi ke luar


Sementara itu mas Rifan hanya tersenyum melihat tingkahku


“Cilla, kamu itu ya..” gumamnya dalam hati


Setelah beberapa saat, akupun kembali dengan membawakannya segelas kopi.


“Ini bos, kopi yang tadi bos minta.” Ucapku kesal


“Makasih..” ucapnya


“Ya sayang..” lanjutnya dengan lirih


“Huwek...” sahutku seketika

__ADS_1


“Kenapa kamu cill? Masuk angin?” tanya salah satu mahasiswa di ruangan itu


“Iya nih, aku masuk angin.” Sahutku


“Puas mas.” Sahutku kesal dengan suara lirih


“Hehehehe...” ucapnya


Akupun kemudian kembali ke tempat duduk.


Setelah beberapa waktu kemudia, kuliahpun selesai. Akupun langsung keluar dari kelas.


Di luar, ternyata sudah ada yang menghadangku.


“Hello cantik, mau pulang ya?!” ucap orang itu dan akupun menengok ke arah sumber suara


“Ya ampun mas. Jangan begini kenapa?” Ucapku


“Memangnya kenapa? Ga boleh?” tanya mas Rifan


“Bukan ga boleh. Tapi aku ga biasa aja menerima perlakuan begini dari mas.” Ucapku


“Kamu ga suka ya?” tanya mas Rifan


“Bukan ga suka mas. Tapi aku jadi ngerasa aneh aja. Masalahnya mas yang kemarin-kemarin tuh ga kaya begini.” Ucapku


“Emang aku yang kemarin tuh seperti apa?” tanya mas Rifan


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like ran coment nya...🙏

__ADS_1


__ADS_2