Dihamili Kakak Senior

Dihamili Kakak Senior
21. Menginjak Tanah Indonesia Kembali


__ADS_3

2 Bulan setelah kejadian terbongkar.


Di Dubai~~


Negara tempat belajar Safira, Vano, dan Rachel.


"Kak ... Kak!" Safira yang tergesa-gesa masuk ke dalam rumah baru saja pulang berjalan-jalan bersama teman-temannya di dubai.


"Ada apa?" Jawab Vano yang santai di sofa dan sibuk dengan memainkan game di handphone nya.


"Ini masalah besar, Kak." Ucap Safira yang baru datang dan sepertinya ingin memberi kabar buruk


"Masalah apa, uang mu habis? Makanya Jika jalan-jalan bersama temanmu jangan lupa waktu dan isi dompet lah. Pakai acara mentraktir teman mu segala." Kata Vano yang berdemikian, masih sibuk bermain game.


"Bukann ... Bukan itu!" Tegas Safira penuh penekanan


"Lalu..."


"Kakak harus mendengarkan ini baik-baik." Duduk disamping Vano untuk menjelaskan semuanya


"Baik, Cepat... Awas saja ini masalah mu yang menyebalkan itu."


"Iya... Iya. Kakak ingat Silvi?"


"Dia teman mu. Tck,,, Jika hanya ingin membahas teman mu, akhiri saja pembicaraan ini. Aku menduga dia terkena skandal pergaulan bebas." Kesal Vano


"Tck, Ini dubai kak. Bukan negara Thailand yang pergaulannya bebas. Lagipula tidak mungkin ada sultan Dubai yang melakukan itu walaupun mereka memiliki negara yang maju dan rakyatnya makmur. Maka dari itu, dengarkan lebih dulu aku berbicara hingga selesai baru kakak berpendapat."


"Hmm... Cepat katakan!" Titah Vano lagi, bersikap biasa dan masih memainkan handphone di sela Safira menceritakan sesuatu padanya.


"Ini terkait keluarga kita. 1 Minggu lalu Silvi pulang ke Indonesia, kakak tahu sendirikan dia pulang."


"Iya kau sendiri yang mengatakan teman mu itu pulang padaku. Lalu, masalahnya di mana?"


"Ish belum selesai... Nah kemarin dia baru saja kembali lagi ke Dubai. Dan kak, ini masalahnya, Silvi baru saja bercerita padaku


dan sudah memastikan jika Kak Edgar sudah menikah!!!"


"Apaaaa..." Pekik Vano tercengang, yang langsung meloncat dan menjatuhkan handphonenya refleks.


Safira yang mendengar teriakan Vano pun ikut terkejut dalam duduknya.


"Kau serius... Kak Edgar sudah menikah??!" Pungkas Vano tidak menyangka dan berbalik bertanya untuk memastikan

__ADS_1


"Iyaa, masa aku berbohong. Silvi sendiri yang cerita."


"Ahh,,, Dia sepertinya berbohong. Jika dia benar mungkin Ayah atau Ibu akan memberitahu kita."


"Aku sudah ada bukti yang diberikan Silvi padaku, Kak. Kakak lihat saja sendiri." Menunjukkan sebuah foto pernikahan.


"Ini yang benar? Aku tidak salah lihat." Vano terbelalak melihat foto itu


"Bagaimana, Kakak juga tidak percaya dan terkejut kan, Apalagi aku saat di mall tadi."


"Jadi, Kak Edgar sudah menikah dengan wanita kampungan seperti dia ini. Tidak salah dengan selera wanita Kak Edgar? Aku yakin dia kerasukan ingin menikah dengannya." Kata Vano yang menjelekkan


"Dan masalahnya kak, Bagaimana jika Kak Rachel tahu jika Kak Edgar sudah menikah tanpa sepengetahuan dia."


"Owh iya, Kak Rachel. Aku tidak mengerti lagi ingin berbicara apa."


"Kalian kenapa??" Kata seseorang yang baru masuk dan ditunjukkan oleh ekspresi adik kakak yang cemas.


Mendengar suara itu pun Safira dan Vano terkejut sekaligus mematung.


"Kak Rachel!!" Tegun Vano pelan


Ya. Dia adalah Rachel Aurellia kekasih dan cinta pertama Edgar yang ia cintai dan pergi meninggalkan Edgar untuk berkuliah di dubai karena perintah orang tuanya. Sehingga selama di dubai Edgar dan Rachel tidak saling berkontak jarak jauh, Namun entah sudah putus hubungan ataukah masih berlanjut sebagai pasangan kekasih, itulah yang masih dipikirkan dan dipertanyakan Rachel.


"Kalian baik-baik saja??" Tanya Rachel yang menghampiri kakak adik itu


"Lalu kenapa kelihatannya kalian takut seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu seperti itu." Kata Rachel yang menginterogasi mereka


"Tidak, Tidak ada kak, Semua baik-baik saja." Jawab Safira


"Owh, Baiklah jika begitu." Kata Rachel yang langsung percaya saja dan tidak terlalu memanjangkan masalah.


"I-iya Kak." Jawab Safira


"Owh iya, Aku hampir lupa memberitahu kalian. Besok kita akan pulang ke Indonesia."


"Apaaaa!!!" Teriak terkejut Safira dan Vano.


"Kenapa?? Ketika mendengar pulang biasanya kalian sangat senang dan langsung menyiapkan barang-barang kalian, Tapi yang kulihat sekarang sepertinya kalian tidak senang, Ada apa?"


"Em... Masalahnya Kak, Di sekolah ku masih ada hal yang belum aku selesaikan." Kata Safira yang mencari alasan


"Pekerjaan apa? Mungkin aku bisa membantu tugasmu agar kita bisa pulang lebih cepat. Bukankah ada banyak waktu saat ini untuk masa perulangan, Ya." Kata Rachel

__ADS_1


"Em.. I-itu kak masalah mengenai aku membawa makeup ke sekolah." Alasan Safira yang tidak masuk akal


"Bukannya masalah itu sudah selesai." Heran Rachel sampai menarik satu alisnya


Vano yang mendengar alasan Safira langsung menginjak kaki Safira yang tidak pintar mencari alasan.


Safira sedikit terhenyak. Namun, ia berusaha untuk menahan injakan kaki dari kakaknya. Agar tidak terlihat bereaksi berlebihan.


"Kau ini tidak bisa mencari alasan yang baik. Itukan masalah yang sepele dan sudah selesai 1 bulan lalu." Bisik Vano pelan pada Safira.


"Aku kan masih polos." Jawab Safira malah demikian


Vano pun langsung muak dengan alasan Safira. Ingin sekali ia mencakar rambut adiknya.


"Kalian pasti sedang menyembunyikan sesuatu, Tapi untuk pulang kali ini tidak ada alasan lagi, pada intinya besok kita tetap pulang. Dan siapkan barang-barang kalian." Rachel pun berjalan pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


"Bagaimana ini kak, Jika kak Rachel tahu, Bagaimana reaksinya. Sepertinya Kak Rachel memiliki firasat mengenai Kak Edgar."


"Enahlah kita lihat saja nanti." Kata Vano yang sudah pasrah apa yang akan terjadi besok jika mereka pulang dan Rachel mengunjungi rumah mereka.


Semua pun sedang bersiap-siap mengemas barang mereka dalam koper untuk pulang ke Indonesia.


Pagi sekali Rachel, Vano dan Safira pergi ke bandara. Dan pukul 08.00 mereka sudah melakukan penerbangan menuju Indonesia.


                              


...***...


"Hufftt... Akhirnya sampai juga di Indonesia. Tidak sabar sekali ingin bertemu Ayah, Ibu dan Kak Edgar." Kata Safira baru turun dari pesawat dengan senang sambil menghirup udara segar di sana.


"Betul, Sdah lama kita tidak menginjakkan kaki di sini." Jawab Vano


"Tunggu... tunggu, kita harus memberitahu supir untuk menjemput kita di bandara saja tidak ya?" Usul Safira


"Tidak perlu, kita ke sana tidak akan memberitahu siapa pun. Kita akan memberikan kejutan pada semua orang." Kata Rachel yang sangat elegan dan cantik masih memakai kaca mata hitamnya, rambut terurai hitam panjang dan bergelombang tertibas angin. Dan menenteng koper dan tas mahalnya.


Safira dan Vano pun yang sudah tidak ingat dengan masalah Edgar sudah menikah, Tiba-tiba diingatkan dengan pernikahan Edgar dan tubuh mereka kembali meremang.


Vano dan Safira seketika saling menatap. Mereka langsung mengerti apa yang sedang dipikirkan keduanya.


"Ya ampun Kak, Bagaimana ini?" Bisik Safira pada Vano


"Baru saja kita diingatkan dengan kebenaran Kak Edgar di rumah. Kita pasrah saja safira. Sampai kapanpun kita akan menyembunyikan, Kak Rachel pasti akan tahu." Kata Vano

__ADS_1


"Kenapa kalian berbisik seperti itu? Ayo cuacanya sangat panas, dan supir taksi sudah menunggu. Jangan sia-siakan waktu kita." Ajak Rachel


"I-iya kak." Kata Vano dan Safira pun mengikuti Rachel di belakang dengan perasaan khawatir.


__ADS_2