Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 25 Dokter Dermawan 1


__ADS_3

Zack menutup pintu mobilnya dan berjalan menuju halaman rumah Marco. temannya itu sedang bersantai sembari memainkan anak panah di halaman.


"Dokter Z senang melihat mu berkunjung" Marco meletakkan panahnya lalu menjabat tangan Zack.


"Aku kemari karena ingin tahu sejauh mana perkembangan desain rumah sakit ku"


"Baiklah mari kita masuk kedalam, aku sudah merampungkan desain rumah sakit mu dan siap untuk menjalankan proyeknya minggu ini"


Zack mengamati sketsa buatan Marco di atas kertas putih berukuran besar.


"Baiklah aku minta Minggu ini proyek sudah bisa di mulai" kata Zack.


"Apa hanya ini saja yang menyebabkan kau datang mengunjungi ku?" tanya Marco sembari tersenyum menyeringai.


"Aku perlu bantuan mu Marco, ada yang mengirim paket ilegal ke rumahku. aku sudah meminta Gio untuk mencari tahu tapi aku rasa aku perlu bantuan mu"


"Paket ilegal apa?"


"Paket itu berisi org*n manusia didalamnya aku yakin ada yang ingin menjebak ku"


"Baiklah akan ku berikan informasi secepatnya padamu"


Zack mengangguk lalu pamit dari kediaman Marco. ia bergegas menuju rumah sakit karena ada jam praktek siang.


Setibanya di loby rumah sakit Zack segera memasuki lift menuju lantai 12 untuk melihat kondisi pasien barunya.

__ADS_1


"Zack!" Bella terlihat berjalan cepat mendekat ke arah Zack.


"Ada apa?"


"Tadi Lana kemari, ia mencari mu"


"Lana? mencari ku?"


"Iya aku bertemu dengannya di loby"


"Lalu kemana dia sekarang?"


"Katanya kembali ke kantor, aku rasa hubungan kalian seperti sungguhan suami istri" sindir Bella sembari tersenyum menggoda saudara kembarnya.


Zack yang sedikit salah tingkah langsung pergi memasuki ruang rawat salah satu pasien barunya.


Di ruang meeting para dokter sedang meributkan masalah seorang pasien yang cukup rumit. Zack yang datang meeting terakhir berhasil di buat naik pitam oleh keputusan paman nya yaitu dokter Eric yang tidak mau menangani pasien karena tidak adanya biaya administrasi yang di bayarkan.


"Tapi dok pasien dalam kondisi genting!" kata dokter Bella setengah putus asa. di ruangan itu suaranya yang paling tidak di dengar dan di remehkan.


"Bella kau tahu jika pasien itu memerlukan serum yang harganya tidak murah?! dari mana kita menutup biaya operasional rumah sakit jika kita memberikan serum seharga fantastis itu secara cuma-cuma!" dokter Eric berdiri dari duduknya.


Zack yang sejak tadi terdiam ia mulai habis kesabaran.


"Tangani segera pasien itu, aku yang akan menutup biayanya!" Zack pergi meninggalkan ruangan meeting dokter.

__ADS_1


"Lihat kelakuan saudaramu itu Bella! dia pikir darimana dia dapatkan uang sebanyak itu? apa dia akan meminta pada ayah kalian?!"


Bella hanya diam, ia juga tidak tahu dari mana Zack akan mendapatkan uang untuk mengcover biaya rumah sakit. meminta bantuan berupa uang pada Daddy Lizard bukanlah watak Zack.


Malam itu Zack menemui dua orang sekaligus pasiennya di tempat berbeda. seperti biasanya mafia yang ia tangani adalah kelas kakap. Zack memerlukan banyak uang untuk membayar biaya rumah sakit pasien yang sejak tadi siang di ributkan di VC hospital.


Zack terlihat kelelahan, keringat mengucur di keningnya. seorang perawat membantunya mengusap keringat itu dengan kapas steril.


"Anda tidak apa-apa dokter?" tanya sang perawat yang sengaja di sewa oleh Zack untuk menjadi asistennya.


Zack mengangguk dan melanjutkan operasi yang ia lakukan pada si pasien.


Setelah selesai dengan satu pasien Zack berpindah ke pasien satunya di tempat yang berbeda. kelelahan mendera tubuh dan mentalnya. ia harus tetap fokus dan berkonsentrasi saat menangani pasien.


Gio dengan setia menunggu di luar sembari terus memantau dari kejauhan bosnya sedang bekerja.


Setelah hampir tiga jam dokter Zack berkutat dengan pasien ilegalnya ia keluar juga dan berjalan menuju mobilnya. Gio membukakan pintu mobil dan meraih tas kerja Zack yang ia jinjing tadi.


"Kita pulang, aku ingin istirahat di rumah" kata Dokter Zack sembari menyandarkan punggungnya. Gio memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. ia mengerti jika bosnya saat ini sedang amat kelelahan.


Setibanya di rumah Zack segera berjalan memasuki rumah. ia melihat Lana sedang duduk di sofa ruang tengah sembari memandang ke arahnya.


"Kenapa baru pulang dokter Zack?" sapa Lana kaku.


Zack tersenyum ia duduk di samping Lana lalu merebahkan dirinya di pangkuan Lana.

__ADS_1


"Hmmm nyaman sekali" gumam Zack sembari memejamkan matanya. Lana yang terkejut sekaligus nervous hanya bisa mematung terdiam dan membiarkan Zack menggunakan pahanya sebagai bantal.


__ADS_2