
Setelah mengantar Rachel kembali ke rumah nya dengan selamat, Edgar kembali pergi pulang meninggalkan Rachel sendiri.
Rachel pun masuk kedalam rumah, kebetulan dia memiliki kunci cadangan, lalu berjalan menuju kamarnya.
Suasana di dalam dan di luar rumah Rachel sangat sepi, begitu pula di jalan komplek perumahan tempat Rachel tinggal gelap dan tidak ada tanda-tanda kendaraan yang lewat, Edgar yang melewatinya ditakutkan dengan suasana seperti itu.
1 jam kemudian~
Warga dikejutkan dengan kebakaran yang berasal dari rumah Pak Bambang. Mereka saling membantu menyiramkan air dari ember, tapi usaha itu tidak berhasil, api semakin berkobar dan merambat kemana-mana.
"Kebakaran... kebakarann..." Teriak warga
Rachel yang sedang tidur di kamar, terbangun karena napasnya sangat sesak dan bau asap yang mengepul mengisi seluruh ruangan.
"Ada apa ini kenapa banyak asap di mana-mana? Uhukk... uhuk." Rachel pun bangkit dan mencari sumber jawaban dengan terbatuk-batuk dan napas yang sesak.
Ia pun mendengar suara warga berteriak kebakaran di luaran sana.
__ADS_1
"Apaa... kebakaran?" Pekik Rachel
"Apa kebakaran ini berasal dari rumah ku?" Imbuh Rachel
Dengan napas yang sudah sangat sesak karena asap yang terus mengepul di kamar ya, Rachel berjalan mencari pintu keluar tapi di kamarnya tak tampak apapun karena di kabuti dengan asap saja.
"Tolonggg... tolonggg... Uhukk,,, uhukk.." Rachel berusaha mungkin berteriak meminta tolong
"Suara ada yang minta tolong, di dalam pasti ada orang dan dia pasti terjebak." Warga pun semakin kacau mereka terus berusaha menyiram api itu tapi usaha mereka tetap gagal malah api itu semakin besar dan melalap habis rumah Pak Bambang
Menunggu pemadam kebakaran pun tak kunjung datang.
Dikata terakhir nya dia sempat menyebut nama seseorang...
"Edgaarr...." Lirih Rachel menjatuhkan diri
...***...
__ADS_1
"Rachelll..." Edgar Tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya dan langsung menyebut nama Rachel, dengan napas yang ngos-ngosan, dan keringat dingin, lalu melihat sekitar dan ternyata ia bermimpi.
"Rachel??... Kenapa aku menyebut namanya, apa yang terjadi?"
"Mungkin ini hanya perasaanku saja, apa dia baik-baik saja?"
Edgar pun mengambil handphone dan mencoba menelpon Rachel. Tapi Rachel tidak mengangkat teleponnya membuat Edgar tambah penasaran.
"Kenapa dia tidak mengangkat telepon nya, mungkin dia sedang tertidur nyenyak... Aku akan mencari tahu besok saja."
Edgar pun tidur kembali dengan perasaan yang tidak tenang, tapi kelamaan dia tidur lelap kembali.
Setelah 2 jam si jago merah terus melahap rumah pak bambang, dan kini rumah mewah Pak Bambang sudah habis terbakar, tak ada satupun yang tersisa hanya bongkahan sisa kebakaran saja.
Dan pemadam kebakaran pun tak kunjung datang dari sekian lama sisa waktu yang terbuang, seolah-olah si jago merah sudah menaklukkan pemadam kebakaran itu untuk tidak datang.
Entah apa yang menyebabkan rumah Pak Bambang yang di dalamnya ada Rachel terbakar begitu saja.
__ADS_1
Peristiwa ini sangat mendadak. Rachel baru saja memutuskan untuk pulang dan membiarkannya sendiri di rumah. Namun, tak lama dari itu rumahnya kebakaran. Dan tidak ada satupun yang tahu bagaimana nasibnya saat ini...