
Zack duduk di kursi tepat di samping Lana. di sebelahnya lagi ada Bella yang sedang asyik mengunyah makanan tanpa mempedulikan Zack.
"Kemarin aku melihat mu bicara dengan dokter forensik di kepolisian! kau kenal dia?!" Zack berbisik sembari menyiku lengan saudara kembarnya.
"Aku tidak tahu!" jawab Bella yang juga berbisik.
"Kalian bicara apa Zack, Bella?! kenapa berbisik seperti itu?! saat di meja makan tidak ada yang boleh bisik-bisik, itu membuat tidak nyaman" Daddy Lizard meluncurkan protesnya pada kedua anaknya.
"Iya kalian membahas apa?mommy juga mau tahu" tambah mommy Lily.
"Ini mom Zack bertanya soal dokter di kepolisian kemar....." Zack menyuapkan potongan daging ke mulut Bella agar gadis itu berhenti bicara.
"Zack! kau gila?!"
Zack tersenyum sembari memalingkan wajahnya pada makanan di atas meja.
"Ehm!" tuan Lizard berdhm memberi isyarat pada Bella agar diam. Nyonya Lily tidak tahu kasus Zack kemarin.
Bella yang baru menyadari kesalahannya langsung terdiam melirik Zack.
__ADS_1
"Lana ambilkan makanan untuk ku" kata Zack sembari tersenyum manis pada istrinya.
Lana berdiri meraih steak dan sayur untuk Zack.
"Terimakasih sayang"
"Umm ini enak sekali kau mau coba?" Zack menyuapkan sedikit potongan steak ke mulut Lana.
Hati Lana berdebar ia tidak tahu setelah ini Zack akan marah besar padanya atau tidak.
Sementara perhatian nyonya Lily teralihkan dengan kemesraan Zack dan Lana. ia sampai lupa ingin bertanya soal kepolisian yang tadi Bella bicarakan.
"Kenapa kau ada disini?! apa nona Lana Dupont sedang melarikan diri?!" kata Zack kesal sembari melepas kemejanya dan membuangnya ke sudut kamar.
Lana hanya terdiam menunduk tidak berani memandang Zack.
"Kenapa tiba-tiba ingin menginap di rumah Daddy?!" Zack melangkah maju mendekati Lana yang memundurkan langkahnya hingga membentur dinding.
Lana tersudut ia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Zack menghimpit tubuhnya ke dinding dan menatap tajam ke arah Lana.
__ADS_1
"Berapa lama kau bolos dari perusahaan? bukankah sudah kubilang kau harus mengambil alih perusahaan ayahmu dengan baik? aku tidak punya banyak waktu mengajari mu Lana!"
Zack pikir cepat atau lambat Benedict pasti akan membongkar siapa di balik kematian ayah Lana. Zack yakin jika itu terjadi maka pernikahannya dengan Lana tidak akan baik-baik saja.
Sementara Lana berpikir jika Zack tidak memiliki banyak waktu mengajarinya karena ia akan segera menceraikan Lana.
"Aku tidak ingin perusahaan ayah" kata Lana memberanikan diri menatap Zack.
"Apa kau bilang? setelah semua yang ku lakukan sekarang dengan enteng kau bilang tidak ingin perusahaan itu?!"
Zack mengepalkan tinjunya dan menghantam dinding tepat di samping wajah Lana. gadis itu terlihat pucat dan menggigil ketakutan.
Telinga tajam Zack mendengar langkah kaki yang mendekat ke kamar mereka. Zack melirik pintu kamarnya yang ternyata lupa di tutup. ia bergegas meraih bibir Lana dan menciumnya dengan mesra.
"Oh maaf, kami mengganggu kalian" Nyonya Lily dan tuan Lizard yang tadinya ingin bicara dengan Lana dan Zack jadi mengurungkan niat mereka begitu melihat pemandangan tidak senonoh di hadapan mereka barusan.
Zack tetap mencium bibir Lana seolah tidak canggung pada Daddy dan mommynya.
"Dasar anak muda!" keluh tuan Lizard sembari merangkul bahu nyonya Lily untuk kembali ke kamar mereka.
__ADS_1