Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 37 Ruang Penyidik


__ADS_3

"Selamat siang dokter Zack Van Camont!" kata seorang polisi. beberapa perawat di VC hospital berkerumun begitu juga dokter yang melihat Zack di cari oleh polisi.


Mereka ingin tahu ada apa dengan dokter andalah VC hospital itu kenapa ia terlibat dengan pihak kepolisian.


"Kami membutuhkan keterangan anda di kantor polisi pusat, ini surat resminya" seorang polisi menyerahkan sebuah amplop putih. Zack membuka dan membacanya. bibirnya berkedut ia tidak merasa terlibat dengan kematian seorang bos mafia yang namanya tertera di surat itu.


"Aku tidak terlibat dengan masalah ini, jika kalian meminta keterangan dariku aku tidak tahu apa-apa" kata Zack santai.


"Kalau begitu jelaskan saja di kantor, karena kami ada bukti jejak anda tertinggal di tempat korban terakhir kali berada"


"Baiklah aku akan ikut kalian" kata Zack geram.


"Zack ada apa?" Bella menghampiri Zack dan terlihat panik.


"Tenanglah, mereka hanya meminta keterangan dari ku tentang kematian seorang bos mafia"


"Zack tapi..."

__ADS_1


"Sudahlah, jangan cemas" Zack berjalan mengikuti para polisi itu menuju mobil. Bella yang panik mengikuti mobil polisi yang membawa Zack, ia penasaran kenapa saudaranya bisa di anggap terlibat dengan kematian bos mafia itu.


Apa Zack benar-benar terlibat?


Bella sedikit tidak yakin pada Zack. ia menyimpan rahasia besar jika Zack memang adalah dokter para mafia itu. bisa jadi Zack terlibat bisa juga tidak.


Bella menambah kecepatan mobilnya ia tepat berada di belakang mobil polisi hingga tiba di kantor kepolisian pusat.


Zack memasuki loby di dampingi dua orang petugas. sementara Bella berjalan mengikuti di belakang.


"Silahkan duduk dokter Zack" kata seorang penyidik. Zack telah di bawa ke ruang penyidik untuk di mintai keterangan.


"Nona jutek kau disini?!" sebuah suara. mengejutkan Bella yang sedang kalut. seraut wajah tampan tampak di hadapannya dengan senyum khas yang mempesona. dia mengenakan seragam serba hitam dengan tulisan di dada kiri atas, dr. Erthan Hasenbosch.


"Kau lagi?!" Bella melengos malas.


Kenapa disaat seperti ini aku harus bertemu dengan dia?!

__ADS_1


"Kau tidak menjawab ku nona Bella, kenapa kau ada disini? apa ada yang merampok mu sehingga kau lapor polisi? atau ada yang mencoba mengganggu mu?!"


"Iya memang ada yang mencoba menggangguku yaitu kau dokter Erthan!" Bella melangkah pergi memilih menunggu Zack yang sedang di interogasi di loby saja.


"Tunggu!" Erthan mencekal lengan Bella.


"Apa kepentingan mu disini?!" Erthan semakin penasaran. karena kantor kepolisian pusat bukan lah tempat untuk seorang yang anggun dan bereputasi baik seperti dokter Bella.


"Aku menunggu saudara kembar ku yang sedang di interogasi oleh penyidik di dalam ruangan itu! kau puas?!" kata Bella sembari menunjuk ruangan penyidik.


Kening Erthan berkerut, ia baru sadar jika nama belakang Bella sama dengan nama belakang dokter Zack.


"Dia saudara kembar mu? maksudmu dokter Zack?!"


"Iya benar!"


Erthan terdiam misterius, ia tidak lagi tersenyum manis apa lagi menggoda Bella. sekarang Erthan malah berbalik dan melangkah pergi.

__ADS_1


"Dasar aneh! tadi dia menggangguku sekarang pergi tanpa pamit!" gerutu Bella.


Berada lama-lama di kantor polisi itu membuat Bella semakin takut dan cemas. ia memutuskan meraih ponselnya dan menelpon Daddy.


__ADS_2