
Keesokan harinya, Arion dan juga Haris berangkat menuju kota T untuk peresmian hotel mereka yang ada di kota tersebut.
Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam lamanya, itu sebabnya Haris membawa supir agar bisa menamani Arion sepanjang perjalanan. Mengingat kondisi Arion masih belum pulih total membuat laki-laki itu harus ekstra menjaganya.
Semantara itu, di tempat lain terlihat seorang wanita sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Dia menggunakan sweater yang agak tebal supaya tubuhnya tetap hangat karena saat ini cuaca lumayan berangin.
"Apa kamu gak papa Nak, pergi sendirian?" tanya Buk Leni, dia merasa khawatir karena saat ini Zeva ingin pergi ke kota seorang diri.
"Tidak apa-apa, Buk. Lagi pula jarak kota ke sini kan cuma satu jam saja, jadi tidak terlalu jauh." Zeva mencoba untuk menenangkan wanita paruh baya itu sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit. "Ini kesempatanku untuk bertemu dengan suamiku, Buk. Itu pun kalau dia datang ke sana."
"Kenapa enggak pulang langsung aja, Nak? Ibu sama Bapak bisa langsung mengantarmu."
Zeva menggelengkan kepalanya. "Zeva enggak mau buat bapak dan Ibu repot, lagian bapak dan Ibu kan harus menjaga kebun yang udah panen ini. Nanti kalau diambil orang gimana?"
"Heleh, orang biasanya juga enggak diambil orang kok. Pokoknya bapak sama ibuk harus ikut, titik gak pakek koma," ucap ibu Leni dengan bersungut-sungut marah. Jangan harap Zeva bisa pergi sendirian, apalagi saat ini wanita itu sudah tidak sendiri lagi.
Zeva hanya bisa menghela napas saja saat melihat Ibu Leni dan Pak Toha sedang bersiap-siap untuk ikut dengannya. Tapi tidak apa-apa lah, hitung-hitung sekalian bisa jalan-jalan bersama mereka.
__ADS_1
Setelah semua persiapan selesai, akhirnya mereka bertiga berangkat ke kota dengan mengendarai sebuah mobil yang sudah tua.
Sepanjang perjalanan, Zeva terus menceritakan tentang sosok suaminya. Bagaimana sifat dan karakter dari laki-laki itu, juga apa saja yang dulu selalu mereka lakukan pada saat mereka bekerja dulu.
"Ibu yakin kalau dia adalah laki-laki yang baik, Nak. Bukan hanya laki-laki baik saja, tapi juga suami yang baik untukmu."
Zeva menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar. "Tentu saja, Bu. Aku harap dia tidak terkejut saat melihat kami." Zeva merasa sedikit khawatir saat ini.
"Kenapa kau merasa khawatir? Tentu saja dia akan sangat bahagia saat melihat kalian. Dan kau juga enggak boleh banyak pikiran, supaya tidak menganggu kesehatanmu," ucap Bu Leni yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Zeva.
1 jam kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Terlihat banyak orang-orang yang memadati tempat itu karena memang hari ini adalah peresmiannya.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Arion dan Haris baru saja sampai di kota T. Kedatangan mereka disambut oleh beberapa orang dan langsung di bawa masuk ke dalam hotel tersebut.
"Bagaimana persiapannya, apa sudah lengkap semua?" tanya Haris pada manageman yang bertugas di hotel tersebut.
"Semuanya sudah siap, Tuan. Saya sudah mengeceknya beberapa kali," jawab laki-laki tersebut.
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya selesai, Arion dan Haris segera berganti pakaian untuk memulai acara peresmian hotel tersebut.
Sementara itu, Zeva mengajak Ibu Leni dan juga Pak Toha untuk mendekat ke hotel tersebut. Hari ini adalah peresmiannya, sudah pasti akan banyak tamu-tamu penting yang hadir dalam peresmian itu.
Namun, semua itu akan menguntungkan Zeva. Dia bisa menyelinap masuk ke dalam hotel untuk menemuai seseorang yang sangat dia rindukan, siapa lagi jika bukan Arion.
Acara peresmian itu segera di mulai saat Arion naik ke atas panggung. Suara tepuk tangan menggema di tempat itu membuat suasana kian bertambah semangat.
Zeva yang baru akan masuk ke dalam hotel ternyata terlambat. Arion sudah keburu keluar dan naik ke atas panggung bersama dengan Haris.
Dia terpaksa memutar otak agar supaya Arion melihat keberadaannya di tempat ini. Zeva lalu melihat ada sebuah kursi dan langsung mengangkatnya. Dia lalu menaiki kursi itu dan berdiri tepat di hadapan Arion.
Arion yang saat itu sedang memberi kata sambutan langsung terdiam saat melihat wanita yang sangat dia kenali. "Zeva?"
•
•
__ADS_1
•
Tbc.