Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 27 Asmara di Mana-Mana


__ADS_3

Zack keluar dari kamar mandi, ia memandang Lana yang tertidur pulas di balik selimut tebalnya.


Senyum tipis menghiasi bibir Zack. ia berjalan perlahan meraih ponselnya yang tergeletak di atas sofa.


"Gio hold semua telepon dan email yang masuk padaku hari ini, aku ingin beristirahat di rumah" begitu kata Zack yang tentu saja langsung di sanggupi oleh asisten pribadinya.


Hari ini Zack ada jadwal konsultasi online tapi ia memutuskan nanti malam saja untuk melakukan konseling dengan para pasiennya. tubuhnya masih belum terasa fit setelah kemarin ia bekerja keras memforsir dirinya untuk tujuan sosial.


Zack menyibak selimut lalu berbaring di samping Lana. ia sengaja ingin membuat Lana terkejut saat terbangun nanti.


Jika dia mendapati ku berbaring di sampingnya aku yakin pasti ia akan terkejut dan pipinya itu akan berwana merah. aku suka melihatnya merasa malu-malu....


Zack berbaring menghadap pada Lana. ia tersenyum kecil memandang Lana yang tertidur.


***

__ADS_1


Siang itu Bella sedang berada di salah satu restoran cepat saji. ia sedang menikmati makan siangnya. Bella sengaja tidak meminta di buatkan bekal oleh mommy Lily. ia ingin makan siang di luar sembari menikmati suasana.


Sepertinya ia salah karena bertujuan menikmati suasana, Bella menghentikan gerakannya mengunyah makanan ketika seorang pria dengan stelan jas rapi duduk di hadapannya secara tiba-tiba tanpa permisi terlebih dahulu. pria itu mengacaukan moodnya.


"Kau lagi?! sempit sekali dunia ini sampai kemana pun aku pergi aku bertemu dengan mu lagi!" omel Bella.


Pria itu tidak lain adalah Marco Ziakas. ia sengaja mengikuti Bella untuk menggodanya.


"Apa kau pikir aku juga menyukai mu?!" kata Marco sambil melayangkan tatapan tajam ke arah Bella yang membuatnya bergidik.


Orang ini sepertinya psikopat! aku harus berhati-hati, sebaiknya aku menelpon Zack saja...


"Kau akan menelpon saudaramu?"


"Iya! memangnya kenapa? kau takut?!" giliran Bella yang menyeringai mengintimidasi Marco.

__ADS_1


Tanpa Bella sadari tingkahnya itu malah membuat Marco semakin jatuh hati padanya.


"Hmm aku takut sekali dokter..." kata Marco dengan wajah santai.


Bella semakin kesal ia tidak menghabiskan makan siangnya dan beranjak pergi meninggalkan restoran. Bella berjalan cepat agar si gila Marco tidak mengikutinya tapi sepertinya ia salah, pria itu ada di belakangnya sekarang.


"Katakan apa mau mu?!" kata Bella sembari mendorong dada Marco dengan kuat. tenaga Bella bahkan tidak berhasil menggerakan tubuh Marco yang tinggi tegap.


"Maaf atas tenaga yang tidak seberapa itu dokter, sepertinya kau harus ikut kelas karate untuk bisa mendorongku"


"Aku akan melaporkan mu pada polisi! atau aku akan melaporkan mu pada Daddy ku!"


"Oh anak Daddy marah rupanya...hahaha!.laporkan saja Marco tidak takut pada siapapun sayang!" kata Marco sembari tetap memandang lekat wajah Bella. wajah yang tidak asing baginya yang selalu ia impikan. wajah itu mirip sekali dengan istrinya yang pecandu minuman itu.


"Pergi dari sini! aku tidak main-main aku akan benar-benar memasukan mu ke dalam bui!"

__ADS_1


"Oh baiklah sayang aku takut sekali jadi aku akan pergi dulu" Marco tersenyum jahil lalu berjalan pergi menuju mobilnya yang terparkir di sebrang jalan dekat restoran.


Bella mematung melihat pria itu yang semakin menjauh. ia tidak mengerti kenapa pria bernama Marco itu terus saja mengganggu dirinya.


__ADS_2