Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 26 Dokter Dermawan 2


__ADS_3

Cukup lama Zack berbaring di pangkuan Lana. ia benar-benar bisa tertidur pulas meski dalam waktu singkat.


"Kak apa kau baik-baik saja?" suara Lana terdengar mencemaskan Zack yang baru membuka matanya. Zack mengusap wajahnya sembari bangkit dan duduk bersandar sofa. ia tidak pernah menyangka tidur di pangkuan wanita sungguh membuat nyaman. Zack teringat mommy Lily, dulu sewaktu ia kecil dirinya dan Bella sering tertidur di pangkuan mommy.


Lana masih memandang wajah Zack dengan cemas. gadis itu memberanikan diri menyentuh wajah Zack yang kemerahan.


"Kak kau demam!" kata Lana setelah menyentuh wajah Zack dengan lembut.


"Aku tidak apa-apa hanya sedikit lelah" Zack berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar.


Sial, aku memang demam aku kelelahan hari ini!


Zack meraih ponselnya di saku celananya. ia menelpon Gio sementara Lana mengikutinya dari belakang.


Zack memastikan apakah uang yang ia dapatkan dari para mafia itu sudah di transfer ke VC hospital untuk mengganti serum yang akan di pakai oleh seorang pasiennya.

__ADS_1


Zack melepas kemejanya lalu ambruk di sofa besar di kamarnya dan Lana.


"Bagaimana kalau kakak tidur saja di ranjang, biar aku yang tidur di sofa" kata Lana sembari mendekatkan wajahnya pada Zack.


Zack hanya terdiam tidak menjawab. ia memejamkan matanya dan meletakkan sebelah tangannya di atas kening.


Lana berjalan pergi ke pantry untuk mengambil air hangat dan membuat segelas minuman herbal untuk Zack. setelah kembali ke kamar ia segera mengompres kening Zack dengan handuk kecil yang sudah di basahi air hangat.


"Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Lana semakin cemas. Zack menggeleng dan menyingkirkan tangan Lana yang sedang menyentuh wajahnya.


Pipi Lana memerah, ia baru menyadari sentuhannya pada Zack.


"Kau disini saja" gumam Zack tidak begitu jelas.


Lana mencoba bergerak turun dari tubuh Zack tapi tidak bisa Zack melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lana.

__ADS_1


Tidak ada pilihan lain dengan jantung yang berdebar Lana berada di atas tubuh Zack semalaman. ia tidak bisa memejamkan matanya apa lagi tertidur. yang ada perasaannya sungguh tidak karuan. baru kali ini ia dan Zack berada dalam situasi seperti ini. tubuh mereka sedekat ini tanpa batasan.


Lana dengan bebas bisa memandang wajah tampan di hadapannya. hidung mancung, seulas bibir tipis yang terlihat menyenangkan dan dagu yang terbelah baru saja di cukur meninggalkan warna kehijauan.


Tanpa Lana sadari ia tersenyum geli dengan perasaannya sendiri. ia tidak pernah merasakan debaran yang sama saat dulu bersama dengan Jason. kedua pria itu sangat berbeda bagi Lana. Jason hadir dan memberi banyak harapan pada Lana sementara Zack muncul tiba-tiba dan mengabulkan harapan itu menjadi nyata.


Zack memang terlihat galak dan jahil tapi sebenarnya ia sangat baik. bagi Lana Zack adalah pahlawannya.


Pagi menjelang tapi Lana masih belum memejamkan matanya. rasa kantuk yang mendera telah kalah dengan debaran jantung dan rasa membuncah dalam hatinya. ia masih saja memandangi wajah Zack yang berada tepat di hadapannya.


"Kau tidak tidur semalaman?" Suara Zack mengejutkan Lana. pria itu membuka matanya dan memandang tepat ke bola mata Lana.


Lana di buat gugup dan lagi-lagi wajahnya memerah. Zack membalik tubuh Lana berada di bawahnya.


Zack bisa merasakan degup jantung gadis itu tidak beraturan. ia tersenyum kecil lalu bangkit dari atas tubuh Lana.

__ADS_1


"Tidurlah, jangan sampai kelelahan" kata Zack sembari berjalan ke kamar mandi.


Lana menenangkan dirinya, ia berjalan ke ranjang dan berbaring di balik selimut. sebelah tangannya memegang dada kirinya merasakan degup jantungnya, ia tidak tahu sesungguh nya perasaan apa yang ia miliki untuk Zack Van Camont.


__ADS_2