
Zack keluar dari ruang kerja ayahnya. Gio nampak sedikit cemas berjalan menghampiri Zack.
"Ada apa?" tanya Zack.
"Nona Lana pergi dengan tuan Ben, tadi ia di jemput di rumah" Gio memperlihatkan video rekaman Cctv dari ponselnya.
"Sial! mau apa si tua itu membawa Lana?!" Zack melangkah cepat sembari meraih ponselnya dari saku celana. ia menghubungi nomor Lana.
"Tidak di jawab! Gio cepat lacak dimana keberadaan Lana?"
"Baik tuan"
Disaat bersamaan ada telepon masuk ke ponsel Zack. telepon darurat dari rumah sakit, ada pasien yang harus segera di tangani.
Zack membuang napas kasar, ia harus mendahulukan pasiennya meski Lana juga penting baginya. selama rahasianya masih berada di tangan Benedict ia tidak akan tenang jika paman Ben mendekati Lana.
"Gio kau pantau istriku dari jauh, jika perlu aktifkan alat penyadap yang ada di tas Lana. aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan"
"Baik tuan"
Zack bergegas ke rumah sakit, ia mengemudikan mobilnya di atas rata-rata untuk segera tiba di VC hospital.
"Dokter pasien di lantai 12 sedang mengalami kondisi darurat" kata seorang perawat yang mengejar langkah dokter Zack.
"Aku tahu" kata Zack sembari memasuki lift.
"Dimana dokter Frederick? kenapa tidak menangani pasiennya dulu sebelum aku tiba?"
__ADS_1
"Dokter Eric sedang keluar rumah sakit sejak siang tadi dok"
Zack melirik jam tangannya, ia mengenakan jas putihnya dan meraih stetoskop di meja kerjanya. ia berjalan cepat menuju kamar pasien. dua orang perawat setengah berlari di belakang mengejar langkah dokter Zack.
"Beritahu keluarga pasien, akan ada tindakan pembedahan segera! aku memberi waktu satu jam untuk bersiap"
"Baik dokter"
"Oh ya siapkan semua data pasien beserta riwayat pengobatannya selama di sini, minta pada dokter Eric jika dia tidak ada cari di ruang kerjanya sampai dapat!"
"Baik dokter"
Semua nampak sibuk, dokter Zack kembali ke ruang kerjanya mengganti pakaiannya. ia sudah siap dengan baju atasan dan bawahan berwarna hijau lengkap dengan penutup kepala. tangannya telah di sterilkan dan ia siap memasuki ruang operasi.
Perawat dan dokter anestesi terlihat ikut mendampingi dokter Zack di dalam ruangan.
"Tidak tahu dokter tiba-tiba saja pasien dalam kondisi seperti ini" jawab seorang perawat.
"Cari dokter Frederick sampai dapat aku membutuhkan nya di ruangan ini"
"Baik dok"
Zack sedikit geram dengan pamannya dokter Eric yang keluar rumah sakit di jam genting seperti sekarang.
Pasien yang sedang di tangani dokter Zack sebelumnya adalah pasien dokter Eric.
Tiga puluh menit lebih Zack menunggu dokter Eric memasuki ruang operasi. ia sudah ingin mengumpat kesal rasanya.
__ADS_1
Begitu dokter Eric tiba di ruangan, keduanya saling melirik tajam. Dokter Eric memberi penjelasan apa yang sebenarnya terjadi pada pasien sampai bisa seperti sekarang kondisinya.
Zack mengangguk pada dokter anestesi yang duduk di dekatnya. ia menyetujui pembiusan secara total pada si pasien setelah menerima penjelasan dokter Eric.
Pasien di ruangan itu adalah seorang politikus ternama. ia mengalami sakit dalam dan di tangani oleh dokter spesialis dalam yaitu dokter Eric. Beberapa waktu lalu si pasien di larikan ke VC hospital dalam keadaan genting. yang menerima pertama kali adalah dokter Eric sampai akhirnya si pasien di limpahkan ke spesialis bedah yaitu dokter Zack.
Dokter Zack tampak fokus menangani pasien. darah terlihat berlumuran di tangannya yang terbungkus sarung tangan medis. peluh terlihat di dahinya menandakan ia sedang berkonsentrasi penuh dan sedikit kelelahan.
Seorang perawat menyeka peluh di dahi dokter Zack dengan kapas steril.
Akhirnya setelah enam jam tindakan pembedahan selesai. dokter Zack keluar dari ruangan operasi di ikuti dokter dan petugas medis lainnya.
Si pasien bisa di pindahkan ke kamar perawatan sementara sebelum di pastikan kondisinya benar-benar membaik dan bisa di pindah ke kamar rawat biasa.
Zack berjalan cepat menuju ruang kerjanya, ia melepas semua atributnya dan kembali mengenakan kemejanya sembari ia mengawasi ponselnya.
Tidak ada kabar dari Gio atau Lana. Zack meremas ponselnya dengan gemas.
Apa yang di lakukan di bodoh Gio! kenapa tidak juga mengabariku tentang Lana.
Pintu ruang kerja dokter Zack terbuka, Lana nampak berdiri di ambang pintu dengan senyum manisnya. senyum yang akhir-akhir ini berhasil membius kesadaran Zack Van Camont. di tambah kepuasan yang Zack terima semalam dari Lana membuatnya semakin menggilai senyuman itu.
"Kak maaf aku tadi tidak mengabari mu jika aku pergi sebentar dengan paman Ben" kata Lana sembari melangkah mendekati Zack. dengan cekatan Lana mengambil alih mengancingkan kemeja yang baru Zack kenakan tadi.
Melihat tingkah Lana yang sedikit manja Zack pun Luluh, ia masa bodoh saja tadi Benedict bicara apa pada Lana yang jelas sikap Lana tidak berubah pada Zack. itu tandanya Ben masih memegang rahasia gelap Zack dengan baik.
.
__ADS_1