
Hari ini adalah kepulangan Pak Bambang dari luar kota. Dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu sebelum menemui Rachel di rumah Edgar.
Sesampainya di komplek perumahan tempat tinggalnya dari kejauhan dalam mobil ia tidak melihat sama sekali bentuk rumahnya, ia ingat tempat rumahnya itu di sana. Semakin dekat, dan Pak Bambang turun dari mobil, warga sudah berkerumun disekitar rumahnya.
Pak Bambang sangat terkejut melihat rumahnya hangus terbakar. Ia pun menanyakan pada salah satu warga apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Pak Bambang
"Pak Bambang kau dari mana saja? Kemarin malam rumah anda kebakaran, Pak." Kata warga 1
"Siapa... siapa yang melakukan ini?" Pekiknya terkejut
"Api menyala begitu saja, Pak. Kami tidak tahu apa yang menyebabkan rumah anda kebakaran. Sampai saat ini polisi belum menemukan apa penyebab kebakaran rumah bapak." Kata warga 2
"Dan Pak, apa di rumah bapak ada seseorang." Tanya warga 1
"Tidak ada, memangnya ada apa?"
"Lalu, siapa yang meminta tolongg..." Heran warga 2
"Tolong kalian jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?"
"Kemarin malam dilantai atas kami mendengar suara seseorang yang teriak meminta tolong, Pak. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa api itu sudah besar dan pemadam kebakaran tak kunjung datang Pak, mungkin jika ada orang, orang tersebut sudah mati terbakar, Pak."
__ADS_1
"Apaa?... Tapi istri saya sedang ada di luar negeri, saya baru pulang dari luar kota, dan pembantu saya pun pulang ke kampung halamannya. Dan anak saya berada di rumah Pak Abraham ."
Selain Pak Bambang yang bingung, semua warga yang mendengar penjelasan Pak Bambang pun ikut kebingungan.
Edgar bangun pagi sekali, setelah bersiap-siap, ia langsung terburu-buru menuju rumah Rachel.
Dan tak lama kemudian Edgar sampai di kediaman Pak Bambang, ia pun terkejut melihat rumah Pak Bambang habis terbakar dan bertanya-tanya.
Edgar pun menghampiri Pak Bambang yang sedang berbincang dengan para warga.
"Nah ini dia, mereka sudah datang." Kata Pak Bambang yang menyadari kehadiran Edgar dan pasti membawa Rachel
"Paman, apa yang terjadi, kenapa rumah Paman... Bagaimana keadaan Rachel Paman?" Tanya Edgar
Mendengar Pak Bambang menanyakan Rachel ia pun tertegun.
"Ta-tapi Paman, Rachel tidak bersama dan tidak tinggal denganku kemarin."
"A-apa ma-maksud Rachel tidak bersamamu kemarin malam Edgar, sudah jelas kau setuju untuk menjaga Rachel dan tinggal di rumah mu." Gertak Pak Bambang dengan suara nada gemetar
"Aku sudah membawanya kemarin ke rumahku, Paman. Tapi saat malam dia memintaku untuk mengantarkannya pulang saja, lalu karena dia terus memaksa maka aku menyetujui permintaannya... Dan Rachel di mana dia sekarang, Paman?"
Mendengar penjelasan Edgar, Pak Bambang pun bagai tersambar petir, badannya gemetar, jantung yang berdebar begitu cepat dan tubuh yang menjadi lemas, pikiran Pak Bambang pun menjadi kacau.
__ADS_1
Refleks tangan Pak Bambang pun menampar Edgar begitu keras sampai telinga Edgar pun berdenging.
Plakkkk...
Tamparan Pak Bambang kepada Edgar begitu keras sampai para warga yang sedang membereskan bongkahan melirik ke arah mereka dan berdiam diri, sampai sangkar burung yang ada di ranting pohon terjatuh, tamparan itupun membuat Edgar mengeluarkan darah dari mulutnya.
Amarah Pak Bambang pun tak lagi terbendung ia memarahi Edgar. Dengan berkaca-kaca, wajah memerah Pak Bambang mengatakan amarahnya pada Edgar.
"Kau masih menanyakan putriku ada di mana.. lihat kesana... lihat! Putriku sudah mati hangus terbakar bersama rumah ini." Nada tinggi Pak Bambang dan menunjuk-nunjuk kearah rumahnya yang sudah terbakar
Dengan menahan rasa sakit bekas tamparan Pak Bambang dan darah yang terus mengalir dari mulutnya, Edgar pun terkejut seperti luncuran anak panah yang berapi tepat sasaran menembus jantungnya setelah mendengar Rachel tidak bersama Pak Bambang, matanya memerah dan badannya gemetar.
Setelah mematung kan diri lama menerima kenyataan Edgar pun berlari menerobos masuk kedalam rumah Pak Bambang sudah terbakar tanpa menghiraukan larangan garis polisi dan hadangan para warga yang menahan Edgar untuk masuk, dengan sekuat tenaga ia melepaskan tahanan para warga yang memegangi nya dan warga pun terjatuh karena tak kuat dengan dorongan dan pemberontakan Edgar. Ia pun masuk kedalam rumah terbakar itu.
Sedangkan Pak Bambang terduduk lemas sambil menangis tersedu-sedu atas kehilangannya Rachel.
Dan para warga pun menyadari bahwa orang yang teriak meminta tolong malam tadi adalah putri pak Bambang yaitu Rachel.
"Putrikuu... Putriku sudah tiada." Kata Pak Bambang yang terduduk lemas sambil menangis
Di dalam rumah pak Bambang yang sudah tak memiliki rupa lagi, ia melihat pak polisi yang sedang mengotopsi dan membereskan sesuatu kedalam kantung otopsi dan Edgar menyadari bahwa para polisi itu sedang mengambil satu persatu tulang belulang, rangka dan lainnya yang menghitam tapi tidak hancur karena terbakar dan mengira bahwa itu kerangka Rachel yang mati hangus terbakar.
Edgar pun menghampiri para polisi itu dengan langkah gusar tak berdaya sambil mata berkaca-kaca menahan tangis.
__ADS_1