Dipaksa Jodoh

Dipaksa Jodoh
Bab. 36. Ulang Tahun Perusahaan.


__ADS_3

Hari ini semua karyawan sibuk menyiapkan acara untuk ulang tahun perusahaan yang akan diadakan esok hari. Begitu juga dengan Arion dan juga Zeva, mereka sibuk menyiapkan segala tamu undangan untuk acara penting itu.


Kedua orang tua Arion juga datang ke perusahaan untuk melihat persiapannya, karena mereka tidak mau nantinya ada kesalahan yang terjadi.


"Bagaimana, Ma? Apa Mama suka sama sama konsepnya?" tanya Zeva yang saat ini sedang memeriksa aula perusahaan yang akan dijadikan tempat untuk acara.


"Mama suka-suka aja sih. Tapi, kenapa temanya harus the secret?" Dia merasa bingung, dan tidak pernah mendengar tema seperti itu sebelumnya.


"Begini, Ma. Setiap orang pasti punya rahasia dalam hidup, termasuk semua orang yang tergabung dalam perusahaan ini. Bahkan perusahaan juga punya rahasia tersendiri. Baik rahasia baik, maupun rahasia buruk. Jadi kami ingin membuat setiap orang merasa aman dengan rahasia tersebut, juga bagaimana supaya hidup bisa terus berkembang dengan adanya rahasia itu,"


"Benar, seperti pernikahanmu dan Arion."


Zeva langsung terkesiap saat mendengarnya, dia lalu menundukkan kepala dengan tangan saling bertautan.


"Dengar, Sayang. Mama tidak tau kenapa sampai saat ini kalian tidak memberitahu pada semua orang tentang hubungan kalian. Apakah karna hubungan kalian tidak baik-baik saja?"


Zeva langsung mengangkat kepalanya dan memandang Mama Audy. "Tidak ada masalah apapun dalam hubungan kami, Ma. Kami baik-baik saja."


"Benarkah? Lalu, kenapa kalian masih merahasiakan semuanya?"


Zeva terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan sang mertua, sementara mama Audy menghela napas berat sambil memegang kedua bahu wanita itu.


"Besok adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya pada semua orang, mama dan papa tidak mau lagi kalau kalian menyembunyikannya,"


"Memang apa salahnya kalau disembunyikan?"


Zeva dan mama Audy langsung melihat ke arah samping, tampak Arion sedang berjalan untuk mendekati mereka.


"Memang tidak salah, tapi juga tidak benar, Arion. Semua orang harus mengetahuinya, agar rasa hormat yang mereka berikan padamu juga mereka berikan pada istrimu." Mama Audy melepaskan pegangan tangannya di bahu Zeva.


"Rasa hormat didapat karna kepantasannya, Ma. Bukan karna menjadi istriku. Siapapun bisa mendapat kehormatan itu, walaupun dia bukan istriku,"

__ADS_1


"Sudah diam. Mama tau kalau kau pasti akan terus mendebat mama, dan mama tidak mau mendengar apapun lagi. Jika besok kalian tidak memberitahu semua orang, berarti ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari kami. Apapun itu, kelak kami pasti akan mengetahuinya," ucap mama Audy membuat Zeva langsung melihat ke arah Arion.


"Baiklah, mama mau menemui papa dulu." Mama Audy mengusap lengan Arion lalu beranjak pergi dari tempat itu.


Untuk beberapa saat terjadi keheningan di tempat itu. Beberapa kali Arion melirik ke arah Zeva dengan smirik di bibirnya, tetapi wanita itu tidak sadar karena sedang berpikir keras.


"Bagaimana ini? Jika kami tidak melakukannya, maka semua keluarga pasti akan curiga. Tapi, kalau kami mengumumkannya. Gavin pasti akan marah padaku. Duuh, apa yang harus aku lakukan?" Zeva merasa sangat bingung saat ini.


"Kenapa kau gelisah? Kita tidak perlu menuruti kemauan orang tuaku, biar nanti aku yang bicara pada mereka," ucap Arion.


Zeva terdiam mendengar ucapan Arion. Dia merasa sangat jahat dan bersalah pada laki-laki itu, karena Arion selalu saja menuruti apa yang dia inginkan.


"Tidak perlu. Lebih baik kita katakan saja pada semua orang,"


"Baik- hah, apa?" Arion terkejut dengan apa yang Zeva katakan. "Kau, kau bilang apa?"


Zeva tersenyum simpul. "Ayo kita katakan pada semua orang, yah hitung-hitung supaya mereka tau kalau kita pernah menikah."


"Arion, kenapa kau malah melamun?"


Arion tersentak kaget dari lamunannya. "Ba-baiklah, aku akan mengurus semuanya. Tapi, apa kau yakin ingin melakukannya? Apa kekasihmu tidak akan marah?"


Zeva menghela napas berat, sungguh rasanya dia sangat jahat sekali saat suaminya sendiri membahas tentang kekasihnya. "Ti-tidak apa-apa, memang sudah seharusnya kan pernikahan kita diketahui semua orang. Kalau soal Gavin, kau tidak perlu memikirkannya."


Arion mengangguk paham dengan senyum yang terukir dibibirnya. "Tentu saja aku tidak akan memikirkannya, karna aku memang ingin membuat masalah di antara kalian."


"Baiklah, aku akan mengurus semuanya."


Cup. Tanpa sadar Arion melabuhkan kecupan singkat di pipi Zeva membuat wanita itu tersentak. "Aku harus menemui Haris." Dia lalu beranjak pergi dari tempat itu meninggalkan Zeva yang masih mematung di tempat.


Tangan Zeva terangkat menyentuh pipi dengan pandangan lurus ke depan. Sungguh dia sangat terkejut dengan apa yang Arion lakukan, sampai-sampai tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


"Nona!"


Zeva terlonjak kaget saat sebuah tepukan mendarat di bahunya. "Y-ya?"


"Maafkan saya karna sudah mengejutkan Anda, Nona. Tapi saya ingin bertanya mengenai tamu undangan besok," ucap salah satu karyawan pada Zeva.


"Ah, baiklah. Ikut aku!" Dia segera beranjak dari sana dengan diikuti oleh karyawan itu. Dia bertanya-tanya apakan wanita itu melihat apa yang Arion lakukan padanya, tetapi tidak mungkin juga untuk menanyakan semua itu.


*


*


*


Setelah semua persiapan selesai, akhirnya pesta ulang tahun perusahaan akan dilangsungkan malam ini. Semua tamu undangan sudah memadati aula perusahaan, begitu juga dengan para karyawan yang tentu saja harus menghadiri acara tersebut.


Seluruh keluarga Arion sudah menyambut kedatangan semua tamu, begitu juga dengan keluarga Zeva yang sudah hadir di tempat itu.


"Baiklah, terima kasih saya ucapkan untuk semua tamu undangan yang sudah hadir dipesta ulang tahun perusahaan ini. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih pada semua karyawan yang selama ini sudah bekerja keras untuk memajukan perusahaan. " Papa Ben menudukkan kepalanya pada semua orang sebagai ucapan terima kasih.


"Malam ini bukan hanya sebagai acara ulang tahun perusahaan saja, tetapi sebagai pemberitahuan untuk semua orang tentang putra saya. Kemarilah, Arion."


Arion melangkahkan kaki untuk naik ke atas podiam dengan menggenggam tangan seorang wanita, yang tentu saja menggemparkan semua orang.





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2