Dihamili Kakak Senior

Dihamili Kakak Senior
35. Dalang dibaliknya


__ADS_3

"Edgar..." Tegun Pak Bambang terkejut


"Anda mengenali wajah ini?" Tanya polisi


"Iya Pak Polisi, Dia adalah Edgar putra dari Pak Abraham."


"Vidio cctv di komplek perumahan ini menunjukkan dengan jelas bahwa Edgar yang bapak maksud mengantarkan pulang putri bapak dengan selamat ke rumah itu, lalu dia pamit dan tak lama kemudian dengan mobil yang sama ia berbalik kembali, lalu menyirami rumah bapak dengan bensin dan membakarnya dan pelaku berhasil lari dengan mobilnya tapi dia lalai dalam menyembunyikan bukti."


Lalu, berkata kembali...


"Jadi, Pelaku rumah terbakar bapak disengaja oleh Edgar putra Pak Abraham. Entah ada motif apa sehingga orang terdekat bisa menyakiti putri anda." Jelas lanjut Pak Polisi


"Edgar...!!!" Geram Pak Bambang pun mengepalkan tangannya dan mengerang marah.


"Yang sabar Pak, Kami hanya ingin menyampaikan itu saja, selanjutnya keputusan saya serahkan pada bapak tindakan apa yang ingin anda lanjutkan."


"Dia pantas untuk mendapatkan ganjarannya, masukkan dia ke dalam penjara saja pak polisi dengan ponis seumur hidup. Saya tidak akan bersikap seperti pembunuh, bisa saja saya memponisnya dengan gugatan hukum mati. Jika dia mati begitu saja itu hal kecil baginya, Saya ingin melihat Edgar menderita di dalam sel penjara selama hidupnya."


"Baik Pak Bambang, Kami akan menindak lanjuti keinginan bapak, karena walau bagaimanapun hal ini memang patut dibawa kejalur hukum atas tindakan kriminal dan pembunuhan dengan sengaja, tapi untuk itu kami akan menanyakan alasan dibalik Edgar melakukan perbuatan ini."


"Baik Pak Polisi, Terima Kasih."


Pak Polisi dan anak buahnya pun pamit dan pergi menuju rumah Pak Abraham.


Setelah pak polisi pergi Pak Bambang terus saja menyimpan amarahnya pada Edgar sampai ia mengepal tangannya dengan sangat kuat, lalu ia berusaha tenang.


                            


...***...


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup lama, akhirnya Pak Polisi dan anak buahnya pun sampai di kediaman Pak Abraham.


Pak Polisi pun menekan bel, dan tak lama kemudian Bu Clarissa yang membuka pintu.


"Selamat Siang!" Kata Pak Polisi


"Siang Pak Polisi. Ada apa ini, kenapa bapak datang ke rumah kami?" Tanya Bu Clarissa


"Kami ingin menemui Edgar, banyak hal yang ingin saya tanyakan padanya."

__ADS_1


"Baiklah silakan masuk, Pak." Tanpa berpikir lama Bu Clarissa pun mempersilakan kedua polisi memasuki rumahnya.


Lalu, mereka duduk...


"Pelayannn..." Teriak Bu Clarissa


Pelayan pun datang.


"Ambilkan minum untuk Pak Polisi!" Titah Bu Clarissa


"Baik Nyonya..." Pelayan pun mengambil minuman ke dapur, lalu kembali dan menyajikannya pada pak polisi.


"Terima kasih Bu, Padahal tidak perlu repot repot."


"Ahh, Ini bukan apa-apa."


"Bisa tolong panggilkan anak ibu."


Tanpa berteriak Edgar turun dari tangga, Bu Clarissa menyuruh Edgar duduk, Edgar pun menghampiri semua dan duduk.


"Apakah benar anda dengan Edgar?"


"Kami anda tangkap karena anda dalang dibalik rumah Pak Bambang yang terbakar." Ucap Pak Polisi tanpa basa-basi


"Ma-maksud Bapak." Kejut Bu Clarissa mendapatkan serangan mendadak


"Kami sudah menemukan bukti bahwa penyebab kebakaran rumah Pak Bambang disengajakan dan dengan jelas pelakunya itu adalah anda."


"Tidak mungkin Pak,,, Edgar tidak mungkin melakukan hal sekeji itu, untuk apa anak saya membakar rumah Pak Bambang." Bela Bu Clarissa


"Untuk masalah selanjutnya agar dijelaskan di kantor polisi saja."


"Ajudan, bawa dia sekarang juga!"


"Baik komandan." Ajudan polisi pun menangkap Edgar memborgol tangannya, lalu membawa pergi.


"Saya tidak bersalah Pak... Dengarkan saya dulu." Berontak Edgar


"Jangan bawa anak saya pak, dia tidak bersalah. Kenapa mendadak seperti ini." Mohon Bu Clarissa menahan

__ADS_1


Tapi Pak Polisi menghiraukan itu. Ia tetap pergi membawa Edgar masuk mobil dan melajukannya ke kantor polisi untuk memberi keterangan lebih lanjut.


Bu Clarissa pun terus menelepon Pak Abraham untuk memberitahu jika Edgar ditangkap polisi tetapi Pak Abraham tidak mengangkat teleponnya.


Di Kantor Polisi...


"Saya tidak bersalah Pak, bisa saja itu orang lain." Berontak Edgar


"Sebaiknya anda duduk menjelaskannya sekarang."


Edgar pun duduk. Pak polisi pun memperlihatkan Vidio cctv.


"Sudah jelas di video itu adalah anda Edgar."


"Ta-tapi saya tidak melakukan hal ini Pak, memang benar saya mengantarkan Rachel pulang. Tapi saya tidak melakukan seperti yang di video itu. Bisa jadi itu oknum yang mengedit."


"Anda cukup mengelak, bagaimana bisa vidio itu mengubah wajah seseorang menjadi sepertimu yang sudah jelas ini adalah dirimu. Apa kau pikir ini kembaran yang mirip denganmu?"


"Iya, Itu bisa saja terjadi pak polisi."


"Sudah cukup! Ajudan, bawa dia ke dalam sel penjara."


"Baik komandan." Ajudan polisi pun menarik Edgar untuk masuk kedalam sel penjara, sambil menunggu keputusan dari pengadilan, Tapi Edgar meminta malah satu permintaan.


"Tunggu Pak Polisi, Saya ingin meminta satu permintaan sebelum masuk penjara."


"Apa itu?"


"Sebelum saya dimasukan ke dalam penjara, saya ingin menemui seseorang terlebih dahulu istri saya, saya belum berpamitan dengannya mungkin sekarang dia sedang khawatir. Tanpa dikawal saya akan pergi menemuinya sendiri, Saya berjanji tidak akan kabur. Jika saya tidak kembali dalam 3 jam, kalian aparat polisi boleh saja menghukum mati saya."


Setelah berpikir lama, Pak polisi berkata setuju.


"Baiklah. Saya akan memberi anda kesempatan, dan pegang janjimu itu, dalam 3 jam kau harus sudah menyerahkan dirimu pada polisi."


"Baik Pak, Saya akan menepati janji saya." Edgar pun cepat pergi dari kantor polisi itu dengan berlari cepat.


"Sial! Aku di sini, bukan untuk masuk penjara!!"


Bersambung✍️

__ADS_1


__ADS_2