Dihamili Kakak Senior

Dihamili Kakak Senior
36. Anak Kandung Abraham


__ADS_3

Setelah Edgar keluar, ia diam sejenak di tempat yang sepi jauh dari keramaian tepat di belakang kantor polisi.


"Hahahah... akhirnya... hahahah." Tertawa puas berasal dari Edgar yang sangat puas.


Tanpa ia sadari, ternyata Nara mengikuti Edgar sampai ke kantor polisi dan mendapatkan Edgar yang sedang tertawa. Nara pun muncul dihadapan Edgar dengan tatapan datar mencurigakan.


"Edgar..." Seru Nara.


Edgar pun terkejut melihat Nara berada dihadapannya dengan tiba-tiba. Ia pun menyudahi tawanya dan tertegun.


"E..emm... Nara." Tegun Edgar gugup.


"Ada apa, Kau terkejut seperti itu ketika melihat ku, dan kenapa kau ada di sini sambil tertawa?" Tanya Nara mengintrogasi Edgar


"Ehm... e... a-aku. Tunggu, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Edgar berbasa-basi.


"Ya. Aku melihatmu dibawa oleh polisi." Jawab dingin Nara.


"Kenapa kau jauh-jauh datang sendirian, awalnya aku sendiri yang akan menemui mu, aku belum sempat berpamitan dengan mu karena takut kau mencari ku dan tidak ada keluarga yang menjelekkan padamu."


"Sebenarnya siapa kau?" Tanya Nara menghiraukan pernyataan Edgar yang mengejutkan. Sudah jelas pria yang dihadapannya adalah Edgar, mengapa ia masih bertanya identitasnya.


"A-apa maksudmu Nara? A-aku ini Edgar, Suamimu."


"Bohonggg..!!" Gertak Nara tegas


"Ada apa denganmu? Kau sakit? Kita ke dokter, yah." Sambil Edgar menarik Nara


"Lepaskan..." Bentak Nara dan Edgar pun sontak langsung melepaskannya


"Jawab pertanyaan ku siapa kau..."


"Untuk kedua kalinya aku menegaskan jika aku Edgar, Nara. Kau ini kenapa??"


"Kau bukan Edgar, Aku sudah mengetahui siapa kau sebenarnya."


Deg!


Edgar yang dari tadi terlihat khawatir dan membela diri, hanya tertegun merasakan degup jantungnya yang berdetak kencang.


Di sela keheningan cukup lama, ia malah balik tertawa.


"Hahahaha..." Tawanya menggema


"Kau sudah mengetahui siapa diriku sebenarnya?" Sontak suara Edgar pun berubah dan ia bukanlah Edgar, membuat Nara mendengarnya sangat terkejut dengan perubahan suara Edgar yang ia dengar.

__ADS_1


"Bagus sekali istriku ini, selain lugu kau ternyata cerdik sekali yah..." Lontarnya


"Jadi, benar kau bukan Edgar?!" Lirih Nara dengan suara bergetar.


"Ya,,, Aku bukan Edgar... Hahaha.."


"Lalu, siapa kau sebenarnya?" Tanya Nara. Meskipun diawal ia mengatakan mengenali sosok yang bukan Edgar hanya karena untuk mengancam.


Pria itu meletakkan tangan diwajahnya, lalu perlahan ia membuka sesuatu dari sana seperti kulit yang terkelopet. Dan ternyata selama ini ia telah menyamar menjadi Edgar dengan menggunakan topeng wajah asli yang persis sekali, orang itu membuka topeng wajahnya yang mirip Edgar perlahan layaknya seseorang yang baru memakai masker wajah tanpa merasa dosa.


Topeng wajah asli menyerupai Edgar itu di buat dan di desain sengaja oleh Farel. Sepertinya dia tidak akan berniat membayar mahal di datangkan dari luar negeri jika tidak ada maksud terselubung selain kejahatan.


Betapa terkejutnya Nara ketika orang itu memperlihatkan rupa aslinya.


"Farel!!" Kejut Nara sampai membuka mulutnya lebar-lebar. Ia tidak menyangka rupa wajah dibalik itu hanyalah topeng belaka yang menampilkan ayah anak yang sedang dikandungnya.


"Ya aku!!" Tegas Farel


Iya. Dia adalah Farel. Seperti yang kita ketahui Farel adalah teman kuliah Edgar, sekaligus orang yang sudah melecehkan Nara. Dan saat ini tanpa kita sadari Farel menyamar diri menggunakan topeng yang mirip Edgar dibalik wajahnya. Semua orang sudah dikelabui oleh Farel, tak ada yang menyadarinya selama ini terkecuali Nara yang selalu mengalami keganjalan.


Dengan kebetulan mereka memiliki timbre suara yang sama dengan Edgar, Farel bisa mengubah suaranya mirip seperti Edgar. Ia hanya membutuhkan topeng wajah yang dibuat khusus dengan bahan asli agar persis seperti kepala asli dan ia bisa merencanakan rencananya selama ini. Entah sebab dan maksud apa ia melakukan ini...


"Jadi, Kau selama ini..."


"Apa yang kau lakukan dengan menjadikan diri mu sebagai Edgar??"


"Yang pastinya adalah balas dendam!!" Jawab Farel


"Balas dendam?!" Heran Nara


"Apa maksudmu dengan balas dendam?" Lanjut tanya Nara


"Kau tidak mengetahui masa lalu keluargaku dengan keluarga pembunuh itu."


"Pembunuh,,, sebenarnya apa yang terjadi?"


"Kau tidak perlu tau hal itu, karena kau bukan keluargaku. Tapi karena kebetulan kau sedang mengandung anakku, Maka kau sudah menjadi keluarga ku bahkan mungkin kau adalah istri ku." Edgar memajukan wajahnya pada Nara


Bukan hanya menyamar, ia juga rupanya sudah mengetahui jika Nara sedang hamil hasil dari perbuatan pemerkosaan itu.


"Bagaimana kau bisa tahu? Aku sudah menyembunyikan dari siapapun." Nara melangkah mundur ketika Farel memajukan wajahnya.


"Kau pikir aku bodoh, aku sudah mengetahui siapa kau dihari pernikahanmu dengan Edgar. Dan apa kau lupa dengan malam selesainya resepsi."


"Ti-tidak aku tidak ingat." Kata Diana bergetar

__ADS_1


"Jangan berpura-pura lupa dihadapan ku, atau aku akan memenggal kepalamu." Ancam Farel dengan menjambak rambut Nara.


"Awwsh... sakit,,, lepaskan!!" Kata Nara kesakitan sambil memegangi rambutnya.


Karena Farel mengetahui Nara sedang mengandung anaknya 6 bulan, ia pun menyudahinya dengan alasan tidak ingin menyakiti si jabang bayi.


"Oke... Hari ini jika aku tidak tahu kau sedang mengandung anakku maka kau akan habis ditangan ku."


Nara pun hanya menangis...


"Jadi, pelaku kebakaran rumah pak Bambang adalah ulahmu juga!!"


"Iya... Itu aku, kenapa? Hebat kan, dan aku dengar putri Pak Bambang tewas hangus terbakar bersama dengan rumahnya... cup...cup...cup kasihan sekali dia."


"Itu semua karena ulahmu, Kenapa kau melakukan semua ini?"


"Karena aku ingin membalaskan dendam ibuku pada keluarga Pak Abraham, Puasss... Sebagai anak yang berbakti aku ingin membalaskan dendam ibu pada mereka."


"Tapi, kenapa kau tujukan pada keluarga Pak Bambang?"


"Karena dulu, aku sangat mencintai Rachel, tapi Edgar dia merebut Rachel dariku, dan Rachel yang aku kejar malah mencintai si Edgar brengsek itu. Itulah sebabnya aku ingin melihat Edgar kehilangan seseorang yang ia cintai. Jika kau tahu betapa sakitnya hatiku ini ditolak mentah oleh wanita sombong itu dan bagaimana ibuku dibuat menderita oleh mereka sampai dia harus pergi meninggalkan ku sejak kecil ke luar negeri."


"Lalu, apa masalah balas dendam Ibumu?"


"Karena dulu, Abraham itu yang dikenal kejam sudah merencanakan pembunuhan pada ibuku ketika aku kecil, sampai-sampai ibu menderita sakit mental karena bukan ibu yang berhasil dibunuh melainkan ayah ku. Di saat aku masih memerlukan kasih sayang dari seorang ibu, aku malah melihat dia yang membutuhkan pengobatan dari orang lain sampai ia bisa bangkit. Ketika sembuh dia malah pergi ke luar negeri untuk menenangkan diri... Aku hidup sendirian di dunia ini tapi dia hidup bahagia dengan keluarga lengkapnya!!"


"Atas dasar apa Pak Abraham merencanakan pembunuhan pada ibumu?"


"Waktu muda ibuku dan Abraham tua bangka itu, mereka menjalin hubungan dan sempat akan menikah, tetapi keluarga Abraham menjodohkan si Abraham dengan wanita lain hanya karena ibuku wanita miskin, dan wanita itu adalah Clarissa. Dia lebih memihak wanita itu untuk mempertahankan hartanya, Lalu ia meninggalkan ibuku begitu saja. Sampai akhirnya karena ibuku frustasi ia ingin mengakhiri hidupnya tapi ayahku datang menyelamatkan ibu dan menikahinya. Ayah menikahi ibu dengan kondisi ibu sama sekali tidak menyukai ayah, mereka menikah karena terpaksa. Pria itu memang serakah!!"


Lalu, lanjut berkata


"Dan sebenarnya aku adalah anak kandung Pak Abraham!"


Kalimat akhir Farel membuat Nara membuka mulut lebar-lebar dan mengerutkan dahinya tak menyangka begitu sangat syok.


"Ba-bagaimana itu bisa terjadi? Kau adalah anak kandung Pak Abraham?!" Syok Nara tak menyangka.


"Seperti yang ku ceritakan tadi. Ibuku sebenarnya tidak mencintai ayahku, tapi ayah selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk ibu. Tapi ibu tidak menerimanya, dihatinya hanya ada Abraham. Siang, malam dia selalu menyebutkan nama itu. Yang pada akhirnya ibuku hamil, ayah sama sekali tidak pernah menyentuh ibu karena dia menjaga perasaan ibu, setelah aku lahir mereka melakukan tes DNA dan terbukti aku bukan anak kandung ayahku. Hasil menunjukkan aku adalah anak kandung Abraham. Tapi dia tidak ingin menerima ku sebagai anaknya dan ibu. Ibu selalu berusaha menjelaskan, tapi di saat Abraham kesal ia malah ingin membunuh ibu sampai akhirnya ayah datang menjadi garda depan dan akhirnya ia sendiri yang meninggal. Ibuku baru menyadari jika ayah sangat tulus mencintainya, tapi sudah terlambat..."


"Lalu apa selanjutnya..."


"Aku dirawat oleh nenek ku dengan kesakitan yang dialaminya karena terus memikirkan ibu ku di rumah sakit jiwa sampai sakit, ketika usiaku 10 tahun sebelum kematiannya dia menjelaskan asal-usul, penyebab kematian ayah dan lainnya, terutama siapa ayah kandung ku. Setelah mengatakan semua itu giliran nenek yang menyusul ayah. 14 tahun aku hidup sendiri tanpa orang tua. Ketika dewasa aku mengetahui bahwa Abraham ayah kandungku yang tidak menganggap ku ada di sini. Hidup bahagia bersama keluarga nya. Bagaimana hatiku tidak hancur Nara, melihatnya tenang-tenang saja sedangkan aku dan ibuku menderita." Cerita Farel menceritakannya dengan tidak bisa menahan tangis


Mendengar semua perkataan Farel membuat Nara juga merasa iba, dibalik Farel yang nakal ternyata dia tangguh menyimpan masa lalu yang kelam. Apakah semua orang harus menyalahkan Farel atau dunianya?

__ADS_1


__ADS_2