
Zack terbangun dari tidurnya saat jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi. ia kesiangan karena semalam terlalu banyak minum dengan teman-temannya.
Zack meraih ponselnya di atas meja dekat tempat tidurnya. ada pesan singkat dari Tim.
[Sudah ku dapat informasi tentang gadis bernama Lana Dupont itu, ia pewaris utama perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan. nominal kekayaan yang ia terima cukup fantastis. paman dan bibinya yang mencoba mencelakainya dengan tujuan menguasai hartanya]...
Sudah ku duga gadis itu sengaja di buat koma dengan tujuan tertentu....
Zack bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. hari ini sebenarnya tidak ada jadwal praktek untuk dokter Zack tapi ia ingin ke VC hospital untuk bertemu Lana.
***
Di VC hospital
Dokter Bella sedang menghadap kepala rumah sakit yaitu dokter Eric. sejak tadi terjadi ketegangan diantara paman dan keponakan itu.
Bella bersikeras mendatangkan dokter Ryan sebagai terapis untuk Lana sementara dokter Eric bersikeras menolak ide yang di ajukan oleh Bella.
"Jangan membuat uncle mengatakan jika kau keras kepala seperti Daddy mu!"
__ADS_1
"Uncle ayolah, dokter Ryan adalah orang yang tepat untuk menangani Lana"
"Kenapa harus dia? apa di kota ini sudah tidak ada dokter yang lebih berkompeten dari dia?!"
Bella terdiam, ia kehabisan kata-kata untuk mendebat pamannya. seharusnya Zack yang sekarang berada di posisinya karena Zack lebih ahli debat kusir dan manipulatif.
"Yasudah...baiklah! setelah pasien itu sembuh Ryan harus angkat kaki dari rumah sakit ini!"
"Benar Uncle?! maksud ku dokter Eric? kalau begitu aku akan segera mengajak dokter Ryan kemari"
"Hmm terserah" Eric mengibaskan tangannya pertanda meminta Bella segera enyah dari ruangannya sebelum ia berubah pikiran.
Zack tiba di VC hospital dengan pakaian santai. ia mengenakan kaos polo berwarna hitam dan celana jeans biru. Zack terlihat maskulin dan tampan sekali siang itu. ia bergegas menemui Lana di lantai 14 ruang VVIP Zack sudah berjanji pada Lana untuk mengajak gadis itu sekedar jalan-jalan ke taman rumah sakit.
Zack membuka pintu ruang perawatan Lana. gadis itu sedang duduk menghadap ke jendela kaca.
"Ehm!"
Lana menoleh ke sumber suara, disana ada Zack berdiri dengan seulas senyum yang menampakan lesung pipinya.
__ADS_1
"Aku sudah berjanji jadi aku tidak akan mengingkari, ayo kita pergi ke taman"
Lana kembali menoleh memandang wajah Zack dengan kedua mata cekung nya.
Zack membuka pintu dan meraih sebuah kursi roda lalu mendorongnya ke samping ranjang Lana.
Zack mengangkat tubuh Lana yang ringan dan mendudukkannya di atas kursi roda.
"Setelah sembuh kau harus banyak makan" kata Zack sembari mendorong kursi roda yang di duduki Lana.
Saat berada di dalam lift terlihat wajah Lana menjadi tegang refleks ia menggerakan sebelah tangannya memegang pergelangan tangan Zack.
Zack yang menyadari ketakutan Lana segera berjongkok mendekatkan sedikit wajah nya ke arah Lana yang duduk di kursi roda.
"Kau takut? tenanglah tidak masalah ada aku"
Sungguh sebaris kata yang terkesan gentle dan membuat tenang serta lega semua wanita yang mendengarnya termasuk Lana apa lagi seorang Zack Van Camont yang mengatakannya.
Pintu lift terbuka Zack segera mendorong perlahan kursi roda Lana, keduanya segera menuju taman rumah sakit yang terlihat ramai. Zack membawa Lana duduk di bawah pohon rindang.
__ADS_1
Kali ini aku harus tahu lebih dalam tentang gadis ini, aku ingin tahu siapa orang tuanya.