
Dalam perjalanan pulang Edgar tidak langsung pulang kerumahnya ia malah pulang ke rumah tiga sahabatnya tinggal bersama.
Evan, Farel dan Azka tinggal bersama di dalam satu rumah dan mereka selalu menghabiskan waktunya bertiga di rumah itu. Karena di rumah mereka masing-masing sepi hanya ada pembantu, ayah nya sibuk bekerja tidak ada waktu sama sekali dan ibu mereka juga selalu ikut menemani suaminya kemanapun ia pergi dan bekerja dan sosialita. Dan orang tua mereka terkadang pulang 6 bulan sekali dan setelah itu sibuk lagi, jadi orang tua mereka pulang pun tidak peduli. Dan rumah mereka yang mewah ditempati oleh para pembantunya saja.
Memiliki nasib yang sama, mereka bertiga pun memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah rumah milik keluarga Edgar yang salah satunya lagi untuk ditempati saja daripada terbengkalai.
Edgar pun masuk.
Dua sahabatnya yakni Farel dan Evan sedang bermain Ps di ruang tengah dan terlihat senang sekali.
Azka yang tidak ikut bermain melihat Edgar datang.
"Heh Edgar ... lo datang kesini, kenapa lo tidak biasanya? lo diusir?" Tanya Azka
Mendengar Kata Azka, Evan dan Farel yang sedang bermain langsung melihat ke Arah Edgar yang tampak lesu.
"Eh ... Bro, datang lo." Kata Evan sambil masih sibuk bermain Ps
"Tidak biasanya lo datang kesini, Gar. Tadi kemana lo pulang? Kata Farel bertanya
Dengan wajah yang sedikit pucat karena terus memikirkan pernikahannya itu besok. Edgar pun langsung duduk dan berkumpul bersama sahabatnya.
"Tau ah gue pusing." Jawab Edgar dengan malas
"Kenapa lo, habis main komedi putar bisa pusing begitu atau biang lala." Canda Evan
Azka dan Farel pun tertawa.
"Jika pusing minum obat saja Gar. Begitu saja kok di buat ribet." Sambung Farel
"Pusing gue beda, bukan pusing karena gue sakit, gue pusing memikirkan hidup gue bagaimana." Ucap Edgar dengan raut wajah kusut
"Hidup lo kan enak Gar, Apalagi yang harus dibuat pusing. Orang tua lo ada, tidak seperti kita bokap nyokap tidak ada waktu, hanya ada uang, rumah ada, mobil mewah juga ada. Tapi tetap saja kesepian. Apalagi kebutuhan hidup yang harus dibuat pusing lo sekarang." Kata Azka
Sedangkan Farel dan Evan sibuk bertarung bermain Ps.
"Gue besok nikah!" Tegas Edgar dalam ucapnya
Mendengar perkataan Edgar semuanya terkejut, Evan dan Farel sampai membanting Ps itu menghentikan permainan mereka.
__ADS_1
"APAA!!" Jawab serentak dengan keras karena terkejut
Evan mengecek suhu badan Edgar di keningnya dengan punggung tangannya.
"Lo tidak sakitkan, Gar?" Tanya Evan tidak percaya
"Gue tidak salah denger kan, Gar?" Tanya Azka tidak percaya juga
"Gue serius, gue bukan becanda. Malahan besok hari pernikahan gue, makannya gue pusing." Jawab Edgar dengan tegas dan penuh penekanan
"Yang bener lo. Dengan siapa? Lo hamilin perempuan, Ya." Duga Evan
"Bukan, bokap gue menjodohkan gue dengan anak temannya." Jawab Edgar
"Ya allah. Ini bukan masalah kecil bro. Bahaya jika lo menikah dengan pilihan bokap lo. Kalian kan tidak saling cinta." Ucap Azka
"Maka dari itu gue bingung. Ingin membatalkan tapi gue sudah setuju perintah bokap gue. Diterima, gue kan tidak cinta. Di sisi lain gue cinta pada teman masa kecil gue. Jika gue menikah bagaimana perasaan kisah cinta gue dengan teman masa kecil gue." Ucap Edgar
"Terus bagaimana, Ya? Gue yang mendengarkan cerita lo saja jadi ikutan bingung juga, apalagi lo yang ngalamin." Kata Azka
"Tapi dia cantik kan, Gar?" Ucap Farel
"Lo tahu siapa namanya, usia nya berapa, kuliah di mana?" Tanya Farel
"Gue tidak sempat bertanya usia atau kuliah di mana, karena gue malas, Tapi gue tahu namanya siapa?" Jawab Edgar
"Siapa Gar?" Tanya Farel
"Nara..." Jawab Edgar penuh penekanan
Mendengar kata Nara, Farel terkejut dan teringat pada Nara yang sudah ia lecehkan.
"Nara??" Nama itu pun bergeming di pendengaran dan bergema di kepala Farel.
"Iya, namanya itu setahu gue." Jawab Edgar
"Gar, lo tahu kepanjangannya apa?" Dengan cepat Farel menanyakan rangkaian namanya pada Edgar. Siapa tahu itu Nara yang dia kenal.
"Sayangnya gue tidak tahu kepanjangannya apa, gue kan tidak bertanya, itu juga tahu karena keluarganya memanggil dengan sebutan Nara."
__ADS_1
"Memangnya kenapa rel lo bertanya kepanjangan namanya ... Serius sekali sepertinya." Tanya Evan
"Tidak, Tidak apa-apa, gue heran saja." Jawab Farel tidak meyakinkan
"Apa Nara itu adalah Nara yang sama yang sudah aku hilangkan mahkotanya. Semoga saja bukan dia, tapi kenapa?" Gumam Farel
"Terus bagaimana selanjutnya, Gar?" Tanya Evan
"Ya Bagaimana lagi terpaksa gue terima pernikahan gue." Jawab Edgar pasrah
"Lo yakin?? Bagaimana nanti cerita cinta lo dengan wanita yang lo suka itu. Apa setelah wanita itu kembali dan lo sudah menikah lo akan selingkuh di belakang istri lo nanti." Tanya Evan
"Entahlah Gue sendiri bingung, bagaimana kisah hidup gue selanjutnya." Jawab Edgar
"Hidup lo pedih amat Gar ... Untung bokap gue sibuk kerja keluar kota terus." Ledek Azka
Tidak menanggapi dan malas menjawab lagi.
"Yasudahlah kalian bertiga besok datang saja ke pernikahan gue. Kalian bisa liat betapa cupu nya wanita itu, gue pergi pulang dulu. Kita bertemu besok." Kata Edgar pamit
"Yaelah Gar ... Katanya lo tidak suka dengab pernikahan ini tapi lo antusias sekali pakai acara mempromosikan." Ejek Azka
Edgar tidak menanggapinya ia pun pulang dengan mengendarai mobil mewahnya. Azka dan Evan pun tertawa, sedangkan Farel dia sedikit melamun.
"Heh Farel, lo kenapa sih tadi baik-baik saja sekarang malah melamun." Tanya Azka mengejutkan Farel
"Tidak ada ... gue tidak apa-apa ... gue ke kamar lebih dulu yah." Jawab Farel dan pergi ke kamar
"Ah... Tidak Edgar, Tidak Farel sama saja suka begitu. Hidup mereka miris sekali." Jawab dan ledek Evan
Edgar pun sudah sampai di rumah.
Baru datang ayahnya pun langsung menyuruhnya.
"Edgar, kau sudah pulang. Makanlah, bersihkan dirimu, dan setelah itu kau istirahat. Karena besok adalah hari yang sangat panjang untukmu. Dan jangan mengelak." Perintah ayahnya
"Baik ayah..." Edgar pun melakukan apa yang dikatakan ayahnya satu persatu
Setelah selesai ia pun istirahat dan tidur sedangkan jam masih menunjukkan pukul 17.00 Wib.
__ADS_1
Sama halnya dengan Nara ia pun di perintahkan ayahnya untuk istirahat dan Nara pun istirahat, sembari berusaha menerima kenyataannya saat ini.