
Bu Clarissa pun masih mematung dan tidak bisa berkata apa-apa, masih memikirkan apa yang akan terjadi pada Rachel setelah melihat kejadian tadi.
"Lalu, Ibu bagaimana pendapat ibu ketika kak Rachel melihat semua ini." Tanya Vano
"Ibu juga tidak tau,pasti saat ini Rachel bertanya-tanya,dan kita tidak tahu harus menjawab apa".
Di kamar Edgar~
Edgar membaringkan Nara di ranjangnya, dan terlihat sangat khawatir.
"Di mana... Apa yang sakit?" Cemas Edgar
"Perutkuuu... Awwsh." Meringis kesakitan sambil memegang perutnya
Mengambil air.
"Minumlah supaya sakitnya reda." Memberikan air minum
Nara pun menerimanya.
"Dokter mengatakan kau harus minum obat. Mungkin ini sebabnya perutmu sakit karena kau tidak meminum obat. Jadi sekarang minum obatnya".
Nara pun meminum obatnya setelah 5 menit ia tidak merasa kesakitan lagi.
"Bagaimana apa perutmu masih sakit?" Tanya Edgar
"Tidak, aku sudah baik-baik saja, kau bisa pergi."
"Syukurlah jika begitu."
Nara hanya diam saja wajahnya pun tak melirik ke arah Edgar dia memalingkan wajahnya dari Edgar dan melihat ke arah lain.
"Nara, untuk masalah kemarin, aku tidak sengaja menciummu..."
"Tidak perlu dibahas, kau bisa pergi sekarang." Ketus Nara
Edgar pun bangkit dan pergi keluar meninggalkan Nara karena perintah nya.
Di luar ia sudah disambut oleh ibunya yang dari tadi berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"Ibuuu..." Kata Edgar
"Edgar di mana otakmu, kenapa kau melakukan semua ini. Apa kau lupa Rachel sedang bersamamu?"
Edgar yang lupa tentang Rachel diingatkan kembali oleh ibunya.
"Aku lupa tentang Rachel, Di mana dia sekarang?"
"Di kamar Safira."
Edgar pun langsung berjalan menuju kamar Safira untuk menemui Rachel.
Bu Clarissa pun mengikuti Edgar di sampingnya.
"Seharusnya kau berpikir sebelum bertindak Edgar, kau lebih mementingkan pelayan itu dibanding Rachel, dan kau menjatuhkan Rachel yang masih lemas. Ibu sangat kasihan tadi melihat Rachel tergeletak duduk setelah kau jatuhkan. Seperti anak ayam yang ditinggalkan oleh induknya. Dan kau,, Kau malah mementingkan wanita itu." Kata Bu Clarissa yang terus memarahi Edgar sambil berjalan
"Ibu tidak perlu menasihatimu, Rachel bukan seekor anak ayam, tadi itu aku refleks dan tidak sengaja. Pikiranku memang fokus pada Nara dan tidak melihat sekitar aku tidak peduli."
"Kenapa sekarang kau peduli padanya Edgar? Fokus saja pada Rachel."
"Rachel tidak akan lama di sini, Lagipula pasti dia akan kembali ke dubai."
"Sudah cukup bu, Jangan berbicara lagi."
Bu Clarissa pun diam dan tidak mengikuti langkah Edgar lagi. Sedangkan Edgar terus berjalan menuju kamar Safira.
Di Kamar Safira~
"Kak Rachel kak Edgar datang,,, Aku akan pergi saja." Safira pun pergi keluar dan membiarkan Edgar dan Rachel berdua
"Edgar... Ada apa?" Tanya Rachel yang bersikap seperti biasa saja seolah-olah tidak ada yang terjadi
"Rachel... Kau tidak terjadi apa-apakan padamu tadi?"
"Kapan... memangnya apa yang terjadi?" Jawaban Rachel membuat Edgar bingung
"Tadi,,,"
"Owh tadi... Iya itulah yang ingin aku tanyakan padamu."
__ADS_1
"Maafkan aku Rachel aku sudah membohongimu, sej..."
"Memangnya kau berbohong tentang apa?"
"Kau tidak ingat apa yang terjadi tadi?" Edgar semakin bingung
"Tidak aku hanya ingat kau menjatuhkan ku dan aku terduduk dibawah, dan tiba-tiba saja aku pusing pandanganku kabur, tadi aku tidak bisa melihat apa dengan jelas. Pertanyaan Ku kenapa kau menjatuhkan ku, dan apa yang terjadi tadi." Bohong Rachel yang entah kenapa dia berbohong padahal sangat jelas dia melihat kejadian tadi dengan jelas
"Jadi kau tidak melihat apa-apa?" Tanya Edgar
"Iya aku berkata jujur, aku tidak bisa melihat apa-apa tadi, tapi terdengar suara orang yang kesakitan."
"I-itu bukan apa-apa."
"Edgar kenapa kau berbohong padaku, sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan kalian." Dalam hati Rachel
"Em...yasudah tidak apa-apa." Kata Rachel yang masih saja bisa tersenyum
"Lalu, bagaimana sekarang, apa kau sudah bisa melihat,apa kau masih pusing?" Tanya Edgar
"Aku sudah baik-baik saja, aku sudah tidak pusing dan pandangan ku kembali normal."
"Syukurlah aku takut jika terjadi sesuatu padamu dan tidak menepati amanah ayah mu yang diberikan padaku."
"Em... Edgar, Rasanya rumah ini sangat asing bagiku. Jadi aku ingin pulang dan istirahat di rumah ku saja."
"Tidak kau tinggal di sini saja, di rumahmu tidak ada siapa-siapa, kan."
"Tapi aku sudah baik-baik saja. Di Dubai pun seperti itu sebelum Vano dan Safira belajar di Dubai aku melakukannya dengan sendiri, dan aku sudah terbiasa melakukannya selalu dengan sendiri."
"Aku tahu kau wanita yang sangat mandiri, dan kau wanita yang tahu balas budi pada orang. Tapi bagaimanapun di saat seperti ini kau membutuhkan orang lain, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu nanti?"
"Aku akan baik-baik saja, kau tenang saja. Jika kau mengenalku dengan baik, pasti sudah tahu jika aku ini keras kepala."
"Iya kau memang keras kepala sama seperti ku, yasudah kalau kau tidak ingin tinggal di sini, aku akan mengantarmu pulang. Tapi akan masih tetap dalam pengawasan ku."
"Terserah padamu saja..." Kata Rachel dengan tersenyum
Edgar pun mengantarkan Rachel yang ingin pulang ke rumahnya.
__ADS_1