Dipaksa Jodoh

Dipaksa Jodoh
Bab. 59. Bangkit Dari Keterpurukan.


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu sejak perginya Zeva dari rumah. Selama itu, Arion terus mencarinya ke mana-mana. Tidak ada sedikit pun petunjuk tentang keberadaan wanita itu, bahkan kini rasanya Arion sudah lelah dan hampir menyerah.


"Kalau kau lelah, maka istirahatlah, Arion. Jangan memaksakan diri seperti ini, karna mama yakin kalau suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengan Zeva," ucap mama Audy. Dia duduk di samping Arion yang saat ini sedang berdiri di depan jendela. Matanya menatap tajam ke arah luar dengan pikiran menjalar ke mana-mana.


"Apa kau mendengar mama?" Mama Audy menepuk bahunya membuat Arion menoleh.


"Apa istriku baik-baik saja, Ma?" sorot mata Arion tampak sangat gelap, hingga membuat mama Audy sedih. "Jangankan bertemu, aku bahkan tidak tau apakah dia baik-baik saja atau tidak." Dia kembali melihat ke luar jendela dengan perasaan hampa.


"Mama mengerti, Arion. Tapi mama yakin kalau saat ini istrimu itu baik-baik saja, dan dia pasti ada di suatu tempat yang memang belum kau ketahui,"


"Di mana? Di mana tempat itu, Ma?" Arion kembali berbalik melihat mamanya dengan gusar.


"Itulah yang belum kita ketahui saat ini, Sayang. Mama yakin Zeva pasti butuh waktu untuk kembali." Mama Zeva beranjak bangun dan berdiri di hadapan sang putra. "Jangan menyerah, dan tetaplah yakin kalau saat ini istrimu baik-baik saja." Senyum hangat dia berikan untuk Arion agar putranya itu tetap semangat.


Arion hanya bisa mengangguk lemah. Entahlah, dia juga tidak tau sampai di mana batas pertahanannya saat ini. Dia juga tidak tau apakah istrinya itu masih hidup atau tidak, karena selama ini tidak ada sedikit pun berita tentangnya.


Tok, tok.


Arion beralih melihat ke arah pintu, bersamaan dengan masuknya Haris dengan membawa berkas di tangannya.


"Tuan, besok ada acara peresmian hotel kita di kota T. Apakah Tuan akan menghadirinya?" tanya Haris dengan kepala tertunduk. Dia tau kalau sang Tuan pasti masih sangat terpuruk, tetapi semua pekerjaan harus tetap dilaporkan seperti biasa.


"Tidak," jawab Arion dengan cepat. Dia kembali berbalik ke arah jendela, dan mematung seperti yang biasa dia lakukan selama beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Haris terdiam. Dia juga tau bagaimana perasaan Arion saat ini, dan tidak mungkin untuk memaksanya. Hanya saja, ini sudah hampir 4 bulan Arion tenggelam dalam kesedihan. Jika terus seperti ini, maka selama nya laki-laki itu tidak akan pernah lagi mau bertemu dengan orang lain.


"Tuan, kita sudah mengerahkan semua kemampuan kita untuk mencari Nona. Dan menurut saya, kita tidak akan bisa menemukan nona jika bukan beliau sendiri yang menginginkannya."


Arion langsung melirik Haris dengan sinis. "Jadi maksudmu, selama ini Zeva sengaja bersembunyi karna tidak mau bertemu denganku?" Kilatan amarah tergambar jelas di wajahnya saat ini.


"Bukankah memang itu, tujuan Nona pergi dari rumah?"


Kedua tangan Arion terkepal erat. Ya, dia tau kalau Zeva pergi karena marah dan tidak ingin bertemu dengannya. Hanya saja, ini sudah sangat lama. Apakah kesalahannya memang sudah tidak bisa dimaafkan lagi, sampai-sampai Zeva tidak mau bertemu dengan semua keluarga?


"Saya mengerti bagaimana perasaan Tuan, dan sebenarnya saya juga tidak pantas untuk mengatakan ini pada Anda. Tapi, kembalilah, Tuan. Kembalilah seperti biasanya. Karena bukan hanya Nona saja yang pergi jauh dari semua orang, tetapi Anda juga seperti itu. Raga Anda bersama kami, tetapi jiwa Anda telah pergi jauh," ucap Haris dengan sedih. Entah kapan terakhir kali dia berbincang dengan Arion seperti dulu.


"Waktu sudah berlalu, dan semua orang juga telah berubah. Aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi," ucap Arion sambil memandang Haris yang saat ini tengah terisak.


Arion mengernyitkan keningnya heran. Dia tidak mengerti kenapa Haris mengatakan semua itu.


"Tuan besar dan juga nyonya sangat mengkhawatirkan keadaan Tuan, begitu juga dengan saya dan semua orang. Kami sangat khawatir, dan juga sangat mencintai Anda. Tapi kenapa Anda seperti ini hanya karna Nona?" ucap Haris dengan tajam, bahkan sorot matanya lebih tajam dari kata-kata yang dia ucapkan.


"Semua orang mencintai Anda, jadi tolong. Tolong pikirkan perasaan mereka juga, terutama tuan besar dan juga nyonya. Setiap hari mereka selalu menanyakan keadaan Anda, bahkan setiap mereka baru membuka mata. Hanya Anda yang mereka pikirkan. Apa Anda tidak memikirkan perasaan mereka?"


Arion memandang dengan sayu. Kata-kata yang Haris ucapkan terasa menusuk hatinya. Namun, dia juga tidak berdaya dengan semua ini.


"Sejak dulu, saya sangat menghormati dan juga mengagumi Anda. Bahkan melebihi ayah saya sendiri. Itu karna Anda sangat kuat dan juga hebat, Anda tidak akan goyah dengan apapun. Anda juga akan tetap berdiri tegak walau badai menerjang kehidupan Anda. Seperti itulah sosok Tuan yang sebenarnya, dan yang terjadi saat ini. Ini bukanlah jati diri Anda yang sesungguhnya, bahkan Anda sudah merendahkan diri Anda sendiri sekarang."

__ADS_1


Kata-kata yang Haris ucapkan sangat menusuk dan menampar hati Arion, tetapi dia memang harus melakukannya agar Tuannya itu tidak semakian hancur.


"Maafkan saya, Tuan. Mungkin saya sudah sangat lancang, tapi-"


"Tidak. Apa yang kau katakan itu sangat benar." Arion berjalan mendekati Haris dan berdiri tepat di hadapan laki-laki itu. "Semua yang kau ucapkan itu benar, seharusnya aku tidak seperti ini. Terima kasih karna sudah menyadarkanku, dan terima kasih karna masih setia berada di sisiku sampai saat ini." Dia menepuk bahu Haris membuat laki-laki itu terisak.


"Tapi jangan lagi mengatakan kalau kau lebih mengagumiku dari pada Paman. Paman bisa menghajarku nanti."


"Ppfft." Haris menutup mulutnya yang akan tertawa lepas. "Itu benar, Tuan. Jangan sampai papa tau, atau aku akan digantung nanti."


"Hahahahah."


Untuk pertama kalinya suara tawa terdengar di rumah itu setelah sekian lama, membuat orang-orang yang ada di luar ruangan langsung berlari mendekat.


"Baiklah. Jadi, ada berapa banyak agendaku besok?"


Haris tersenyum haru. Akhirnya sang Tuan kembali semangat, dan memancarkan aura kebahagiaan untuk semua orang.




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2