Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 24 Paket Ilegal


__ADS_3

Zack terbangun ketika hari sudah siang. ia mengedipkan matanya, kepalanya sedikit pusing karena semalam ia minum. Zack menyadari dirinya semalaman tidur di ranjang dan Lana tidur di sofa.


Kenapa Lana tidak membangunkan ku?!


Kemeja Zack sudah terbuka semua di bagian kancingnya, ia mengaitkan kancing celananya dan berjalan sempoyongan menuju pintu kamar sembari menarik handel pintu.


Saat pintu terbuka Gio sudah berdiri di depan kamar Zack dengan stelan jas hitam yang rapi seperti biasanya.


"Dimana Lana?" tanya Zack sembari memegang pelipisnya.


"Nona sudah saya antarkan ke perusahaan tuan"


"Hmm, kau tunggu saja di bawah aku akan mandi dulu"


"Ada sedikit masalah tuan" kata Gio ragu.


"Ada apa?!"


"Satu box paket ilegal telah datang ke rumah anda pagi ini. nona Lana yang menerima paket itu"


"Lalu apa masalahnya? apa paket itu berisi wanita selingkuhan ku sampai kau cemas begitu?! kata Zack menahan tawa.


"Paket itu berisi ....satu set org*n tubuh manusia tuan"


Zack terdiam sejenak mencerna perkataan serius dari asistennya. ia paling tidak suka dengan siapapun yang bermain main dengan fisik manusia. Zack mencintai profesinya sebagai seorang dokter spesialis bedah. ia membantu menyelamatkan para pasiennya dengan susah payah. perdagangan org*n jelas sesuatu yang Zack tidak akan mau terlibat tapi pagi ini sepertinya ada yang ingin menjebak dirinya.

__ADS_1


"Singkirkan paket itu dari rumah ku! aku tidak ingin melihatnya. segera cari tahu siapa yang mencoba menjebak ku! jangan sampai aku ikut terpancing jauh"


"Baik tuan"


Gio melangkah pergi dengan mobilnya meninggalkan kediaman dokter Zack.


Zack selesai mandi, ia segera mengenakan kemeja nya yang sudah Lama siapkan tadi sebelum pergi. matanya melirik sebuah memo yang menempel di kaca rias.


"Aku sudah siapkan sarapan, kemeja dan dasi sudah aku siapkan di atas meja rias. tas kerja juga sudah aku siapkan" begitu isi memo yang di tulis Lana pagi itu sebelum ia berangkat ke kantor.


Zack tersenyum tipis, ia meraih ponselnya lalu bergegas turun ke lantai utama untuk sarapan.


Lana membuatkan Zack sandwich dan segelas susu untuk menghilangkan mabuknya. Zack meraih gelas susu dan meneguknya. ia lalu menggigit sandwich yang rasanya ternyata sangat enak.


***


Lana mengikuti meeting pagi di kantor rasanya ia tidak bisa fokus karena memikirkan Zack.


Ia tersenyum sendiri hingga tidak sadar jika sedang menjadi perhatian peserta meeting lainnya.


"Nona Lana apa anda baik-baik saja?" tanya salah satu pimpinan di perusahaan itu.


"Maaf aku sedang tidak enak badan bolehkah aku selesaikan meeting sampai disini?" tanya Lana memasang wajah memelas.


"Baiklah tidak masalah kita bisa melanjutkan meeting besok"

__ADS_1


Lana bergegas berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ruang kerjanya. ia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja. tidak ada telepon dari Zack. wajah cantik Lana sedikit kecewa.


Apa dia sudah memakan sarapannya? kenapa tidak mengabariku?!


Lana meraih tas nya dan berniat pergi ke VC hospital untuk menemui Zack. ia ingin melihat wajah pria itu. sejak tadi Lana tidak bisa fokus gara-gara suaminya itu.


Mobil Lana tiba di depan loby VC hospital ia bertemu dengan dokter Bella di loby.


"Hai Lana kenapa kemari?" tanya Bella.


"Hai dokter, aku kemari ingin...." Lana mengedarkan pandangannya siapa tahu ada Zack di sekitar loby.


"Baiklah kau mau bertemu Zack?" tanya Bella sembari menggelengkan kepalanya.


"Iya dokter"jawab Lana malu-malu.


"Zack belum datang kemari, mungkin ia ada urusan diluar kau tidak menelponnya dulu sebelum kemari?"


Kembali wajah Lana terlihat kecewa, ia menggeleng sembari tersenyum.


"Baiklah kalau begitu aku permisi, aku harus kembali ke kantor"


"Baiklah sampai jumpa Lana"


Lana menaiki mobilnya dan memutuskan pulang ke rumah. ia ingat jika tadi pagi ia menerima paket untuk Zack. Lana penasaran apa isi paket itu ia ingin membukanya setibanya di rumah nanti.

__ADS_1


__ADS_2