
Di bandingkan dengan saudara kembarnya Bella memang tertinggal di dalam berkarier sebagai seorang dokter. Zack selalu lebih jenius darinya. Bella yang selalu ragu sangat kontras dengan Zack yang lebih pasti dan yakin dalam menentukan semua hal dalam hidupnya.
Saat kecil sampai dewasa ini Bella selalu menangis jika si jahil Zack mengatakan jika Zack adalah anak kesayangan Daddy dan mommy. terkadang Bella juga melihat jika Daddy lebih menyayangi Zack.
Bella jarang memiliki kekasih berbeda dengan Zack yang flamboyan dan memiliki banyak wanita. Zack gemar ke klub malam sementara Bella lebih suka membaca buku kedokteran di rumah.
Yang membuat Zack dan Bella sejajar adalah fisik mereka sama-sama ideal. jika Zack di gandrungi para wanita maka sebenarnya Bella juga di gilai para pria. hanya saja Bella tidak begitu menggubris urusan asmara. sejauh ini ia tidak pernah melihat pria yang tulus dan serius padanya.
Sejak Zack memutuskan menikah Bella merasa kesepian. ia seperti kehilangan saudara kembarnya itu. Bella tidak bisa lagi setiap saat memanggil Zack untuk datang padanya mendengarkan keluh kesah soal pendidikan spesialisnya dan soal asmaranya yang terkatung-katung.
Siang ini Bella di kejutkan dengan seorang pria yang tiba-tiba menemuinya di rumah sakit. Pria itu pernah Bella lihat di pernikahan Zack.
Pria aneh itu datang hanya untuk memandangi wajah bela dengan ekspresi datar dan tidak bisa di tebak.
"Maaf tuan jika anda tidak sakit dan tidak ada keperluan di rumah sakit ini silahkan pergi" kata Bella kesal. sejak tadi pria itu hanya duduk memandangi wajah Bella.
__ADS_1
"Kau sungguh wanita yang menyebalkan nona!" satu kalimat itu meluncur dari bibir si pria.
"Apa kau bilang?! kau ini siapa? apa kau sudah gila!"
"Aku memang gila karena aku melihat mu kemarin, kau membuat hidupku tidak tenang dokter Bella"
Bella menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan pria asing yang duduk di hadapannya saat ini.
Untunglah Zack segera datang ke ruang kerja Bella begitu saudarinya itu menelpon.
"Bella ada apa?" tanya Zack yang masih belum sadar jika di sana ada sahabatnya.
Zack memandang pria yang sedang uduk di kursi di depan meja kerja Bella.
"Marco?!"
__ADS_1
"Kau kenal dia?" tanya Bella.
"Oh iya dia juga datang di hari pernikahanmu, berarti dia temanmu?!" tanya Bella kesal sembari melirik Marco yang yang tetap memasang wajah datarnya.
"Kawan kenapa kau kemari? ada keperluan apa?" tanya Zack sembari menarik lengan Marco agar mengikutinya berjalan keluar dari ruangan kerja dokter Bella.
"Kenapa kau mengganggu adikku?" tanya Zack dengan wajah lebih serius. ia tidak akan segan untuk menghajar siapapun yang mengganggu Bella sekalipun itu adalah teman baiknya sendiri.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan adikmu yang sangat cantik itu" jawab Marco singkat.
"Apa maksudmu? kau sudah memiliki seorang istri kenapa kau mendekati adikku?!" Zack hampir lepas kendali ia mencengkram jas yang di kenakan Marco.
"Kalau aku sudah memiliki istri apa aku tidak boleh memiliki dokter Bella? kau sendiri sudah memiliki istri tapi masih berhubungan dengan para wanita di klub" kata Marco sinis.
Zack memejamkan matanya mencoba bersabar dan pelan-pelan menghadapi orang seperti Marco.
__ADS_1
"Dengar kawan, Bella adalah kemabaranku jika kau berani menyakiti atau apalagi mengganggunya aku tidak akan segan memutus persahabatan diantara kita"
"Baiklah, aku rasa hari ini cukup tapi aku tidak bisa berjanji dokter Zack jika aku tidak lagi mendatangi si cantik itu. aku sudah gila karenanya!" Marco menyeringai lalu berjalan pergi meninggalkan Zack yang hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan tingkah mafia satu itu.