Dinikahi Pak Guru

Dinikahi Pak Guru
Bab 23


__ADS_3

"Hmmm, Gisel belum pulang pa. Mungkin masih ada jam tambahan di sekolah," jawab Pak Rama memilih untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya.


"Tapi dia tidak lupa kan dengan acara nanti malam?" tanya Tyo memastikan.


"Enggak kok pa. Papa tenang saja. Sebentar lagi Gisel pulang kok," jawab Pak Rama menerka.


***


Satu jam kemudian, Gisel pun tiba di rumahnya.


"Pa, papa kapan pulang?" tanya Gisel yang langsung menyalami papa mertuanya yang saat ini sedang duduk di ruang keluarga.


"Tadi pagi. Oh ya, jangan lupa nanti kabari orang tua mu lagi ya, jika malam ini akan ada tahlilan di rumah kita ini," jawab Papa Tyo mengingatkan menantunya itu.


"Iya, baik pa. Nanti Gisel ingatkan lagi. Oh ya pa, Gisel mau ke kamar dulu ya," balas Gisel seraya berpamitan kepada mertuanya itu.


Setibanya di kamar, Gisel tidak melihat keberadaan suaminya. Hal itu lantas membuat Gisel sedikit bertanya-tanya.


Karena merasa Rama tidak ada di kamar, Gisel pun langsung mengambil handuk dan mengenakannya sebelum masuk ke kamar mandi.


Namun, betapa terkejutnya Gisel saat mendapati suaminya itu tengah berendam di dalam bathub kamar mandi kamar mereka.


'Astaga, itu dia. Duh, sapa nggak ya,' batin Gisel seketika takut melihat wajah suaminya itu.


'Nggak usah deh. Nanti kalo dia marah dan minta yang aneh-aneh gimana?' batin Gisel lalu membalikkan badannya hendak keluar dari kamar mandi tersebut.


"Mau kemana kamu?" tanya Rama dengan mata masih tertutup.


"Hmmmm, saya.. Saya.. Saya mau keluar pak. Ada.. Ada yang ketinggalan. Ya, ada yang ketinggalan. Ma.. Maaf pak. Saya tidak tau jika bapak ada disini," jawab Gisel gugup dan hendak berbalik badan meninggalkan kamar mandinya.


Jika sebelum-sebelumnya Rama langsung mencegat Gisel, namun kali ini, Rama tidak melakukan apa-apa terhadap istrinya itu.


Ia membiarkan Gisel kabur meninggalkannya sendirian.


"Pergilah sesuka mu Gisel. Tapi malam ini, akan aku tunjukkan bagaimana tugas seorang istri yang sebenarnya. Aku tidak peduli lagi jika kamu merintih kesakitan seperti kemarin," gumam Rama lalu melanjutkan mandinya.


Sementara itu, di luar kamar mandi, Gisel terlihat mondar-mandir tidak jelas. Gisel yakin sekali jika Rama pasti akan sangat marah kepadanya karena telah ketahuan berselingkuh dengan Xavier.


"Gimana ini. Bagaimana jika Pak Rama benar-benar marah padaku?" gumamnya cemas.

__ADS_1


"Tapi sepertinya tadi Pak Rama tidak mempermasalahkannya. Buktinya, dia membiarkan ku keluar dengan selamat dari kamar mandi," gumamnya lagi.


Karena lelah menunggu suami gurunya itu tidak kunjung keluar dari kamar mandi, Gisel pun memutuskan untuk rebahan hanya dengan menggunakan handuk kimono sebagai penutup tubuhnya yang polos.


Tanpa ia sadari, karena lelah, akhirnya Gisel pun larut ke alam mimpinya.


Sementara itu, Rama baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih yang ia lilitkan di pinggangnya seperti biasa.


Mata Rama seketika terbelalak saat melihat Gisel yang sudah tertidur di ranjangnya dengan pakaian yang terbuka karena handuk kimono yang ia kenakan tersingkap bagian bawah dan juha dadanya. Sehingga hal tersebut berhasil membuat naluri kelelakian Rama mulai terpancing.


Dengan rambut yang masih basah, Rama pun menghampiri istrinya itu. Ingin sekali Rama mencumbunya, namun ia harus berusaha untuk menahannya karena waktu magrib beberapa saat lagi akan masuk.


Rama pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar ganti dan memilih pakaian mana yang akan ia kenakan untuk acara tahlilan yang akan di gelas selepas salat isya nanti.


Selesai berganti pakaian, Rama pun langsung membangunkan Gisel yang masih tertidur nyenyak.


Sebenarnya Rama merasa iba untuk membangunkan istrinya itu, tapi mau bagaimana lagi. Gisel harus bangun dan bersegera untuk mandi.


"Gisel bangunlah. Sebentar lagi magrib. Kamu ingat kan jika malam ini akan ada acara tahlilan di rumah ini.


"Mmhhhh," lenguh Gisel masih dengan mata tertutup.


"Uhh, tidak perlu pak. Saya bisa mandi sendiri," jawab Gisel yang masih belum sadar jika pakaiannya berantakan.


Gisel yang hendak berdiri pun tiba-tiba kaget saat mendapati handuk kimono yang ia kenakan terbuka.


Gisel langsung terperanjat seraya mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Astaga, papa membuka pakaian saya?" tuduhnya kepada sang suami.


"Kamu bilang apa? Kamu sendiri kan yang mengenakan pakaian itu. Lagian untuk apa kamu menutupinya? Saya bahkan sudah melihat dan sedikit menyicipi semuanya yang ada pada tubuhmu itu," jawab Rama membuat mata Gisel seketika terbelalak dan wajahnya memerah karena malu.


"Apaan sih pak. Nggak lucu tau," umpat Gisel malu.


"Sudahlah. Sekarang kamu mandilah. Saya akan ke bawah menemui papa," ucap Rama lalu pergi meninggalkan Gisel begitu saja.


"Aneh sekali. Kenapa dia tidak mesuman lagi ya?" gumam Gisel heran.


"Apa Pak Rama mulai sadar jika aku sudah memiliki pacar?" gumamnya lagi seraya berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Gisel pun selesai mandi dan berpakaian. Kali ini, ia mengenakan hijab dan pakaian muslim.


Di saat Gisel turun ke lantai satu rumah mertuanya itu, Gisel pun langsung di sambut oleh kedua orang tuanya.


"Gisel sayang. Gimana kabar mu nak? Mama kangen sekali sama kamu," ucap Lasmi memeluk anak satu-satunya itu.


"Aku baik kok ma. Aku juga kangen sama mama. Mama kok nggak pernah kesini lagi sih setelah aku menikah dengan Pak Rama? Mama nggak sayang aku lagi ya?" tanyanya manyun.


'Ih, dasar, manja sekali,' batin Rama yang memperhatikan istrinya itu.


"Maafkan mama sayang. Mama sama papa baru kembali dari luar kota. Ada pekerjaan yang harus kami tangani di sana. Kita makan dulu yuk. Papa sama mertuamu sudah menunggu di ruang makan," ajak Lasmi menggandeng tangan putrinya itu.


"Ya sudah. Ayo. Kebetulan, aku sudah lapar sekali," jawab Gisel bergelayut manja di tangan sang mama.


Tak beberapa lama kemudian, acar tahlilan tersebut akan segera dimulai. Semua warga sudah mulai berkumpul dan duduk di dalam rumah.


Begitu juga dengan Gisel dan juga mamanya yang duduk di bagian keluarga.


Begitu juga dengan Rama yang duduk tepat di sebelah Gisel.


Tak lama kemudian, dari arah luar, masuklah Bu Celine dengan pakaian serba hitamnya. Ia yang celingak-celinguk mencari keberadaan Rama langsung menarik perhatian Gisel.


Entah kenapa, ada rasa jengkel dan kesal yang dirasakan oleh gadis cantik itu.


"Pak, itu ada pacarnya. Pasti dia mencari bapak," bisik Gisel di telinga suaminya itu.


"Pacar saya? Siapa?" tanya Rama balik.


"Itu," jawab Gisel melihat ke arah pintu.


"Kamu cemburu?" bisik nya di telinga Gisel.


"Nggak. Biasa saja," balas Gisel juga berbisik.


Hati Rama pun langsung sakit mendengar jawaban Gisel yang memilukan itu.


Tanpa di ketahui, Rama pun mengepalkan tangannya di saat ia seketika ingat kejadian tadi siang di taman danau buatan.


'Jelas saja kamu tidak cemburu, secara di hati kamu itu tidak ada saya, melainkan bocah itu,' batinnya mengumpat.

__ADS_1


"Pak buruan temui Bu Celine. Kasihan dia sendirian," bisik Gisel lagi.


__ADS_2