
Zack akhirnya keluar dari ruang penyidik setelah enam jam ia berada di ruangan itu di berondong berbagai pertanyaan yang terkadang membuatnya hilang kesabaran.
Ia mengusap wajah tampannya yang terlihat lelah sambil berjalan keluar. di luar kantor polisi sudah ada paman Tim, Lana dan Gio yang menunggu Zack selesai di interogasi.
"Kalian?! kenapa ada disini?" tanya Zack terkejut terutama saat melihat paman Tim ada di kantor polisi.
Gawat! paman Tim ada disini berarti Daddy sudah tahu tentang berita penangkapan ku tadi pagi ..
"Kak Zack kau tidak apa-apa?" Lana. menghampiri Zack dan memeluk lengan suaminya itu.
"Hmm aku baik-baik saja, kau jangan cemas sekarang tunggulah di mobil aku akan bicara dengan pama Tim"
Lana melepas pelukannya dan membiarkan Zack menghampiri paman Tim. Tim yang berdiri tersenyum misterius.
"Orang tua kenapa kau ada disini?! aku tidak memerlukan bantuan mu!" kata Zack gengsi. ia tidak mau Daddy atau paman Tim membantunya. ia merasa bisa sendiri mengatasi permasalahannya tanpa bantuan Daddy atau paman Tim.
"Tuan kecil tenanglah mereka tidak akan menangkap dirimu" paman Tim menepuk bahu Zack.
"Aku tenang! memangnya aku terlihat cemas?! sudahlah paman jangan ikut campur urusanku!"
"Baik paman tidak akan ikut campur jika Daddy mu yang meminta"
__ADS_1
"Ah dasar orang tua ini keras kepala sekali!" gumam Zack sembari berjalan menuju mobilnya.
Sementara paman Tim masih di kantor polisi. ia ingin mencari tahu kejelasan permasalahan yang di alami oleh Zack. kebetulan petinggi kantor polisi itu adalah sahabat tuan Lizard. setidaknya ia bisa mencari informasi darinya.
Zack duduk di mobil sembari terdiam wajahnya lurus menatap ke depan. rahangnya terlihat mengeras seperti menahan marah. Lana hanya terdiam tidak berani bertanya apapun. Begitu juga Gio ia mengemudikan mobil menuju rumah Zack.
Setibanya di rumah, Zack segera berjalan menuju kamarnya. ia membiarkan Lana berjalan di belakangnya. sejak tadi bahkan Zack tidak menganggap keberadaan gadis itu karena sibuk dengan pikirannya.
"Lana aku ingin teh camomile" kata Zack.
Lana mengangguk dan bergegas pergi ke dapur membuatkan secangkir teh kesukaan Zack.
"Si brengsek itu mati! sialnya dia membawa kartu namaku bersamanya. cari tahu siapa yang menghabisinya! ada yang ingin menjadikan ku kambing hitam!"
"Baik tuan saya akan segera temukan orang di balik kematian bos mafia itu"
"Berhati-hatilah jangan sampai kau membuat masalah baru! oh ya jika kau sudah menemukan siapa orangnya segera bawa dia ke markas kita aku akan membedahnya hidup-hidup!"
Lana yang menguping pembicaraan Zack dan Gio langsung gemetar dan pucat. nampan berisi cangkir teh terjatuh di lantai. Lana panik ia ketakutan tapi sudah tanggung, Zack telah melihatnya.
"Sayang kau kenapa?" Zack berjalan menghampiri Lana dan menggenggam pergelangan tangan Lana. Zack tahu gadis itu ketakutan ia bisa merasakannya dari denyut nadinya yang tidak beraturan.
__ADS_1
"Aku tersandung jadi maaf kak tehnya tumpah, akan ku buatkan yang baru" Lana mencoba mencari alasan untuk menghindari Zack.
"Tidak perlu!" Zack menahan tangan Lana dan memandang tajam ke arah mata Lana.
"Kemarilah" Zack menggenggam tangan Lana dan berjalan memasuki kamar. ia memberi isyarat pada Gio untuk segera pergi menunaikan tugasnya.
"Kau pucat, apa sakit?" tanya Zack. ia mendudukkan Lana di ranjang dan ia sendiri berlutut memandang wajah istrinya. dengan lembut Zack menyingkirkan helaian rambut Lana yang menutupi matanya.
"Ah tidak aku hanya....hanya terkejut saja tadi hampir terjatuh" kata Lana gugup. ia merasa Zack yang ada di hadapannya seperti di film-film psikopat yang pernah ia lihat.
Zack tersenyum ia mendekatkan bibirnya ke telinga Lana dan menggigitnya tipis. Gadis itu langsung merinding di buatnya dan reflek menggerakan tubuhnya sedikit menjauh dari Zack.
"Kenapa sayang kau takut padaku?" tanya Zack yang tidak menyingkirkan pandangannya dari bola mata Lana.
Lana hanya terdiam sesekali ia mengusap bibirnya karena panik.
Panggilan sayang dari Zack membuat jantung Lana berdebar ketakutan. tidak biasanya Zack memanggilnya begitu.
"Kak aku...ingin ke kamar mandi dulu" Lana menurunkan kakinya dari ranjang dan hampir berdiri. Zack langsung mendorong tubuh Lana hingga terjatuh di atas ranjang.
"Hmmm aku ingin kau mengganti teh yang tumpah tadi, tapi ...dengan tubuh mu sayang!"
__ADS_1