
Marco Ziakas duduk di kantornya ia memimpin meeting untuk pembangunan gedung rumah sakit dokter Zack Van Camont.
Asistennya datang dan membisikan sesuatu padanya hingga membuatnya terdiam. ia berdiri dari kursinya dan meninggalkan meeting untuk kembali ke ruang kerjanya. rasa penasarannya pada seorang gadis mengalahkan sikap profesionalnya.
"Katakan semua tentangnya" perintah Marco pada asistennya.
"Namanya adalah Bella Van Camont, ia saudara kembar dari dokter Z. nona Bella juga berprofesi sebagai dokter umum di rumah sakit milik keluarganya tuan, saat ini ia sedang melanjutkan pendidikan spesialisnya"
"Hmmm Bella Van Camont ..menarik sekali. aku ingin bertemu dengannya siang ini"
"Baik tuan, saya akan atur waktu untuk anda bertemu dengan nona Bella"
Marco penasaran dengan gadis bernama Bella itu. ia menjumpai gadis itu di pernikahan sahabatnya Zack dan siapa yang menyangka jika gadis itu kembaran dokter Zack.
Marco tersenyum tipis sekaligus sinis. ia ingin tahu banyak tentang gadis itu. Marco benci melihat Bella Van Camont tapi ia juga sangat penasaran dengan gadis itu.
Flash back masa lalu Marco....
__ADS_1
Marco Ziakas menikah dengan seorang gadis bernama Rea, ajaibnya wajah Rea dan Bella Van Camont sangat mirip. bedanya Bella terlihat lebih segar, energik, cerdas dan terawat. sementara Rea ia adalah pecandu alkohol akut. penampilannya tidak terawat kusut wajahnya selalu pucat.
Setiap Marco pulang kerumah Rea sudah mabuk dan saat Marco berangkat bekerja Rea tertidur sembarangan entah di ruang tamu bahkan lebih parah Marco pernah mendapati istrinya itu tidur di toilet.
Beberapa kali Rea di masukan ke pusat rehabilitasi dan ketika keluar semua sama saja ia kembali menjadi peminum. kerjanya hanya minum dan minum. Marco sudah muak dengan istrinya itu tapi ia tidak punya pilihan untuk meninggalkan Rea. wanita itu hanya seorang diri tidak memiliki siapapun selain Marco.
Saat melihat Bella di pernikahan Zack kemarin Marco serasa melihat Rea dalam versi yang berbeda. bahkan hanya dengan memandang tubuh Bella yang berbalut gaun indah Marco bisa menghidupkan fantasi liarnya yang tidak pernah ia dapatkan dari Rea.
Melihat Bella yang cantik Marco seperti hidup kembali dan bergairah sementara ketika ia pulang ke rumahnya dan memandang Rea dalam balutan kemeja kotak-kotak yang acak-acakan dan rambut panjang terurai yang nyaris tidak pernah disisir membuat Marco muak.
Itulah sekilas kehidupan Marco Ziakas seorang Arsitek dan mafia yang tanpa sengaja berteman dengan Zack.
Zack sudah terlihat rapi dengan kemejanya. ia duduk di sofa menikmati sarapan dan secangkir kopi. sementara Lana baru terlihat menggeliat di balik selimutnya. Zack memandangnya sejak tadi memperhatikan wajah manis Lana yang terlelap.
Di kamar hotel itu tidak terjadi apapun. gambaran malam pertama yang indah belum terlaksana. Zack memilih tidur di sofa sementara Lana tidur di ranjang.
Lana terbangun, ia sedikit menguap lalu membuka mata dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. ia baru tersadar jika ia ada di kamar hotel bersama dokter Zack. Lana segera duduk dan memperbaiki penampilan rambutnya yang pasti acak-acakan sekarang.
__ADS_1
Zack tersenyum jahil melihat Lana yang salah tingkah. ia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Lana.
"Hari ini schedule mu akan padat jadi bersiaplah, kau akan ke kantor mu untuk mempelajari semua dokumen perusahaan sebelum kau jadi pimpinan disana"
"Tapi aku ..."
"Aku harus ke rumah sakit sekarang jadi kau lebih baik mandi" bisik Zack nakal di telinga Lana.
Lana yang terkejut merasa seperti kesemutan di seluruh tubuhnya. ia kembali salah tingkah dan mengalihkan pandangannya dari wajah tampan sang dokter.
"Habiskan sarapanmu, Gio akan mengantar mu ke perusahaan ayahmu"
Lana mengangguk tanpa memandang ke arah Zack. Ia malu sebelumnya tidak ada pria yang melihatnya setelah bangun tidur. Jason pun belum pernah melihat Lana dalam keadaan sepolos itu.
Tapi bukankah penampilanku saat di rumah sakit lebih parah? Aku rasa Zack sudah terbiasa dengan diriku yang seperti ini.
"Kau melamun apa?!" suara Zack mengejutkan Lana. Ia bergegas meraih handuk dan pergi ke kamar mandi untuk menghindari suaminya itu.
__ADS_1
Sementara Zack bergegas pergi begitu menerima telepon dari Bella. Ia sampai tidak berpamitan pada Lana yang masih di kamar mandi.