Doctor Van Camont

Doctor Van Camont
Part 29 Musuh Baru


__ADS_3

Suasana bar di akhir pekan cukup ramai. banyak orang bersantai menikmati minuman mereka. semua terlihat lelah bekerja beberapa dari mereka melepas jasnya dan menggantungnya di pinggiran kursi sembari menikmati minuman dan bergurau dengan teman satu mejanya.


Zack dan Marco terlihat cukup banyak minum. keduanya sudah selesai dengan urusan pekerjaan mereka. Marco sudah mulai menjalankan proyek rumah sakit Zack ia juga sudah menemukan siapa yang ingin menjatuhkan Zack dengan kiriman paket ilegal.


Kini keduanya sejenak melupakan permasalahan mereka, Zack dalam sekejap lupa jika ia telah merenggut kebahagiaan Lana yang sesungguhnya dan Marco ia lupa dengan keadaan istrinya yang pecandu.


Memang hampir tidak ada bedanya Marco dan sang istri tapi setidaknya Marco tidak separah Rea.


Kembali teringat di benak Marco wajah Rea dan Bella yang mirip. satunya selalu tampil kusut dan memprihatinkan sementara yang satu begitu cantik, segar dan menawan.


"Hey kenapa kau tersenyum seperti orang bodoh!" ejek Zack.


"Apa saudari mu itu sudah memiliki kekasih?" tanya Marco. sudah pasti yang ia maksud adalah dokter Bella.


"Tidak jangan mengganggu dia!" kata Zack kesal.


"Kenapa? jika aku sedikit mendekat apa kau menyetujui?" tanya Marco dengan wajah serius. kali ini ia terlihat seperti tidak sedang mabuk.


"Tidak bisa Marco kau bukan menantu idaman Daddy, tapi semua terserah Bella jika dia mau dengan orang seperti mu aku tidak bisa berbuat apa-apa"


Marco tersenyum puas sembari meneguk minuman di gelasnya.


Dua orang wanita berpakaian sexy datang ke ruangan VVIP Zack dan Marco. kedua wanita itu merayu dan duduk di pangkuan Zack serta Marco.


Seorang wanita menyulut api untuk membakar ujung rokok yang sudah berada di hisapan Zack.


"Terimakasih sayang" bisik Zack di telinga wanita itu. Zack lupa diri seolah ia tidak beristri di rumah. ia melupakan Lana untuk beberapa saat. gadis itu terkadang penting kehadirannya dalam hidup Zack tapi juga terkadang tidak penting.

__ADS_1


Ponsel milik Zack berdering, ada panggilan telepon dari Lana.


"Halo ..ada apa?!" suara Zack bersahutan dengan suara musik yang berdentum.


"Kak ada paman Ben datang ke rumah"


Satu kalimat rapi itu membuat Zack terdiam, pikirannya kembali waras. ia bergegas menyambar jasnya dan beranjak pergi dari Bar.


Zack meninggalkan Marco dan segala kesenangan di dalam bar itu. Gio sigap mengemudikan mobil untuk Zack.


"Untuk apa Benedict datang ke rumah ku?" gumam Zack yang duduk di kursi belakang. ia cemas jika paman Ben mengatakan jika Zack yang telah membunuh ayah Lana.


Zack mengusap peluh di dahinya sejak tadi rasanya lama sekali mobil tidak juga tiba di rumah.


"Cepat Gio! kau bisa mengemudi tau tidak?!" bentak Zack yang gelisah di kursi belakang.


"Kau tahu si brengsek Benedict ada di rumah ku! belum sempat aku bertemu orang itu tapi dia sudah datang lebih dulu menghampiriku!"


Gio sedikit terkejut, Zack memang memintanya mencari orang bernama Benedict dan setahu Gio orang itu masih ada di luar negeri.


"Aku rasa kita sudah termakan jebakannya, dia tidak berada di luar negeri melainkan disini di tempat kita berada"


"Kenapa anda begitu cemas pada orang ini tuan?"


"Dia bisa saja buka mulut pada Lana jika aku yang telah menghabisi ayah mertuaku itu"


Gio menelan ludah mendengar ucapan tuannya barusan. sekarang ia tahu kenapa Zack begitu panik dengan pria bernama Benedict itu. ia bukaan hanya paman Lana tapi pria itu juga yang mengirim paket mengerikan kemarin pada Zack. dan sekaran dia adalah ancaman untuk tuannya.

__ADS_1


"Dengar Gio kita anggap dia tidak melakukan apapun padaku, kita pura-pura bodoh saja"


"Baik tuan, apa rencana anda sekarang?"


"Akan kupikirkan setelah aku melihat pria bernama Benedict itu seperti apa!"


Tidak berapa lama mobil yang di kendarai oleh Gio tiba di halaman rumah Zack.


Zack melirik sebuah mobil mewah berwarna putih terparkir di halamannya. ia memiringkan senyumnya dan melangkah menuju rumah di ikuti asisten pribadinya.


Lana menyambut kedatangan Zack, ia dengan senyum cerianya meraih lengan Zack sembari berjalan ke ruang tengah. disana seorang pria berpenampilan rapi dengan stelan jas dan rambut sedikit beruban tengah duduk menikmati secangkir teh dan kudapan.


Pria itu berdiri dari duduknya tersenyum misterius ke arah Zack.


"Hai menantu, kenapa kalian menikah tidak mengabari paman Ben mu ini? aku tadi sudah memarahi Lana karena ia tidak mengundangku ke pernikahan kalian" kata pria itu beramah tamah.


Zack tersenyum kecil menerima dan menjabat uluran tangan paman Ben.


"Hai anak muda nama ku Benedict Dupont aku paman Lana. aku banyak mendengar tentang dirimu dokter Zack Van Camont kau sungguh luar biasa hebat" pujinya sembari memandang Zack dengan tatapan mengintimidasi sekaligus kagum.


"Hai paman Ben senang bertemu dengan mu" kata Zack tidak banyak bicara.


"Duduklah aku akan ke kamar sebentar berganti pakaian" kata Zack. ia melirik Gio untuk mengikuti dirinya.


"Oh siapa dia?" tanya paman Ben pada Lana sembari melirik Gio yang mengekor di belakang Zack.


"Dia Gio asisten pribadi kak Zack"

__ADS_1


Benedict mengangguk paham sekaligus tersenyum miring. ia menyesap tehnya dengan nikmat.


__ADS_2