
Lana duduk di ujung tempat tidur sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer. Zack baru saja keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk putih melilit di pinggangnya.
Rasa canggung menyelimuti kedua orang yang baru saja memadu kasih semalaman itu. Zack melirik Lana dari kaca rias di hadapannya.
Zack memaklumi sikap Lana yang berubah dingin padanya. ia melirik ponselnya ada panggilan tidak terjawab dari paman Tim.
Zack bergegas mengenakan kemeja putihnya lengkap dengan dasi. selesai merapikan rambutnya ia menghampiri Lana yang masih duduk diam di ujung ranjang.
"Aku berangkat dulu, kau tidak ingin ke perusahaan?" tanya Zack sembari merengkuh bahu Lana.
Sentuhan Zack berhasil membuat Lana merinding dan mengingat kejadian semalam. refleks ia menyingkirkan lengan Zack.
"Baiklah aku pergi dulu" Zack mengecup bibir Lana sembari tersenyum jahil.
Ia melangkah cepat menuruni anak tangga, Gio sudah menunggunya di luar rumah.
"Pagi tuan dokter" sapa Gio sembari membuka pintu mobil.
"Pagi Gio, apa paman Tim menelpon mu?"
"Benar tuan, paman Tim bilang tuan besar memanggil anda datang ke VC group"
Daddy ingin bertemu dengan ku? ada apa?
"Baiklah kita ke VC group dulu baru ke VC hospital"
"Baik tuan"
Gio mengemudikan mobil meninggalkan halaman rumah. Lana berdiri di dekat jendela kamar sembari mengamati mobil Zack semakin menjauh meninggalkan halaman rumah mereka.
***
VC Group
Tuan Lizard duduk di sofa ruang kerjanya mempelajari beberapa dokumen penting tentang pertambangan miliknya.
__ADS_1
"Tim bagaimana menurut mu jika bisnis tambang ini ku serahkan pada Zack?"
"Silahkan tuan jika itu yang terbaik tapi saya rasa tuan kecil masih harus banyak belajar tentang bisnis apalagi ini bisnis pertambangan"
"Kau benar, selama ini Zack sibuk dengan profesi nya sebagai dokter aku rasa ia tidak sempat mempelajari tentang bisnis"
"Oh ya kau sudah menelponnya?"
"Sudah tuan, saya menelpon asistennya agar memberi tahu tuan Zack untuk kemari menemui anda"
"Anak itu sejak menikah sudah jarang berkunjung ke rumah, ibunya sangat rindu padanya" kata tuan Lizard menerawang mengingat Lily yang setiap hari menelpon Zack menanyakan kabar dan kesehatan anak lelakinya itu.
"Anak-anak memang begitu tuan, mereka cepat sekali dewasa hingga kita sebagai orang tua kembali kesepian"
"Kau benar Tim, bagaimana dengan Ryan? apa dia belum ada rencana menikah?"
"Saya kurang tahu tuan"
"Apa menurutmu ia cocok dengan Ozgy?"
Tim hanya tersenyum, ia tidak tahu tentang kedekatan anaknya dengan Ozgy putri angkat tuan Lizard.
Pintu ruang kerja tuan Lizard di ketuk dari luar. Tim melangkah untuk membukakan pintu.
"Hai paman! apa kabar mu?" Zack menepuk bahu paman Tim.
"Tuan kecil, Daddy mu sudah menunggu sejak tadi" balas Tim sembari menepuk bahu Zack.
"Dijalan sedikit macet pagi ini" kata Zack beralasan. ia berjalan memasuki ruang kerja ayahnya.
"Pagi Dadd!" Zack memeluk sang ayah yang berdiri menyambutnya. postur tubuh mereka begitu mirip, wajah mereka juga mirip dengan warna bola mata biru yang istimewa.
"Lama sekali kau tidak mengunjungi Daddy dan mommy?"
"Aku sibuk dadd"
__ADS_1
"Bagaimana rumah sakit yang kau bangun?"
"Sudah berjalan lima puluh persen"
"Zack dari mana kau dapat biaya operasional rumah sakit mu?"
"Daddy jangan cemas soal itu, aku bisa mengatasinya"
"Oh ya Daddy ingin kau pegang bisnis pertambangan kita"
"Ah dadd aku kurang mengerti bisnis Daddy itu, nanti saja ya Zack akan belajar dulu jika sempat"
"Dasar kau ini, kalau bukan kau yang pegang usaha Daddy lalu siapa lagi?"
"Ada Bella"
"Zack saudari mu itu wanita apa kau tega melihatnya berbisnis sekeras itu?"
"Baiklah nanti akan aku pikirkan dadd"
"Kemarin ada yang datang pada Tim menanyakan soal dirimu, apa kau sedang bermasalah dengan orang?"
Degh!
Zack terdiam sesaat, rupanya ada yang mulai menyusup mencari tahu tentang dirinya Samapi ke paman Tim.
Zack mengedikkan bahunya, ia tidak menjawab pertanyaan daddynya.
"Oh ya Zack kau tidak ingin tahu nama orang yang mencari tahu tentang mu?" selidik Daddy Lizard. ia tahu putera kesayangannya itu memiliki masalah dengan orang tersebut.
"Siapa dadd? pasti orang iseng saja"
"Namanya Benedict Dupont, paman istrimu"
Zack susah menduga jika paman Ben mencari informasi tentangnya melalui keluarganya.
__ADS_1
Sementara Gio di luar ruangan menunggu Zack sembari mengamati ponselnya yang terhubung ke CCTV rumah Zack.
Terlihat Benedict sedang menjemput Lana untuk pergi.