
Zack telah menyelesaikan tugasnya di VC hospital sejak matahari belum tenggelam. ia mengunjungi beberapa pasien ilegalnya di luar lalu setelah itu Zack pergi ke kasino terbesar di kota itu.
Tempat perjudian itu ramai dengan pengunjung. tentu saja disana banyak para mafia kaya raya yang sedang menikmati hiburan dengan menghamburkan uang mereka di meja judi.
Kasino itu dulu milik Lizard Van Camont sebelum tuan Lizard pensiun menjadi gembong mafia. Zack tertarik dengan bisnis itu. sejak tadi ia sibuk mengamati para bos yang sedang duduk di ruang VVIP bersamanya. mereka menceritakan masa kejayaan tuan Lizard.
Zack sedang berpikir bagaimana caranya seorang dokter yang masih aktif seperti dirinya bisa memiliki kasino itu.
Jika ketahuan melakukan bisnis ilegal jelas lisensinya akan di cabut, tidak ada dokter yang terlibat dengan kriminal terutama perjudian. apa lagi sampai memiliki sebuah kasino.
Zack meneguk minuman di hadapannya di temani Maura seorang wanita sexy pemandu di ruang VVIP itu.
Maura si genit yang menyadari Zack tengah mabuk mencoba merayunya dengan duduk diatas pangkuan pria itu. sesekali Maura mencoba mendekatkan bibirnya ke arah wajah Zack.
Dengan lembut Zack menurunkan Maura dari pangkuannya.
"Maaf sayang tapi aku sedang tidak berminat, aku harus pulang" kata Zack menolak secara halus. ia tidak pernah memperlakukan wanita dengan kasar.
"Kenapa tuan dokter apa kau rindu dengan istrimu? aku dengar kau telah menikah tuan dokter" kata Maura dengan senyum sinis karena kecewa Zack telah menolaknya.
Zack tidak menggubris sindiran Maura, ia memberi kode pada Gio untuk mengikutinya keluar dari ruangan penuh napsu duniawi itu.
"Tuan anda tidak apa-apa?" Gio memapah Zack menuju mobil dan membaringkan tubuh tinggi Zack di kursi belakang.
"Apa tadi siang kau sudah antar istriku ke kantornya?"
__ADS_1
"Sudah tuan"
"Jam berapa kau antar Lana pulang ke rumah?"
"Sebelum sore tuan, nona sempat mampir ke swalayan untuk berbelanja kebutuhan makanan"
Zack tersenyum geli mendengar Lana bertindak seperti istri sungguhan. pasti sekarang gadis itu sedang menyiapkan makan malam dan menunggu ku pulang bekerja, batin Zack sembari menahan tawa yang hampir membuncah.
Mobil yang di kendarai Gio tiba di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah. seorang penjaga membukakan pintu gerbang untuk Gio.
Rumah mewah itu di beli oleh Zack sebelum ia menikah dengan Lana. sebelumnya Zack lebih banyak tinggal di apartemen nya tapi karena sudah menikah Zack pikir akan lebih baik jika ia membeli sebuah rumah.
"Mari tuan" Gio membuka pintu mobil dan memapah Zack berjalan memasuki rumah utama.
Zack terkejut melihat interior ruang utama yang berubah. pasti Lana membeli beberapa perabot dan mendesain ulang ruangan utama. meski mabuk Zack masih bisa menyadari perubahan itu.
"Gio ambilkan tas kerjaku bawa kemari" Zack duduk bersandar di sofa sembari memejamkan matanya, kepalanya sedikit pusing.
Lana yang menyadari Zack sudah pulang ke rumah, ia menghampiri suaminya di ruang utama.
Zack hanya terdiam melirik ke arah Lana yang malam itu terlihat manis dengan dress pendek diatas lutut.
"Kakak sudah pulang?"
Kakak? panggilan macam apa itu? dia memanggilku kakak?!
__ADS_1
Zack menarik tangan Lana hingga gadis itu terjerembab jatuh ke pangkuan Zack.
"Siapa yang memintamu memanggilku kakak?!" aroma minuman menyeruak dari bibir Zack. Lana mengamati wajah tampan itu yang sedikit kemerahan karena pengaruh minum.
"Lalu aku harus memanggil dengan sebutan apa?" tanya Lana polos.
Zack hanya tersenyum rasanya ia ingin membenamkan wajahnya ke dada Lana. tapi itu urung ia lakukan karena Zack cemas tidak bisa menahan diri.
Saat ini saja moodnya sedang on melihat Lana yang menyambutnya pulang. ia tidak ingin terjadi sesuatu antara dirinya dengan Lana.
Daddy apa asa lalu akan terulang padaku? sedikit banyak Zack telah mendengar kisah cinta ayah dan ibunya dulu dan kini Zack pikir itu bahkan terulang pada dirinya dan Lana.
"Maaf tuan saya mengganggu, ini tas kerja anda" Gio yang melihat kemesraan tak terduga itu menjadi salah tingkah. ia meletakkan tas kerja Zack di atas meja lalu Gio pamit pulang.
Zack meraih tas kerjanya dengan sebelah tangannya, ia membuka tas itu dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. sebuah suntikan yang sudah Zack persiapkan.
"Buka dress mu!" kata Zack sembari mendudukkan Lana di sofa.
"Apa ini kak? aku tidak mau!" Lana mencoba menghindari suntikan yang akan Zack berikan padanya.
"Ini hanya sebuah cairan kecil penunda kehamilan" kata Zack sembari tertawa.
"Penunda kehamilan?! untuk apa aku melakukannya?" Lana pikir Zack tidak akan menyentuhnya karena pria itu tidak mencintainya.
Lana yang polos tidak tahu antara napsu dan cinta itu kedua hal yang berbeda.
__ADS_1
Zack menyingkap sedikit dress pendek Lana lalu memberikan injeksi obat penunda kehamilan pada Lana.
Sedia payung sebelum hujan, sepertinya itu yang dokter Zack lakukan sekarang.