Dinikahi Pak Guru

Dinikahi Pak Guru
Bab 43


__ADS_3

"Halo selamat sore bu Naima. Saya Rama guru dari Bryan anak ibu. Hmmmm, begini bu, saya mau meminta ibu untuk datang ke sebuah rumah kosong di jalan melati raya nomor dua puluh. Disini ada anak ibu Bryan yang sedang di amankan oleh warga karena telah menculik salah satu dari murid saya dan menyekapnya di rumah kosong ini. Selain itu, saat kami geledah, anak ibu hendak melakukan tindak pemerkosaan kepada murid saya yang dia culik itu," ujar Rama membuat mama daru Bryan nampak shock dan terkejut.


***


"Apa? Nggak mungkin anak saya melakukan itu. Siapa tau anak saya di jebak oleh wanita itu atau sama teman-temannya. Saya tau sekali bagaimana sifat anak saya Bryan pak," jawab dari orang tuanya Bryan.


Ibu Naima sangat percaya sekali dengan anaknya. Bagi dirinya Bryan adalah anak yang baik dan santun. Maka dari itu ibu Naima tak percaya dengan apa yang di katakan oleh anaknya itu.


"Maaf bu, kalau ibu tidak percaya, ibu bisa datang ke sini langsung dan tanyakan sama warga yang ada di sini. Selain itu, kami juga puna bukti cctv atas apa kasus penculikan yang di lakukan oleh anak ibu," balas Rama kesal.


Mendengar ucapan dari pak guru Rama, ibu Naima pun langsung memutuskan untuk datang ke alamat yang di katakan oleh pak guru Rama.


"Pak saya mohon jangan biarkan mama saya sampai disini. Saya nggak mau dia kecewa melihat kelakuan saya ini. Saya salah pak, dan saya minta maaf. Saya janji nggak akan mengulangi kelakuan saya ini," mohon Bryan yang masih di tahan oleh para warga.


"Enak ya lo minta maaf. Lo itu tau nggak kelakuan lo itu sangat keterlaluan sekali. Harusnya lo itu di laporin sama polisi. Tindakan lo ini udah kriminal tau nggak," omel Dewi yang sudah sangat emosi sedari tadi.


"Dewi benar. Harusnya kamu itu di laporkan ke pihak yang berwajib," tambah Rama membuat wajah Bryan pucat seketika.


"Jangan laporkan saya sama polisi pak. Saya mohon," rengek Bryan yang tadinya mengancam, kini malah seperti kucing kena air.

__ADS_1


"Itu bukan urusan saya Bryan. Semua keputusan akan saya serahkan kepada Gisel dan kepala sekolah. Jadi saya minta kamu sekarang berdoa saja agar kamu masih mendapatkan keberuntungan," ujar guru killer itu.


Kurang lebih satu jam kemudian, ibu Naima dan suaminya sampai di depan rumah kosong tempat penggrebekan Bryan. Ibu Naima sangat shock sekali saat melihat anaknya yang sudah babak belur dan tangan yang terikat.


"Apa-apaan ini? Siapa yang telah berbuat ini kepada anak saya?" teriak ibu Naima menatap semua warga yang ada di ruangan itu satu per satu.


"Kami yang memukulinya. Dia telah berbuat yang tidak-tidak di sekitaran tempat tinggal kami. Tak hanya itu, anak ibu juga sudah menculik gadis ini dan hendak memerkosanya," ucap salah satu warga yang di hormati di antara semuanya.


Padahal, Rama baru saja akan menjawab jika ia lah yang telah memukul Rama degan tangannya sendiri.


Rama pun menatap warga tersebut satu-satu per satu seolah ia mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah membelanya.


"Beraninya kalian. Awas saja, saya akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi," ancam ibu Naima yang sudah sangat emosi sekali.


"Iya, betul sekali," tambah warga yang lainnya.


"Sudah ma. Jangan di perpanjang lagi. Sudah jelas anak kita bersalah, kamu jangan selalu membelanya," bisik Raharja di telinga sang istri.


Mendengar ricuh warga, ibu Naima langsung menghampiri Gisel yang masih trauma. Ia masih berada di dalam pelukan Dewi saat ini.

__ADS_1


"Apa kamu yang di culik oleh anak saya?" tanya ibu Naima menghampiri Gisel.


"Gisel tak menjawab. Ia hanya diam sembari menundukkan kepalanya.


"Baiklah. Kalau gitu saya mohon sama kamu tolong maafkan saya. Anak saya khilaf. Saya yakin anak saya melakukan semua ini pasti ada alasan tersendiri," ucap ibu Naima masih membela Bryan, anaknya.


"Maaf bu. Saya ini hanya manusia biasa. Jujur, saya nggak bisa maafkan Bryan. Biarlah semua ini menjadi urusan yang berwajib," jawab Gisel dengan bijak.


"Saya mohon jangan lakukan itu pada anak saya. Harusnya kamu juga introspeksi diri. Kurang kamu apa? Kamu harusnya sadar siapa kamu dan siapa anak saya. Sudah syukur anak saya mau dengan kamu. Kamu tau, anak saya itu adalah anak yang sangat sulit sekali untuk jatuh cinta," ucap ibu Naima masih membela anaknya.


"Eh, apaan sih bu? Bukannya minta maaf malah ngebela anaknya yang tau-tau udah salah. Udah Sel, mending lo bawa aja kasus ini ke polisi. Biar tau rasa tuh si ibu sama anaknya. Hhhhh, masih sma aja udah berani nyulik dan mau perkosa anak orang. Gimana nantinya kalo udah nggak sekolah," protes Dewi yang sangat kesal sekali atas ucapan si ibu kepada Gisel.


"Diam kamu. Memang kamu siapa ha? Main ikut campur saja," giliran ibu Naima malah memarahi Dewi.


"Saya ini sahabatnya Gisel. Ibu mau apa ha?" jawab Dewi tanpa rasa takut sedikit pun.


"Ssstttt, sudah.. Sudah.. Maaf bu, tidak seharusnya ibu menyudutkan Gisel dan masih membela anak ibu yang sudah jelas terbukti bersalah. Ibu nggak lihat bagaimana traumanya Gisel setelah kejadian ini?" giliran Rama yang membuka suaranya.


"Sudah, bapak diam saja. Ingat ya pak, kalau bapak membawa kasus ini ke kepala sekolah dan ke kepolisian, maka saya akan pastikan, saya akan menghentikan semua dana untuk sekolah. Biar kalian semua tau sekuat apa saya," ancam bu Naima dengan beraninya.

__ADS_1


"Sudah, stop ma. Hentikan. Papa nggak setuju kalau mama main ancam seperti itu. Ini semua memang salah anak kita Bryan. Mama jangan terlalu memanjakannya. Pihak sekolah punya hak untuk tau masalah muridnya ini. Dan pihak yang diculik juga punya hak penuh atas apa yang akan di lakukan nya untuk kedepannya. Anggap saja ini adalah sebuah pelajaran untuk kamu dan juga Bryan," giliran Raharja angkat bicara. Ia memang sudah muak dengan sifat istri dan anaknya yang selalu bersikap keterlaluan. Apapun kemauan mereka harus di penuhi sehingga mereka tidak memikirkan ada yang di rugikan dalam setiap keinginannya.


"Nggak bisa gitu dong pa. Harusnya papa itu bantu aku belain Bryan. Bukan malah membela wanita nggak tau diri ini," ucap ibu Naima membuat Rama geram. Tapi ia harus tahan emosi. Jangan sampai siapa dia sebenarnya terbongkar sebelum Gisel tamat sekolah.


__ADS_2