
Lana selesai mengancingkan kemeja Zack, ia duduk di sofa yang berada di ruang kerja suaminya itu.
Gio memandang Zack memberi isyarat jika ia sudah mendapat informasi tentang pembicaraan Lana dengan paman Ben.
Zack mengangguk samar, ia meraih lengan Lana dan menggenggamnya.
"Kenapa paman Ben mengajak mu keluar?"
"Paman Ben memintaku untuk mengantarkannya ke makam ayah"
Zack terdiam merasa sedikit bersalah karena tadi ia sudah kesal pada istrinya.
"Kakak sudah makan? tadi kakak di ruang operasi lama sekali, aku tanya pada Gio katanya kak Zack hanya sarapan saja belum makan apa-apa lagi"
Zack tersenyum kecil menikmati perhatian Lana. ia pikir Lana akan canggung dan marah padanya setelah kejadian semalam.
"Baiklah ayo kita makan di luar, aku lapar sekali"
Lana berjalan di belakang Zack sampai Zack menarik lengannya perlahan dan menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Kau bukan Gio jadi tidak perlu berjalan di belakangku, kau istriku sudah sepatutnya berjalan disisiku"
Lana tersenyum manis, ia mengusap wajah Zack yang terlihat lelah. keduanya berjalan menuju restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.
Sementara Gio sibuk dengan ponselnya. ada pesan dari nomor yang tidak di kenal masuk ke ponselnya.
Pesan singkat itu berisi ancaman para penagih hutang. beberapa tahun lalu Gio memang berhutang untuk biaya berobat sang kakek dan ia baru bisa melunasi separuhnya.
"Gio!" suara Zack membuyarkan tebakan dalam pikiran Gio. ia seger membuka pintu mobil untuk Zack dan Lana.
"Ada apa?" tanya Zack yang menyadari perubahan mimik wajah asistennya. Gio menggeleng sembari tersenyum kecil.
***
Sementara di VC hospital siang itu Bella menerima kiriman buket bunga dan sekotak cokelat. tidak nampak senyum di wajah cantiknya. ia merasa bingung dengan semua pemberian Marco itu.
Bella mencoba menutup diri dari Marco tapi jika pria itu terus mendekatinya dengan baik tentu Bella juga bisa goyah. sementara Bella tahu dari Zack jika Marco telah beristri meski mereka akan berpisah segera.
Hati Bella semakin bimbang, ia tidak mau di cap sebagai perebut suami orang. reputasinya bisa hancur dan tentu saja Daddy Lizard bisa marah.
__ADS_1
Bella meraih buket bunga di hadapannya ia menghirup aroma wangi bunga segar pilihan yang tentu berharga mahal.
Marco pasti sengaja memesan sesuatu yang istimewa itu untuk Bella. ia tahu Bella menyukai bunga.
Wajah Marco melintas di benak Bella ia sepertinya tidak mampu mengendalikan dirinya untuk tidak jatuh hati pada pria setampan Marco.
Sudah lama Bella tidak dekat dengan pria manapun, ia juga tidak menerima perhatian manis seperti yang di berikan Marco.
Ponsel dokter Bella berbunyi ada pesan masuk, wajahnya berubah datar saat membaca pesan singkat itu.
[Bersiaplah aku akan ke VC hospital sebagai pasien mu]
Pesan itu bukan dari Marco melainkan dari pria lain yang menjadi pasien Bella.
Dokter Bella mendengus pelan, ia meraih stetoskopnya dan berjalan menuju ruang praktiknya. seorang perawat menyerahkan daftar pasien padanya.
Ada nama yang ia kenali tertera di urutan nama pasien.
Dia lagi! kenapa dunia sempit sekali sampai aku harus bertemu dengannya di mana-mana?!
__ADS_1
Bella duduk mendengar keluhan dari pasiennya satu persatu. ia memeriksanya dengan teliti sembari sesekali tersenyum ramah dan mengajak berbicara si pasien.