
Edgar pergi menuju kamar ibunya dengan raut wajah yang sulit bisa ditebak, sedangkan Bu Clarissa menganggap Edgar senang mendengar kehamilan Nara.
Nara yang sedang tidur beristirahat di kamar Bu Clarissa terkejut melihat Edgar sudah berdiri dihadapannya ketika ia membuka matanya sedikit, terbangun dari terlelap ya. Nara pun langsung bangun dan duduk sambil menatap Edgar heran.
Wajah Edgar pun datar menatap dirinya, Nara tidak tahu maksud Edgar datang sekarang.
"Kenapa kau menatapku seperti itu??" Kata Edgar yang memulai pembicaraan
"A-aku tidak tahu." Jawab Nara memalingkan wajahnya dan gugup
"Aku masih memberimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya, Sebelum aku yang bertindak. Apa kau ingin mengatakan sesuatu pada kami?" Tanya Edgar penuh tanda tanya
"A-apa maksudmu aku tidak me-mengerti." Kata Nara
"Jangan berbohong denganku."
"Aku berkata benar aku tidak mengerti maksudmu."
Bu Clarissa yang menyaksikan itu pun keheranan dengan sikap Edgar.
"Aku mendengar kau sedang hamil, Apakah benar." Tanya Edgar demikian
"I-iya, I-itu benar." Jawab Nara tidak melihat wajah suaminya
__ADS_1
"Dan siapa Ayahnya?" Lanjut Edgar bertanya membuat tercengang
Nara dan Bu Clarissa pun terkejut mendengar pertanyaan Edgar.
"Kenapa Kak Edgar menanyakan ini, Apa dia sudah tahu jika aku sedang berbohong?" Kata Nara dalam hati
"Edgar kau ini kenapa? Sudah jelas anak yang di dalam rahimnya adalah anakmu, dan sikap mu seolah-olah tidak menganggapnya." Kata Bu Clarissa ikut campur
"Aku ingin kau menjawabnya dengan jujur Nara Qirani, anak siapa yang sedang kau kandung itu?" Paksa Edgar mendesak Nara
"Nara jawab saja nak, ini adalah anaknya Edgar." Kata Bu Clarissa pada Nara dengan lembut
"Aku harus menjawab apa, Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan." Kata Nara dalam hati
"Bohong, Kau sudah berbohong!!" Hardik Edgar
"Kau mengatakan anakku? Apa aku tidak salah dengar saat ini? Telinga ku masih ada di samping kepala ku, Bukan? Aku tidak mengakui anak itu..."
"Tapi kenapa??" Tanya Bu Clarissa
"Karena dia sudah berbohong!! Selama kita menikah hal itu tidak pernah aku lakukan tubuh suci ku ini membiarkan untuk menyentuhmu sekali pun. Dan tidak pernah membiarkanmu tidur di ranjang ku." Hardik Edgar marah hingga urat di lehernya terlihat
"Tapi ... Aku ..."
__ADS_1
"Tapi apa, Kau ingin menjelaskan bahwa aku sedang mabuk lalu tanpa sadar aku menyentuhmu dan sudah meninggalkan jejak bahwa kau sudah menjadi istriku seutuhnya? Lalu, hasilnya saat ini kau sedang hamil, begitu yang ingin kau jelaskan??" Sarkas Edgar sangat marah pada Nara
"Tidak. Aku tidak i-..."
"Aku tahu sifat dan sikap wanita pelacur sepertimu. Di luaran sana kau pasti bermain dengan laki-laki hidung belang. Dan anak ini adalah salah satu dari hasil perbuatan mu menjual diri pada mereka." Sarkas Edgar menghina
"SUDAH CUKUPP!!!!" Teriak Nara pada Edgar yang terus mendesaknya
"Ya. Memang benar anak yang sedang aku kandung ini bukan anakmu. Aku sudah berbohong pada kalian." Jelas Nara yang berkata jujur
Bu Clarissa yang mendengar pernyataan Nara sangat terkejut dan tidak menyangka. Sedangkan Edgar, ia terlihat senang dengan pernyataan Nara bahwa apa yang ia curiga kan ternyata benar adanya.
"Akhirnya kau mengakui dan membuka sisi sifat aslimu yang lugu tapi tak banyak tahu kau bertolak belakang dengan kelihatannya."
"Jika kalian ingin tahu, Aku akan beritahu kebenarannya, Benar apa yang dikatakan olehmu Tuan Edgar terhormat, anak ini adalah hasil wanita pelacur sepertiku dengan laki-laki hidung belang, dan sebenarnya usia kandunganku sudah dua bulan dan bukan dua minggu. Sebelum menikah denganmu aku sedang hamil, Aku mengelabui keluarga kalian karena aku ingin menikah dengan orang kaya seperti mu agar kehidupanku senang di atas kehamilan di luar nikah ku. Agar tidak perlu bekerja di tempat kelam seperti itu lagi." Kata Nara yang malah membiarkan orang lain tersenyum kemenangan dengan omong kosongnya
"Aku berpikir aku sedang hamil akan banyak kebutuhan untuk ku sekaligus anakku nanti. Orang yang menghamili ku tidak menerimaku dan anaknya, Aku frustasi. Maka aku menyetujui menikah denganmu dan berencana menyembunyikan kehamilanku, dan setelah dua minggu kemudian aku akan memberitahu bahwa aku sedang hamil, tapi dengan menyembunyikan usia kehamilanku yang sebenarnya agar kalian menganggap aku akan melahirkan anak pewaris harta keluarga kalian yang akan jatuh ke tangan anak ku." Lanjut Nara lagi
Bu Clarissa yang sedari tadi mendengar pernyataan Nara langsung refleks memukul pipi Nara dengan sangat keras.
"Dasar wanita tidak tahu diri. Jadi ini sifat mu yang asli, Aku menganggap mu wanita yang beradab, lugu, dan baik, tapi ternyata itu semua bertolak belakang dengan apa yang kau tunjukan pada kami. Kau sudah berani mempermainkan keluarga kami dengan kelicikan dan kehamilanmu ini, apa yang kau ingin, uang kan... Jika kau hanya ingin uang minta saja pada kami, kami akan memberikan berapa pun yang kau inginkan, tapi jangan rendahkan harga diri kami yang memiliki seorang putra berpendidikan dan berwawasan tinggi membiarkan menikah dengan wanita pelacur sepertimu. Aku sangat kecewa sudah mempercayaimu sebagai wanita baik-baik." Marah Bu Clarissa karena terlalu sakit hati
Semua orang pun percaya dengan omong kosong Nara tadi, Membuat Nara merasa bersedih. Nara sebenarnya berkata bohong pada Edgar dan Bu Clarissa yang kini membencinya, seperti yang kita ketahui semua kejadian dan akibat ini disebabkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Alasan Narw mengatakan apa yang tidak sesuai dengan kenyataan bukan tanpa sebab.
__ADS_1
Nara mengakui jika ia sangat bersalah pada keluarga Pak Abraham yang selama ini ia tipu. Oleh karena itu, Ia ingin membuat semua orang membencinya, karena ia berpikir tidak pantas mendapat perlakukan baik terutama dari Bu Clarissa dan ingin membuat Edgar semakin benci padanya.