Dinikahi Pak Guru

Dinikahi Pak Guru
Bab 30


__ADS_3

"Jadi kamu ngambek dan melawan karena masalah tadi? Ya ampun Gisel, itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan," ucap Rama baru mengerti maksud dari kemarahan Gisel.


***


'Tuh kan gue nggak salah dengar. Gisel dan pak Rama, mereka..Mereka sudah menikah,' batin Dewi masih sangat shock mendengar percakapan antara Gisel dengan guru yang terkenal killer itu.


"Ck! Nggak aku bayangkan? Sudahlah pak. Aku nggak mau lagi bicara sama bapak. Ingat ya pak, di sekolah ini status kita hanya sekedar guru dengan muridnya. Bapak tidak berhak mengatur-ngatur saya mau dekat dengan siapapun, sedangkan saya juga tidak akan mengatur bapak mau dekat dan berhubungan dengan siapapun. Sementara di rumah, kita akan bersikap selayaknya suami istri jika di dekat kedua orang tua saya dan juga orang tua bapak, selebihnya kita bebas. Saya permisi," ucap Gisel segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sadar akan Gisel yang akan berjalan keluar, dengan cepat Dewi segera pergi dan bersembunyi di balik tembok.


"Huh.. Huh.. Huh.. Untung saja Gue nggak ketahuan. Ok baiklah, gue akan tanyakan ini langsung pada Gisel," gumam Dewi lalu pergi menuju toilet.


"Dewi.. Lo.. Lo.. Lo belum pulang?" tanya Gisel saat berpapasan dengan Dewi di pintu toilet.


"Gisel, astaga, gue kaget sekali. Iya, ini tadi gue udah mau pulang, tapi tiba-tiba saja gue kebelet pipis dan gue memilih untuk ke toilet sekolah dulu. Lo sendiri gimana? Urusan lo sama Pak Rama udah selesai?" tanya Dewi balik.


"U.. Urusan? Oh.. Udah. Tadi dia cuma mau nawarin pelajaran tambahan saja. Dia bilang nyokap gue yang nyuruh," jawab Gisel berusaha menutupinya dari Dewi.


"Ya udah. Lo pulang bareng ama gue atau sama Pak Rama?" tanya Dewi seketika membuat Gisel menatap lekat sahabatnya itu.


Gisel masih belum tau jika saat ini Dewi sudah mengetahui hubungannya dengan Rama.


"Mak.. Maksud lo apa? Ya kali gue pulang sama guru killer itu," jawab Gisel nampak gugup dan juga pucat.


"Sel, gue ini sahabat lo. Kita sudah sahabatan sejak lama sekali. Kenapa lo masih nutupin semuanya dari gue," ucap Dewi berharap Gisel akan jujur setelah ini.


"Jujur? Jujur mengenai apa?" tanya Gisel masih pura-pura bodoh.

__ADS_1


"Jangan pura-pura bodoh dan nggak terjadi apa-apa Gisel. Gue tau kok jika lo dan Pak Rama sudah menikah. Kalian berdua adalah pasangan suami istri kan?" ucap Dewi seketika membuat mata Gisel terbelalak. Ia tak bisa lagi mengelak ataupun memberi alasan palsu.


"Lo.. Lo.." ucap Gisel terbata-bata. Ia tak tau lagi harus berkata seperti apa.


"Lo nggak pasti mau nanya gue tau dari mana atau dari siapa. Iya kan. Gisel, gue tau sendiri. Gue dengar dan lihat sendiri dengan kuping dan juga mata kepala gue percakapan lo dengan pak Rama baru saja. Jadi lo tolong jujur sama gue. Lo dan Pak Rama udah nikah kan?" tanya Dewi mengintimidasi.


"Wi.. Gue mohon sama lo jangan beri tau siapapun. Gue mohon. Bukan keinginan gue Wi untuk menikah dengan Pak Rama. Kami ini di jodohkan. Bahkan waktu hari pernikahan gue, gue sendiri nggak tau jika gue akan dinikahkan hari itu juga, dan gue juga nggak di beri tau siapa calon suami gue.


Begitu juga dengan Pak Rama, dia juga nggak tau jika wanita yabg akan menjadi istrinya itu adalah gue," jelas Gisel panjang lebar.


"Benarkah?" tanya Dewi lagi. Pengakuan sahabatnya baru saja bagaikan kisah di negeri dongeng di telinganya.


"Iya. Benar. Gue sama sekali tidak berbohong. Wi gue mohon sama lo. Jangan ada yang tau tentang hubungan gue ini. Gue percaya sama lo. Lo sahabat gue," ucap Gisel memohon.


Dewi menatap lekat sahabatnya itu. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, hingga beberapa saat kemudian, Dewi tersenyum lalu memeluk sahabatnya sekilas.


"Selamat ya Sel. Gue ikut senang. Kalo gue boleh tau, lo sama Pak Rama udah malam pertama kan?" tanya Dewi membuat pipi Gisel merah merona.


"Ih.. Pake acara malu-malu segala. Eh, tadi gue denger lo kayaknya ribut sama Pak Rama. Lo ada masalah ya?" tanya Dewi mulai kepo.


"Hhhhhh, ya gitulah Wi. Dia mau ikut gue ke rumah nyokap, tapi minta satu mobil sama gue," jawab Gisel menghela nafasnya berat.


"Lah, lalu salahnya dimana?" tanya Dewi lagi. Ia tampak heran dengan permasalahan sahabatnya itu.


"Nggak masalah sih sebenarnya. Dia kan punya mobil sendiri. Selain itu, gue juga lagi kesel sama dia gara-gara tadi dia dan Bu Celine pegang-pegangan tangan gitu," jawab Gisel dengan wajah sendu.


"Ya elah Sel. Gitu aja cemburu.

__ADS_1


Orang bilang, kalo kita cemburu sama seseorang, itu artinya kita suka dan cinta sama orang itu. Gue rasa lo cinta deh sama Pak Rama," ucap Dewi menilai.


"Apa? Cinta? Ya nggak lah Wi. Gue itu udah punya pacar. Tapi sayang sekali, gue harus segera mutusin pacar gue itu karena ancaman guru gila itu," jawab Gisel keceplosan.


"Apa? Lo punya pacar Sel? Siapa?" tanya Dewi terkejut sekaligus penasaran.


"Itu, adalah. Bukan anak sekolah kita. Ya sudah lupain aja. Lagian gue juga mau mutusin dia karena perintah guru gila itu," jawab Gisel lalu melangkahkan kakinya meninggalkan toilet sekolah itu.


'Gisel punya pacar? Siapa?' batin Dewi penasaran.


Sementara di ruang guru, Rama tengah bersiap-siap untuk pulang. Setelah berdebat dengan istrinya, Gisel, Rama pun memutuskan untuk menyusul Gisel ke rumah sang mertua.


Satu jam kemudian, Rama pun tiba di rumah mertuanya. Namun, ia sama sekali tidak melihat mobil sang istri terparkir di sana.


Masih berpikiran positif, Rama pun turun dan langsung mengetuk pintu rumah mertuanya itu.


"Eh, Rama. Gisel mana?" tanya Lasmi, mamanya Gisel.


"Gisel? Gisel belum nyampe sini ma?" tanya Rama terlihat keheranan.


"Belum. Memang Gisel mau kesini? Kenapa dia nggak bilang sama mama?" tanya Lasmi juga keheranan.


'Apa jangan-jangan Gisel kembali pergi dengan pacarnya itu?' batin Rama mulai kecewa.


"Hmmmm, maaf ma. Mungkin Gisel ada keperluan lain. Kalau begitu, saya permisi pulang dulu. Takutnya Gisel sudah dulu pulang ke rumah," pamit Rama menciumi tangan mertuanya itu.


"Kamu nggak masuk dulu?" tanya Lasmi lagi.

__ADS_1


"Enggak usah ma. Makasih. Saya permisi dulu," balas Rama lalu menyalakan mesin mobilnya.


"Kemana kamu Gisel? Pantas saja kamu tidak mengizinkan saya rsau mobil dengan ku," gumam Rama dengan raut wajah kecewanya.


__ADS_2