
Setelah selesai mengambil foto, Arion langsung menyuruh Zeva untuk mengirim foto mereka padanya. Dia ingin membagikan segala kenangan itu di media sosial, agar semua orang tau tentang kebahagiaan mereka.
"Apakah harus?" tanya Zeva. Dia masih merasa tidak enak dengan Gavin atau pun teman-teman laki-laki itu yang nantinya akan melihat akun media sosialnya.
"Kenapa? Kau pasti malu kan, karna menjadi istriku?" Arion memalingkan wajahnya membuat Zeva langsung panik.
"Bu-bukan seperti itu! Lagi pula siapa sih, yang akan malu kalau punya suami sepertimu? Wajahmu aja sangat tampan gini,"
Blush.
Wajah Arion langsung memerah saat mendengar ucapan Zeva, tetapi dia berusaha untuk menutupi semua itu dengan cemberut.
"Baiklah, aku akan memasukkan foto kita di tweet. Aku akan menandaimu juga." Zeva lansung masuk ke dalam akun media sosialnya untuk mengupload foto tersebut, tentu saja membuat Arion tersenyum lebar.
Setelah masalah foto selesai, mereka memutuskan untuk membersihkan diri. Dan sesudahnya tidak perlu dijelaskan lagi apa yang akan terjadi di dalam kamar itu, yang pasti suasananya akan sangat membara.
***
Keesokan harinya, tepat pukul 9 pagi mereka sudah bersiap untuk menikmati sarapan di restoran hotel tersebut. Agenda mereka hari ini iyalah bermain di pantai, sekaligus menikmati suasana berangin hari ini.
Zeva berjalan di pinggiran pantai dengan bertelanjang kaki, sementara Arion masih berada di tempat penyewaan jet sky yang akan dia gunakan untuk bermain.
Suasana hati Zeva sangat tenang, apalagi dengan suasana sejuk dan indah membuat senyum manis terus terukir diwajahnya.
"Aku tidak menyangka kalau dunia akan sangat luas seperti ini. Ternyata selama ini aku terkurung dalam sangkar kecil, aku bahkan tidak bisa melihat luasnya langit yang selama ini ada di atas tubuhku."
Zeva benar-benar merasa bersyukur dengan apa yang dia rasakan saat ini, terlebih-lebih hubungannya dengan Arion. Dia tidak menyangka kalau bisa jatuh cinta pada laki-laki itu, tapi dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena bisa menjadi istri dari laki-laki yang sangat baik.
"Walaupun selama ini orang tuaku selalu mengekang hidupku, tapi untuk pertama kalinya aku sangat bahagia dengan apa yang mereka lakukan itu."
Ya, perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya benar-benar membuat hidupnya menjadi hancur. Namun, dibalik semua itu ada sebuah keajaiban besar yang terjadi. Di mana dia jatuh cinta dengan Arion, dan laki-laki itu pun memperlakukannya dengan sangat baik.
"Tolong!"
Lamunan Zeva terhenti saat mendengar suara teriakan seseorang membuat dia langsung melihat ke sekitar tempat itu.
"Tolong!"
Untuk sekali lagi suaru teriakan itu terdengar membuat Zeva langsung melihat ke sana kemari, dan ternyata ada seseorang yang sedang tenggelam di lautan.
__ADS_1
"Astaga, apa yang harus aku lakukan?" Zeva merasa bingung. Dia lalu memutuskan untuk beteriak dengan sangat kuat agar orang-orang yang ada di tempat itu mengetahui apa yang terjadi.
"Tolong, tolong. Tolong ada yang tenggelam!" Zeva terus berteriak sampai orang-orang datang menghampirinya, termasuk Arion.
"Ada apa? Apa kau baik-baik saja?" tanya Arion dengan cemas.
"Itu, di sana." Zeva menunjuk ke arah laut di mana tampak seorang wanita sedang terombang-ambing dilautan.
Semua orang langsung panik dan bergegas memanggil petugas keamanan, sebelum wanita itu tidak bisa untuk diselamatkan.
"Arion, lebih baik kita-" Zeva tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat Arion tidak ada lagi di sampingnya, dia lalu melihat ke sana kemari dengan bingung.
"Ke mana dia? Kenapa aku ditinggal?" Zeva mulai panik saat tidak melihat keberadaan Arion, dia mulai menerka-nerka kemungkinan yang akan terkadi.
"Apa dia-"
Deg. Jantung Zeva terasa ingin melompat keluar dari rongga dadanya saat melihat Arion masuk ke dalam laut, dengan cepat dia meminta tolong pada petugas keamanan yang baru saja sampai di tempat itu.
"Tolong suami saya, Pak. Aku mohon selamatkan dia," ucap Zeva dengan tangis yang sudah membasahi wajahnya.
Para petugas keamanan dan penjaga pantai langsung mendekati Arion yang ternyata sedang menolong wanita yang tadi sadang ternggelam.
Arion menganggukkan kepalanya lalu berpegangan pada tangan laki-laki itu untuk naik ke atas sebuah bot.
Zeva yang melihat kedatangan Arion langsung berlari ke arah pantai dengan tubuh gemetaran, air mata yang sejak tadi terjatuh kini semakin deras membasahi wajah wanita itu.
"Arion." Dia langsung menubruk tubuh Arion membuat mereka berdua terguling ke atas pasir. "Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa kau berjalan ke tengah sana?" Dia benar-benar merasa marah dan juga khawatir.
"Maaf, aku hanya ingin menolong wanita itu." Napas Arion tersengal-sengal akibat berenang dengan melawan arus air yang tentunya menguras semua tenaga.
"Aku sangat khawatir, Arion. Tolong jangan melakukan hal seperti itu."
Arion langsung mengangguk dan memeluk tubuh Zeva dengan erat, mereka lalu memutuskan untuk kembali ke hotel saat ini juga.
Zeva segera menyiapkan air hangat untuk mandi Arion, dia tidak mau kalau laki-laki itu sampai sakit dengan apa yang baru saja terjadi.
Arion tersenyum melihat perhatian dari Zeva, apalagi saat raut wajah wanita itu sedang merasa sangat khawatir padanya.
Selesai mandi, mereka memutuskan untuk istirahat dan tetap berada di dalam kamar saja. Apa yang baru saja terjadi benar-benar membuat Zeva sangat khawatir.
__ADS_1
***
Tidak terasa seminggu sudah berlalu. Saat ini Zeva dan Arion sudah berada di dalam pesawat untuk kembali pulang ke negara mereka.
"Apa kau senang, Zeva?" tanya Arion saat mereka sedang menikmati makanan di tempat itu.
"Tentu saja. Aku bukan hanya merasa senang, tapi sangat bahagia. Terima kasih, Arion."
Arion tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dia senang jika wanita itu merasa sangat bahagia.
Pada saat yang sama, seorang lelaki tampak sedang murka saat melihat foto Zeva dengan Arion. Dia semakin bertambah emosi begitu membaca tulisan yang ada di bawah foto tersebut, yang tentu saja menerangkan bahwa saat ini mereka sedang menikmati bulan madu.
"Dasar brengs*ek. Beraninya dia membawa Zeva bulan madu!" Gavin benar-benar murka, dia sudah berniat kembali merebut Zeva bagaimana pun caranya.
Sesampainya di apartemen, Arion dan Zeva langsung tepar karena merasa benar-benar lelah. Namun, jangan ditanya bagaimana perasaan mereka saat ini. Yang pasti cinta tumbuh dengan sangat bersemi sekali membuat dunia terasa milik berdua.
Saat ini Arion sedang duduk dibalkon kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, tetapi matanya belum juga ingin terpejam karena sejak sore dia dan Zeva sudah banyak sekali istirahat.
Keputusannya membawa Zeva pergi bulan madu benar-benar mengubah segalanya. Cinta yang sempat tumbuh, dan hancur karena pengkhianat wanita itu. Kini kembali bersemi, bahkan dia selalu berdebar saat bersama dengan Zeva.
Namun, rasa sakit yang sempat dia rasakan juga tidak mak menghilang dari hatinya. Seolah-olah sudah tertanam sampai mati di dalam hidup Arion, membuat dia merasakan cinta dan sakit secara bersamaan.
"Hah." Arion mengehela napas berat. Saat ini batinnya sedang bergejolak hebat, di mana dia ingin sekali membalas dendam tetapi juga merasa cinta. "Aku sudah sangat pusing memikirkannya." Dia lalu beranjak dari tempat itu dan kembali masuk ke dalam kamar.
Namun, pada saat akan berbaring di smaping sang istri. Matanya tidak sengaja melihat sebuah foto yang ada di bawah bantal Zeva. Dengan perlahan dia mengangkat kepala wanita itu untul melihat foto siapa kah yang di sembunyikan oleh Zeva.
Deg.
Arion tersenyum sinis saat melihat seseorang yang ada dalam foto tersebut. "Benar, ternyata aku sangat bod*oh sekali. Sampai kapan pun mungkin mereka akan tetap berhubungan, dan aku? Mungkin dia akan mencampakkanku saat sudah mulai bosan." Dia melirik ke arah Zeva yang sedang terlelap.
Dia lalu mengembalikan foto Gavin ke bawah bantal Zeva, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. "Kita akan melanjutkan rencananya, bersiaplah."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1