
Kepolisian pusat disibukan dengan kasus seorang mafia yang di temukan jasadnya setelah dua hari berada di sebuah terowongan bawah tanah di markasnya.
Dokter Erthan Hasenbosch selaku dokter forensik yang memimpin untuk memeriksa lebih lanjut temuan jasad mafia itu mencurigai seseorang. ia menemukan sebuah kartu nama dokter spesialis bedah di saku jas pria itu.
Dokter Erthan melaporkan temuannya pada penyidik dan menyerahkan barang bukti kartu nama yang ia temukan tadi. mafia itu terkapar setelah menerima suntikan yang berbahaya. dokter Erthan mencurigai kematian si mafia ada hubungannya dengan sang dokter bedah terlebih ada luka bekas operasi di tubuh si mafia.
"Aku rasa kita memerlukan keterangan dari pemilik kartu nama ini" kata dokter Erthan pada penyidik.
"Baiklah kami akan memanggil dokter Zack Van Camont untuk dimintai keterangan!" kata seorang penyidik.
Kartu nama itu memang milik dokter Zack Van Camont. segera pihak kepolisian membuat surat resmi untuk memanggil dokter Zack ke kantor pusat kepolisian.
Sementara Zack di kediamannya menunggu Gio yang tidak juga datang meski sudah siang.
"Kemana Gio?! kenapa ponselnya mati!" Zack terlihat gelisah. ia mencium gelagat aneh sebelum Gio menghilang kemarin.
"Mungkin Gio sakit kak" sahut Lana sembari menyerahkan secangkir teh pada Zack.
"Sakit? sepertinya kemarin dia baik-baik saja"
Lana mengedikkan bahunya, kemarin Gio memang terlihat bugar seperti biasanya.
"Baiklah aku pergi dulu, jangan keluar rumah tanpa seizin ku" kata Zack sembari mengecup pipi Lana.
Lana yang terkejut langsung merona wajahnya begitu kulit pipinya tersentuh bibir Zack. terasa geli tapi menyenangkan. Lana menahan senyumnya menunggu sampai Zack masuk ke dalam mobilnya.
Setelah memastikan mobil Zack menjauh dari halaman rumah, Lana bergegas menutup pintu dan tersenyum senang sembari duduk di ruang tengah.
Tidak berapa lama seorang pelayan memberitahu ada tamu untuk dokter Zack.
__ADS_1
Lana bergegas menuju ruang utama. ia terkejut melihat beberapa orang berseragam kepolisian berdiri di depan pintu.
"Selamat siang nyonya" sapa seorang polisi.
"Iya selamat siang" jawab Lana ragu.
"Bisakah kami bertemu dokter Zack Van Camont?"
"Dokter Zack baru saja pergi" kata Lana.
"Kemana?"
"Entahlah katanya ada urusan, mungkin ke VC hospital. ada apa ya kenapa mencari suami saya?"
"Kami hanya ingin bicara masalah yang kami temukan dengan dokter Zack saja"
Lana mencoba menelpon Zack begitu para polisi itu pergi. Ponsel Zack mati tidak bisa di hubungi.
***
Zack berhasil menemui Gio di depan apartemen Gio. Ia terkejut melihat asisten nya yang babak belur dan terlihat berjalan tertatih sembari berpegangan dinding.
"Gio..!"
Gio yang terkejut mendapati Zack berdiri di depan pintu apartemennya terlihat panik. Menghindari Zack jelas tidak mungkin, tapi Gio bingung menjelaskan kondisinya saat ini.
"Ada apa dengan mu? Kenapa kau babak belur begini?!"
"Maaf tuan" hanya itu yang di katakan oleh Gio.
__ADS_1
Zack memapah Gio memasuki apartemennya. Ia memeriksa kondisi Gio yang terluka di perut karena goresan benda tajam.
bel pintu apartemen Gio berbunyi, Zack melangkah santai untuk membuka pintu. Sementara Gio terlihat panik.
Benar saja mereka adalah segerombolan penagih hutang yang datang ke apartemen Gio untuk meminta pelunasan hutang Gio.
Zack yang sedikit mulai mengerti akhirnya memahami kenapa Gio sempat menghilang dan muncul dengan tubuh babak belur. rupanya ada hubungannya dengan urusan hutang.
Perkelahian tidak terhindarkan. Zack menghajar gerombolan itu disaat para gerombolan itu terkapar, Zack segera bertanya berapa sisa hutang Gio.
"Berapa sisa hutangnya? Aku yang akan bayar!" kata Zack.
"Anda tidak perlu melakukannya tuan!" Gio tertatih mendekati Zack yang masih berdiri kokoh setelah berkelahi dengan sepuluh orang sekaligus.
"Kau diam lah Gio"
"Baiklah, hutangnya masih tersisa 5000 dollar plus bunga!" kata seorang dari gerombolan itu.
"Kalau begitu aku akan memberikan check sejumlah hutang Gio setelah ini kalian jangan mendekati asisten ku lagi. Dia banyak pekerjaan jadi jangan mengganggunya" kata Zack sembari menulis di atas selembar check sejumlah 5000 dollar.
Zack mengirim pesan singkat pada paman Tim.
[Paman bantu aku, cairkan check ini jika daddy bertanya katakan saja aku yang meminta uangnya]
Tidak lama tertera balasan dari paman Tim yang mengiyakan pencairan uang itu.
Gio berjalan meraih kaki Zack seraya menangis.
"Terimakasih tuan, aku Giofany Morreti seumur hidup berhutang budi padamu tuan Zack Van Camont"
__ADS_1