Dihamili Kakak Senior

Dihamili Kakak Senior
07. Izin


__ADS_3

Hari pun sudah berganti menjadi senin dan Nara mulai kembali kuliah.


Di dalam perjalanan menggunakan angkutan umum Nara melamun.


"Kenapa ayah tidak menanyakan siapa orang yang menghamili ku? Bukannya mencari siapa orangnya membuat dia bertanggung jawab, dia malah menikahkan aku dengan laki-laki lain. Tapi aku juga tidak ingin jika aku harus menikah dengan Kak Farel, dia sudah memberi peringatan padaku juga agar aku tidak memberitahu pada siapa pun, percuma saja aku memberitahu jika aku hamil pasti dia malah menghina dan menolaknya padahal ini perbuatannya sendiri." Gumamnya di dalam angkutan umum.


"Dek, ini sudah sampai apa ini tempat kuliahnya?" Tanya supir angkot


Tersadar dan melihat sekitar.


"Agh ... Iya ini tempat kuliah ku. Terima kasih Pak ini uangnya." Sambil turun dan membayar


Nara pun langsung masuk ke universitas.


~DI KORIDOR~


Edgar masih melamun kan perkataan ayahnya kemarin satu hari lagi adalah pernikahannya.


"Hey bro!!" Evan yang mengejutkan Edgar yang sedang melamun dengan menepuk pundaknya.


Edgar pun langsung tersadar dan sedikit terhenyak.


"Hahaha ... Kenapa lo, Gar? Kau melamun saja. Ingin kesambet lo" Ejek Evan


"Tidak Apa-apa. Masuk dulu!" Jawab Edgar yang dingin dan langsung pergi masuk kelasnya


"Kenapa tuh si Edgar?" Tanya Azka


"Tidak tahu, Gue juga bingung kenapa." Jawab Evan demikian


"Tidak Farel, Tidak Edgar, Mereka kerjaannya banyak melamun. Seberat apa sih hidup mereka, heran." Ucap Azka, ia mengejek Farel juga yang hari ini tidak terlihat pecicilan


"Hahaha ... Heh bro jangan melamun lo." Kata malik yang melihat farel juga melamun


"Siapa juga yang melamun. Gue ke toilet sebentar." Farel pergi


"Ah tidak seru ... Ayolah masuk saja." Ajak Evan pada Azka


Di koridor, Nara berjalan dan ingin masuk kelas dengan menunduk, dan di sisi lain Farel berjalan juga dan mereka berlawanan arah.


Karena sama-sama berjalan menunduk tidak ada satu pun yang melihat dan tidak ada yang menyadarinya. Dan pada akhirnya pertemuan pun tidak bisa dihentikan mereka saling bertabrakan dan Farel menabrak Nara sehingga Nara terjatuh.


"Aduh..." Ucap Farel


"Kya..." Pekik Dini ketika terjatuh, dan rambutnya terjuntai menghalangi wajahnya.


"Maaf ... Maaf gue tidak sengaja. Ayo gue bantu!" Kata Farel yang tidak tahu menahu itu Nara


"Ti-tidak apa-apa,,, Saya bisa sendiri." Nara pun bangkit sendiri dan terkejut melihat Farel yang ternyata dihadapannya ketika menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya untuk diselipkan ke telinga.


Sama seperti Farel ia pun terkejut.

__ADS_1


"Nara!! Lo, bisa jalan tidak sih. Oww, Apa lo sengaja menabrak lo ke gue supaya lo dapat perhatian dari gue." Hardik Farel, membuat Nara benci dan jijik pada Farel.


Nara memendam amarah wajahnya sudah memerah dan matanya berkaca-kaca. Dan tiba-tiba Narw tidak sengaja mual dihadapan Farel. Narw berusaha menahannya tapi mual nya terus keluar beberapa kali.


"Kenapa lo??" Tanya Farel heran


Tanpa menjawab Nara pun berlari pergi begitu saja ke toilet.


Melihat Nara pergi berlari menahan mual nya membuat Farel kebingungan bertanya-tanya.


"Kenapa ... Apa dia sedang sakit?" Herannya


"Ah ... untuk apa juga gue urusin. Memangnya apa peduli gue dia sakit atau tidak." Sambungnya lagi


~DI RUMAH PAK HERMAN~


Pak Abraham datang tanpa kabar ke rumah Pak Herman hingga keluarga tidak ada persiapan maksimal untuk menyambutnya.


Sesampainya di rumah Pak Herman. Pak Abraham langsung mengetuk pintu, dan Pak Herman yang sedang bekerja di rumah langsung membukakan pintunya.


"Pak Abraham ... Anda datang kenapa tidak mengabari saya dulu. Mari silakan masuk Pak." Kata Pak Herman


Pak Abraham pun masuk.


"Silakan duduk, Pak. Bu ... Ibu..." Mempersilahkan duduk sambil memanggil istrinya


Pak Abraham pun duduk. Ella pun turun dan terkejut melihat Pak Abraham sebagai tamu.


Mereka pun duduk.


"Ingin minum apa pak?" Sambung Ella bertanya


"Teh saja..." Jawab Pak Abraham


"Bii ... Bibi, buatkan minum teh." Teriak Ella


"Baik nyonya..." Jawab dari dapur


"Hehe.... Maaf Pak saya teriak-teriak."


"Tidak apa-apa. Jika di rumah ku, tidak ada seorangpun yang boleh berteriak. Hanya ada sebuah telepon yang tersambung ke dapur, keluargaku bisa meminta sesuatu pada pembantu di sana." Ujar Pak Abraham terdengar meledek


"Agh ... Iya." Jawab Bu Ella jadi malu


"Yah, dia malah menyombongkan rumahnya." Lanjut dalam hati Bu Ella


"Ada apa Pak, Anda datang kemari?" Tanya Pak Herman


Bi sumi pun mengantarkan minum teh dan menyajikannya kepada semua, lalu kembali ke dapur lagi.


"Saya kemari hanya ingin mengingatkan bahwa besok adalah hari pernikahannya. Putraku sudah menyetujuinya apa kalian tidak lupa tentang ini?" Tanya Pak Abraham

__ADS_1


"Tentu saja tidak Pak. Baru saja kemarin kita berbicara, bagaimana bisa sudah dilupakan lagi." Ucap Herman dan Ella


"Baguslah ... Dari kemarin saya sudah menyiapkan semuanya dari gedung pernikahan, resepsi, kartu undangan, makanan dan semua nya sudah diatur oleh asisten saya. Dan akan dilaksanakan dengan meriah. Sekarang di mana Putrimu itu?"


"Wah ... Nara sedang berkuliah, Pak." Jawab Ella


"Kenapa dia kuliah? Seharusnya dia istirahat sekarang, besok adalah hari dan acara yang panjang untuknya. Panggil dia cepat pulang dan izin tidak perlu kuliah." Perintah Pak Abraham


"I-iya baik Pak ... Bu ayo suruh Nara pulang." Kata Pak Herman terburu-buru


"Iya baik Pak." Pergi untuk menelepon


"Aku juga akan menyuruh Edgar untuk pulang dan menyuruhnya untuk kemari. Biarkan mereka dipertemukan hari ini." Berdiri ingin pergi menelepon


"I-iya silakan Pak." Ujar Pak Herman masih duduk


~DI LUAR~


Pukul 11.00 Wib.


Menelepon Edgar.


Mengangkatnya.


"Ada apa ayah?" Jawab Edgar


"Em ... Nak tolong kau segera pulang dan izin untuk tidak kuliah sampai beberapa hari ke depan. Dan ayah sudah mengirimkan lokasi datanglah langsung kemari."


"Tapi ada apa ayah?"


"Sudah kau datang saja,,, Ayah tunggu." Langsung menutup telepon


"Ayah ini kenapa." Kesal Edgar langsung menuruti ayahnya dan pergi keruang dosen untuk izin tidak kuliah untuk hari ini sampai beberapa ke depan sesuai perintah ayahnya.


Sama halnya dengan Nara, Ibu tirinya menelepon dan menyuruhnya untuk segera pulang. Sama seperti Edgar awalnya Nara bertanya-tanya kenapa harus pulang tapi ia juga langsung setuju. Dan pergi langsung ke ruang dosen untuk izin pulang sampai beberapa hari ke depan tidak masuk kuliah. Dan Nara izin lebih dulu dibanding Edgar dan ketika Edgar baru sampai Nara sudah mendapatkan izin dan pergi keluar berjalan ke arah berlawanan. Jadi, mereka tidak saling bertemu.


Edgar pun masuk.


"Edgar ada apa? Inmni sudah jam pelajaran kau masih ada di sini?" Kata dosen ketika melihat Edgar masuk


"Maaf Pak, Tapi saya kesini untuk menyampaikan perintah. Ayah meminta saya izin untuk pulang dan tidak masuk sampai beberapa hari ke depan, apa bapak mengizinkannya." Pinta Edgar


"Ada apa ini baru saja ada mahasiswi yang izin sama hal nya sepertimu. Baiklah, Saya izinkan. Kebetulan kau adalah anak dari pendonatur universitas ini makannya saya izinkan kamu, jika bukan saya tidak akan mengizinkan mahasiswa/siswi izin lebih dari satu untuk keperluan mereka." Tegas dosen


Mendengar ada orang yang sama sepertinya Edgar pun bingung.


"Baiklah Pak, Terima Kasih." Pamit Edgar


Edgar dan Nara sama-sama berjalan di koridor tapi di koridor yang berbeda menuju luar universitas. Nara menunggu angkutan umum dan Edgar menuju parkiran kuliah untuk mengendarai mobil mewahnya.


Kedua orang ini tidak saling mengenal. Bahkan mereka berada di universitas yang sama, Nara sendiri tidak tahu senior pria yang ia kenal di universitas ini selain Farel.

__ADS_1


__ADS_2