Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 8 Rencana Zack


__ADS_3

Zack menemui Tim di salah satu klub malam karena Zack sekalian ada janji dengan seorang temannya.


Tim terlihat berjalan dari kejauhan menghampiri Zack.


"Hei tuan kecil kenapa kau mengajakku bertemu ditempat ini? istriku bisa salah paham!"


"Santai paman lagi pula paman sudah tua apa bibi masih bisa cemburu?" Zack menyulut sebatang rokok sembari duduk di sofa ruangan VVIP di klub itu.


"Ada apa kenapa tumben memanggil malam-malam begini?" tanya Tim yang ikut duduk di samping Zack.


"Paman aku ingin tahu semua tentang gadis ini" Zack menunjukan sebuah foto yang tertera di layar ponselnya.


"Siapa dia? kenapa kau ingin tahu tentangnya?"


"Dia ini hanya seorang pasien tapi aku penasaran dengan latar belakangnya"


Tim tersenyum, ia memahami gejolak anak muda karena dirinya juga pernah muda.


"Kau tertarik dengannya?"


"Tidak paman, aku hanya ingin tahu saja. kenapa cerewet sekali?!" Zack kesal karena Tim terus mencecarnya.


Tim tertawa, ia senang bicara dengan Zack karena teringat saat ia bicara dengan bos Lizard sewaktu muda dulu.


"Oh ya paman aku ingin mendirikan sebuah rumah sakit" kata Zack dengan wajah serius. Tim meletakkan gelas minumannya dan berbalik memandang bos kecilnya dengan sedikit terkejut.


"Baik aku akan bicara dengan Daddy mu untuk anggaran rumah sakit nanti"


"Tidak paman, aku akan mendirikan rumah sakit dengan uangku sendiri"


Kali ini Tim sungguhan terkejut mendengar perkataan dan niat Zack mendirikan rumah sakit tanpa bantuan Lizard.

__ADS_1


"Tuan kecil, mendirikan rumah sakit bukan hal yang mudah kau perlu banyak dana dan perizinan yang rumit"


"Tidak masalah aku akan mencobanya, rumah sakit itu akan berdiri tidak lama lagi"


Tim terdiam, ia melihat kegigihan di mata Zack. semangat nya kembali ikut terbakar seperti dulu sewaktu ia mendampingi Lizard.


"Baiklah apa yang bisa paman bantu untuk mu?"


"Paman bantu aku bicara dengan Daddy saja, itu akan lebih rumit dari perizinan manapun"


Tim tersenyum sembari mengangguk, ia menepuk bahu Zack dengan bangga.


"Paman bolehkan Ryan bekerja padaku jika rumah sakit nanti sudah ku dirikan?"


"Tentu saja, kau bisa bicara dengannya"


"Baiklah aku sudah lama tidak bertemu Ryan nanti akan aku cari waktu untuk bertemu dengannya"


Zack tersenyum ikut senang mendengar pujian dari Tim.


Setelah pembicaraan usai Tim bergegas pulang sementara Zack masih lanjut untuk minum bersama beberapa teman mafianya yang tidak di ketahui oleh Tim.


***


Sementara di rumah mewah itu tuan Lizard masih terjaga meski malam sudah larut. ia memandang Lily yang tertidur pulas di sampingnya.


Tadi siang ia mendapat laporan lagi tentang putranya Zack. informannya mengatakan jika Zack memang melakukan praktik di luar jam kerja rumah sakit dengan tarif yang sangat tinggi.


Pasiennya bukan orang sembarangan melainkan para gembong mafia. inilah yang membuat Lizard cemas, Zack bisa terseret dalam bahaya.


Lizard tidak mungkin bercerita dengan Lily, istrinya bisa syok mendengar anak mereka ternyata terlibat dalam kegiatan kriminal.

__ADS_1


Lizard berjalan keluar kamar mengambil segelas air putih lalu duduk di meja makan seorang diri.


"Daddy...? kenapa belum tidur?" Bella yang terbangun ikut duduk bersama daddynya.


"Bella sayang kemarilah Daddy ingin bertanya sesuatu tentang Zack"


Bella terlihat terkejut ia segera menarik kursi lalu duduk di samping sang ayah.


Ada apa ini apa Daddy tahu soal Zack? atau Zack membuat masalah dengan para penjahat yang menjadi pasiennya.


melihat gerak gerik putrinya Lizard sudah tahu pasti ada yang di sembunyikan darinya.


"Sayang apa kau tahu tentang Zack yang Daddy tidak tahu?"


Bella terdiam menunduk tidak berani memandang sang ayah. ia menyimpan rahasia jika saudara kembarnya juga terlibat pergerakan ilegal dengan para penjahat kelas kakap.


"Maksud Daddy apa?"


"Bella ayolah, Daddy sudah banyak mendengar tentang sepak terjang saudaramu di luar sana, tapi Daddy ingin mendengar dari anak Daddy sendiri apakah itu benar atau tidak?"


"Daddy tanya saja pada Zack, aku tidak tahu dadd"


Melihat Bella kukuh melindungi perbuatan saudara kembarnya Lizard tidak lagi memaksa. ia hanya tersenyum sembari mengusap rambut Bella.


"Baiklah nanti Daddy tanya langsung pada Zack, kau kembalilah tidur"


"Daddy juga istirahat, jangan tidur terlalu larut itu kurang bagus untuk kesehatan Daddy"


"Iya Sayang..."


Bella bergegas pergi ke kamarnya sebelum daddynya kembali mencecar pertanyaan. sementara tuan Lizard masih duduk di kursinya.

__ADS_1


__ADS_2