Dihamili Kakak Senior

Dihamili Kakak Senior
38. Malaikat Penyelamat


__ADS_3

"Kau bisa di sini. Aku akan tinggalkan sebentar. Dan ingat, jangan bertindak gegabah!" Pungkas Farel mewanti-wanti apabila Nara melakukan tindakan pengkhianatan yang bisa saja menolong Edgar selepas ia pergi.


Hanya tinggal tersisa dua orang di sana. Nara hanya berkaca-kaca melihat Edgar yang tak berdaya, terlihat meringis, menahan rasa sakit di sikut tangan, matanya masih sibuk mencari tahu penerangan karena tertutup kain. Nara yang ia rasakan saat ini saja hanya rasa sesak dan pengap, sunyi mencekam. Apalagi dengan Edgar yang sudah berhari-hari.


Ruangan seperti gorong-gorong pembuangan limbah, tubuhnya semakin berdigik ngeri karena seekor kaki seribu baru saja merayap menyusuri kakinya. Nara terus saja merasa jijik dan menggenggam erat tangannya. Lantai yang ia pijak basah berwarna hitam pekat seperti air comberan.


Kedua lengan tangan Edgar yang awalnya terlihat berotot berubah menjadi kurus kering, tubuhnya keras bagai tiang beton. Satu hal yang terlintas di otak Nara, melihat tubuh Farel dalam balutan kaos singlet, Nara hanya menggambarkan pria itu seorang iblis yang siap menghabisi Edgar sebagai musuhnya.


Nara menelusuri tempat mencekam itu dengan perut membesarnya. Udara dingin terus saja menusuk-nusuk kulitnya. Nara mencari-cari keberadaan Farel yang dikatakan hanya pergi sebentar di setiap ruangan kotor dan tidak terawat yang ada.


Hingga sampailah ia di sebuah ruangan yang cukup terawat dan terdapat fasilitas seperti meja, kursi, dan senjata-senjata tajam. Farel yang berstatus sebagai mahasiswa semester tiga menjelma sosok mafia yang ditakuti.


Pria bawahannya itu sedang mengasah sebuah besi sampai tajam mengkilat. Farel dengan bawahannya yang lain sedang membicarakan hal serius.


Nara cukup berani untuk menguping dan mengawasi gerak-gerik mereka dibalik dinding yang tidak jauh dari tempat keberadaan mereka, berharap ada informasi yang bisa dia dapatkan.


"Kita harus segera bertindak sebelum semua orang menyadari keganjalan ini, dan jika hal itu terjadi maka kita yang akan mendapatkan imbasnya." Bicara Farel yang terdengar Nara menguping di luar.


"Tuan sendiri sudah membawa seorang wanita yang merupakan keluarganya masuk. Bisa saja dia datang hanya untuk mengelabui anda dan menyelamatkan suaminya itu." Balas bawahan perbincangan mereka.


"Dia juga sama seperti ku korban dari keserakahan mereka dan dia sendiri berkata bahwa dia berada di pihak ku. Kau tidak perlu khawatir, maka itu artinya sebelum terlambat kita harus bertindak." Jawab Farel sepenuhnya mempercayai Nara yang tidak mungkin berbuat gegabah.


Lalu, kembali berkata dengan menggertak...

__ADS_1


"Dan kau, cepat segera asah besi itu menjadi sangat tajam. Kita tidak ada waktu banyak untuk cepat membunuh kedua makhluk itu. Bagaimanapun Edgar si pria bajingan itu harus segera mati!!" Gertak Farel penuh penekanan dan ambisi kuat.


Ternyata rencana B yang di maksud Farel yaitu membunuh Edgar dan satu lainnya entah siapa. Nara yang mendengar rencana pembunuhan Farel tentu sangat terkejut sampai ia tercekat. Seluruh tubuhnya semakin bergetar karena Farel sedang tidak bermain-main dengan ucapannya, ia sendiri melihat bagaimana besi itu sedang diasah tajam di depan matanya untuk digunakan pada seseorang yang akan dibunuh.


Nara menutup mulutnya kuat-kuat agar dirinya yang syok dan sedang menguping itu tidak terpergok oleh Farel. Langkahnya dengan berat mundur-mundur kecil untuk meninggalkan tempat itu.


Untung saja ia bisa pergi tanpa menimbulkan suara apapun yang membuat dirinya dalam bahaya jika Farel dan anak buahnya tahu ada Nara yang sedang menguping.


"Kak Edgar akan di bunuh?? I-ini tidak boleh sampai terjadi. Tapi..." Nara berhasil menjauh dan tetap syok, ia menyadari akan satu hal mengenai Farel yang akan membunuh keduanya. Apa maksud dari keduanya? Apakah ada tawanan lain yang sedang berada di ujung tombak selain Edgar di sana?


"A-ak-aku harus mengadu pada siapa? Ya. Aku harus menelepon keluarga di rumah, hanya mereka yang bisa membantu ku untuk menolong Kak Edgar dan melawan Farel saat ini. Sebelum mereka datang aku harus sudah memberitahu mereka jika Kak Edgar dalam bahaya." Ujar Nara.


"Di mana handphone ku? Aku menyimpannya tadi di tas dan aku tinggalkan di tempat Kak Edgar berada." Ia mencari-cari handphone miliknya di saku dressnya dan tidak berhasil ditemukan. Nara pun bergegas cepat kembali ke ruangan Edgar terkurung.


Saat dalam panggilan hanya tersambung, dan Bu Clarissa sama sekali tidak ada tanda untuk menjawab panggilan dari Nara itu. Nara semakin khawatir dan tergesa-gesa, ia beberapa mematikan dan menyambungkan panggilannya menelepon Bu Clarissa dan tetap saja tidak diangkat sampai 5 kali ia coba.


Nara tidak menyerah sampai di sana karena berusaha Bu Clarissa bisa mengangkat teleponnya itu sangat nihil dan membuang-buang waktu maka dengan cepat Nara meninggalkan pesan masuk pada ibu mertuanya yang diharapkan ia baca.


Awalnya Nara pikir ia akan sempat berada di pihak Farel, namun setelah mendengar Farel akan membunuh Edgar maka Nara mengurungkan niatnya untuk membalaskan dendam rasa sakitnya yang diperlakukan tidak baik oleh Edgar. Meski bagaimanapun ia berpikir bahwa Edgar adalah suaminya!


Sontak Nara membuka penutup mata Edgar dan ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya hingga berhasil terlepas.


Dengan mata buram, kelemahan dan pucat pasinya, Edgar samar-samar mendengar suara dan melihat sosok orang yang sedang membantunya itu. Tubuhnya masih tidak stabil karena kelemahan akibat tidak diberi makan beberapa hari.

__ADS_1


"Kak Edgar, kau tenang saja. Aku mendengar percobaan membunuh yang akan dilakukan padamu bersama satu orang yang aku tidak tahu siapa dia. Tapi aku akan menyelamatkan mu dari sini. Ayo, kita harus segera pergi keluar." Ucap Nara merangkul Edgar dan membuatnya bangkit untuk segera keluar bisa dibawa pergi.


Tubuh Edgar yang cukup berat dan lemah itu membuat Nara susah payah memapahnya hingga terseok-seok.


Satu ruangan yang dingin dan kotor sudah berhasil mereka lewati. Nara yang sedang hamil besar berhasil mengangkat dan membawa Edgar yang setengah sadar itu tetap berusaha menyeretnya melarikan diri.


Tidak ada satupun penjahat itu menyadari. Mereka tetap aman untuk menjalankan aksi pelarian diri.


"Ra... Chel..." Lirih Edgar dalam kelemahannya berusaha mengangkat tangan untuk menunjuk tapi tangan itu terlalu lemah.


Nara mendengar lirihan Edgar yang menyebut nama Rachel. Nara pikir Edgar menganggap Nara yang menyelamatkannya adalah Rachel. Ia tidak begitu mengerti maksud dari lirihan Edgar tersebut.


"Kak Edgar tenang saja. Aku akan membawa mu keluar dari tempat ini dan kau bisa menemui Nona Rachel. Tidak masalah jika aku menolong mu dan kau menganggap ku Nona Rachel, dari sejak awal aku memang tidak pernah dianggap." Ujar Nara yang entah kenapa ia mengeluarkan kalimat itu dan terasa sesak.


"Sudah puas bermain??!" Suara berat yang terdengar marah terdengar di saat pelarian diri Nara dan Edgar. Refleks Nara menghentikan langkahnya dan tertegun siapa orang dibelakangnya. Dia sudah tertangkap!


Nara masih tetap dalam diamnya, membiarkan seluruh rasa ketakutan itu menjalari seluruh tubuhnya, bahkan persendiannya terasa ngilu sulit digerakkan. la merasa sangat terguncang dengan seseorang yang berhasil menangkapnya.


Pria itu maju lebih dekat menghampiri Nara yang membelakanginya dan muncul dihadapan Nara langsung lebih dekat. Sontak Nara tercekat dan Refleks menjatuhkan Edgar yang lemah itu ke lantai kotor hingga tergeletak. Pria itu adalah Farel yang mengetahui mangsanya telah dibawa kabur!


Kini tangan kekar itu kembali mencengkeram kuat lengannya. Sebuah amarah akan membuncah yang siap membombardir dan malaikat maut Nara merasa akan kehilangan nyawanya saat itu. la merasa, dirinya saat ini hanya seonggokkan tubuh yang bernyawa.


Nara masih dalam pendiriannya, membatu seperti mayat, bersikap pasrah menjadi satu-satunya pilihan untuknya, tidak ada gunanya ia berteriak memohon untuk melepaskan diri bersama Edgar yang sudah dipastikan akan menjadi korban ke tiga setelah kedua yang masih anonim.

__ADS_1


__ADS_2